<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153</id><updated>2012-02-16T18:46:22.060-08:00</updated><category term='Irena'/><category term='resensi'/><category term='Irena Center'/><category term='dokumentasi'/><category term='news'/><category term='Fitnah'/><title type='text'>Irena Handono</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>43</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-6867148852948186846</id><published>2010-06-01T22:47:00.000-07:00</published><updated>2010-06-01T22:49:42.351-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Irena Center'/><title type='text'>BOIKOT Produk AS &amp; ISRAEL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/TAXwk39BM6I/AAAAAAAAAFA/iqkpH36J9fM/s1600/n1156683597_30115693_1314817.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 419px; height: 678px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/TAXwk39BM6I/AAAAAAAAAFA/iqkpH36J9fM/s400/n1156683597_30115693_1314817.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478049038051914658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-6867148852948186846?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/6867148852948186846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2010/06/boikot-produk-as-israel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/6867148852948186846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/6867148852948186846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2010/06/boikot-produk-as-israel.html' title='BOIKOT Produk AS &amp; ISRAEL'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/TAXwk39BM6I/AAAAAAAAAFA/iqkpH36J9fM/s72-c/n1156683597_30115693_1314817.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-8393368518803152977</id><published>2010-06-01T22:43:00.000-07:00</published><updated>2010-06-01T22:46:40.813-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Irena Center'/><title type='text'>Pernyataan Sikap &amp; Himbauan IRENA CENTER</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;TRAGEDI KEMANUSIAAN ”FREEDOM FLOTILLA TO GAZA”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebuah serangan militer Israel atas misi kemanusiaan untuk Gaza&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini dunia kembali dikejutkan dengan tragedi kemanusiaan terbesar pada abad ini. Pasukan Israel menyerbu dan menyandera kapal berisi 700 lebih relawan yang membawa 10 ribu ton bantuan kemanusiaan menuju Gaza. Tindakan Israel ini telah melanggar semua hukum dan ketentuan Internasional, menginjak-injak nilai kemanusiaan dan sudah tidak bisa dibiarkan. Sudah saatnya muslim bersatu, ambil tindakan konkret, hentikan kebiadaban Israel!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai adzan subuh, Senin, 31 Mei 2010. pk.04.30, kapal MAVI MARMARA diserang secara brutal di wilayah perairan internasional oleh militer Israel. Hingga tulisan ini dibuat, dikabarkan 19 orang meninggal dan 50 lebih terluka. Seluruh Armada Freedom Flotilla di tahan oleh Israel di pelabuhan Ashdod. Informasi korban tewas dan terluka sengaja ditutup oleh pihak Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal Mavi Marmara dari Turki adalah salah satu kapal dari Armada Freedom Flotilla. Bersama enam kapal yang lain mengangkut aktivis 50 negara, mengemban sebuah misi kemanusian, membawa 10 ribu ton bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina yang terjepit di jalur Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deputi Duta Besar Israel untuk PBB, Daniel Carmon menuduh misi kemanusiaan Freedom Flotilla-Gaza sebagai penebar kebencian dan kekerasan. Bahkan sebagian anggota dituduhnya sebagai teroris. Padahal seluruh anggota rombongan tersebut adalah warga sipil. Ada pemenang Nobel, anggota DPR dari Irlandia dan Jerman, pensiunan diplomat AS, veteran kolonel Angkatan Laut AS, jurnalis, aktivis, penulis, insinyur bangunan. Dan dari Indonesia sebanyak 12 orang yang terdiri dari tiga lembaga swadaya masyarakat yaitu KISPA, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), Sahabat Al-Aqhsa, serta 5 orang wartawan dari Aljazeera Indonesia, TV-One, Hidayatullah.com, dan Majalah Alia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyergapan yang dilakukan oleh militer Israel saat kapal-kapal itu berada kira-kira 65 kilometer dari pelabuhan Gaza, yakni di wilayah perairan internasional. Sehingga tindakan yang dilakukan militer Israel bisa disamakan dengan tindakan para perompak. Tak ada satu pun alasan yang bisa membenarkan aksi agresif Israel itu. Armada kapal itu jelas sedang berada di wilayah perairan internasional. Bahkan, kalaupun mereka sudah masuk wilayah Palestina yang diblokade, tak ada hak apa pun bagi Israel untuk menyentuh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan terhadap misi kemanusiaan ini setara dengan kejahatan kemanusiaan. Kapal-kapal itu membawa misi pertolongan untuk membantu warga Gaza yang menderita akibat pengepungan Israel. Blokade terhadap Gaza yang dimulai pada tanggal 12 Juni 2007 lalu, diberlakukan bersamaan dengan semakin gencarnya serangan militer Israel terhadap bangsa Palestina yang bertujuan untuk mematikan segala potensi kehidupan di Jalur Gaza. Pada invasi, 27 Desember 2009, tentara Israel telah menewaskan 1.149 warga Palestina. Israel juga tetap membangun 1.600 unit permukiman baru Yahudi di Jarussalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekejaman Israel terhadap bangsa Palestina, adalah dengan melakukan politik apartheid terhadap rakyat Palestina di Gaza. Ini seperti yang dulu terjadi di Afrika Selatan. Palestina diduduki, dirampas, dan dikolonisasikan oleh para pemukim Israel. Faktanya, pada tahun 1948 wilayah Israel hanya 56 persen dari kawasan yang disebut holy land, yaitu antara Jordania dengan Laut Tengah. Sekarang Israel menguasai 77 persen kawasan tersebut. Ironisnya lagi, warga Palestina hidup dengan kurungan, teror dan  hanya mendiami 23 persen dari wilayah akibat dari blokade Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peringatan Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu. (QS. AlMaidah 5 : 62)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (QS. Al-Maidah 5 : 82)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kiranya peringatan Allah SWT dalam Al-Quran atas kaum Yahudi sudah jelas. Hal inilah yang harus menjadi panduan kita dalam menyikapi kedzaliman Yahudi, tidak hanya di Palestina namun juga di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Makar Yahudi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Dunia I - Yahudi dan Amerika dengan sengaja mengumpankan kapal Lusitania milik Amerika (menewaskan 1200 orang) untuk dihancurkan Jerman sebagai alasan masuk dalam Perang Dunia I. Pihak paling beruntung dalam PD I ini adalah keluarga Yahudi Rockefeller yang mendapatkan keuntungan sebesar 200 juta dollar AS dari hasil pendanaan perang dan penjualan senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Dunia II - Amerika kosongkan Pearl Harbour supaya diserang Jepang dan menggunakannya sebagai alasan masuk dalam Perang Dunia ke II. Tujuan utama dari Perang Dunia ke II adalah menghancurkan nilai mata uang dunia yang kemudian digantikan oleh Dollar sebagai pengendalinya. Dollar dicetak oleh Federal Reserve Bank yang tidak lain dimiliki oleh bankir-bankir Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui Prescott Bush (Yahudi) ternyata Amerika mendanai Hitler untuk melakukan drama holocaust Yahudi. Dan hasilnya adalah sebuah opini yang berhasil dikembangkan, bahwa Yahudi adalah bangsa tertindas. Opini ini yang menjadi alasan pendirian negara Israel di tanah Palestina dan seolah menjadi ’pemakluman’ seluruh dunia atas tindakan invasi Israel atas Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua data diatas, kiranya cukup menjadi sebuah landasan bagi umat saat ini untuk mengambil sebuah tindakan konkret terhadap kebiadaban Zionis Israel.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pernyataan Sikap &amp;amp; Himbauan IRENA CENTER&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami IRENA CENTER merasa penting sekali untuk memberikan pernyataan sikap dan himbauan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengutuk dan mengecam keras serangan biadab Israel terhadap misi kemanusian Freedom Flotilla-Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mendesak Pemerintah Republik Indonesia up. Mentri Luar Negeri Republik Indonesia, agar melakukan upaya diplomasi  kepada seluruh negara terutama OKI &amp;amp; Non-Blok, untuk menggalang kekuatan dunia, guna:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Menjaga terbukanya gerbang Rafa bagi bantuan kemanusiaan.&lt;br /&gt;- Membuka semua blokade kemanusiaan atas Palestina.&lt;br /&gt;- Mendesak Israel untuk sesegera mungkin melepaskan secara utuh armada Freedom Flotilla dari Israel, tanpa syarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengimbau kepada seluruh umat Islam Indonesia untuk&lt;br /&gt;- Mempererat khuwah Islamiyah, bersatu dan menjauhkan diri dari gejala-gejala atau upaya-upaya adu domba, pecah belah umat.&lt;br /&gt;- Melakukan tindakan konkret, antara lain :&lt;br /&gt;a. Senantiasa memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk ketabahan saudara-saudara di Palestina.&lt;br /&gt;b. Melepaskan diri dari ketergantungan terhadap Israel, dengan cara : BOIKOT PRODUK AS &amp;amp; PENDUKUNG ZIONISME ISRAEL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaudaraan dalam Islam memperkuat ikatan antara orang-orang Muslim dan menjadikan mereka satu bangunan yang kokoh. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, tidak menzhalimi atau mencelakakannya. Barangsiapa membantu kebutuhan saudaranya sesame Muslim dengan menghilangkan satu kesusahan darinya, niscaya Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan di hari kiamat. Dan barangsiapa menutupi aib seorang Muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat.” (Riwayat Bukhari dari Abdullah bin Umar RA)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah pernyataan kami semoga Allah SWT senantiasa merahmati dan melindungi kaum muslimin di mana saja berada. Amiin.&lt;br /&gt;Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh,&lt;br /&gt;Bekasi, 2 Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hj. IRENA HANDONO&lt;br /&gt;083890789123 / 021 88855562&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-8393368518803152977?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/8393368518803152977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2010/06/pernyataan-sikap-himbauan-irena-center.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/8393368518803152977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/8393368518803152977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2010/06/pernyataan-sikap-himbauan-irena-center.html' title='Pernyataan Sikap &amp; Himbauan IRENA CENTER'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-5306011767045907309</id><published>2009-07-24T20:53:00.000-07:00</published><updated>2009-07-24T20:56:21.991-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Irena'/><title type='text'>Pahami Dunia Awal Muallaf</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SmqCGCXn4sI/AAAAAAAAAE0/tHzPapprfHo/s1600-h/24_07_2009_155_002.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 329px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SmqCGCXn4sI/AAAAAAAAAE0/tHzPapprfHo/s400/24_07_2009_155_002.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362241346564776642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 24 Juli 2009 pukul 01:37:00&lt;br /&gt;Hj Irena Handono: Pahami Dunia Awal Muallaf &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAWANCARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menjadi muallaf beberapa tahun lalu, Hj Irena Handono, semakin aktif dalam bidang dakwah. Tak hanya itu, dia pun tergerak untuk mencurahkan perhatiannya pada pembinaan muallaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hj Irena pun paham betul seluk beluk dalam pembinaan agar hasilnya lebih efektif. Menurutnya, agar pembinaan dapat berjalan dengan baik, para pembina terlebih dulu harus mengenali dengan baik masa lalu atau dunia awal para muallaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Yang paling dibutuhkan untuk pembinaan dan pembelajaran bagi muallaf, kita harus ingat karena berasal dari rumpun yang berbeda, minimal para pembina harus faham tentang dunia mereka yang lama,'' tandas pimpinan Irena Handono Center ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Damanhuri Zuhri dari Republika belum lama ini, Hj Irena memaparkan secara panjang lebar seputar upaya pembinaan muallaf, kondisinya kini, kendala dan bagaimana seharusnya umat memberikan kepedulian. Berikut petikan wawancaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dijelaskan, langkah apa saja yang perlu dilakukan dalam rangka membina para muallaf?&lt;br /&gt;Ketika kita berhadapan dengan persoalan muallaf dan kemudian menukik kepada pembinaan muallaf, kita harus faham dulu siapa yang dimaksudkan muallaf ini. Setelah kita faham barulah kita akan mampu melaksanakan suatu pembinaan.&lt;br /&gt;Muallaf adalah mereka yang baru masuk Islam. Dalam arti kata mereka ini orang yang masih mempelajari Islam. Intisarinya, para muallaf berasal dari akidah yang berbeda dengan Islam. Sehingga ketika dia menyatakan diri menjadi Islam dengan ditandai mengucapkan dua kalimat syahadat, itulah awal hidupnya sebagai Islam.&lt;br /&gt;Masalahnya, meniti hidup secara Islami ini yang bagaimana. Karena dia berangkat dari akidah yang bukan Islam, yang berbeda dengan Islam, sementara innaddina indallahil islam, agama yang mendapatkan ridha Allah hanya Islam, maka di sinilah belajar itu diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana metode balajarnya?&lt;br /&gt;Macam-macam bentuknya. Tetapi yang penting, yang paling dibutuhkan untuk pembinaan atau pembelajaran bagi muallaf, kita harus ingat karena berasal dari rumpun yang berbeda, minimal para pembina ini harus faham tentang dunia mereka yang lama.&lt;br /&gt;Bagi saya ini suatu kemutlakan karena kalau kita tidak mengenal atau tidak mengetahui bagaimana dunia mereka yang lama, maka kita menjadi tidak memahami atau memperlakukan dia sama dengan memperlakukan diri kita sendiri yang memang terlahir sebagai Islam.&lt;br /&gt;Maka akan banyak muncul suatu benturan kecil atau besar yang sering kali karena si muallaf nantinya merasa, ''Saya kok nggak difahami?'' ''Kenapa kok begini?'' ''Kenapa kok begitu?''. Nah ini modal pembinaan, harus mengetahui, harus faham dunia awal si muallaf itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi apa yang paling dibutuhkan seorang muallaf?&lt;br /&gt;Kembali lagi, kalau kita berbicara tentang sebuah agama, semua penganut agama di dunia ini menyatakan dirinya sebagai agamanya sebagai agama yang mutlak dan benar-benar dan benar. Kita berbicara dengan orang Kristen. Orang Kristen pun menyatakan seperti itu, juga orang Hindu, Budha dan lainnya.&lt;br /&gt;Artinya, ketika seorang muallaf sudah menetapkan diri dengan keyakinan bahwa Islam agama yang haq, maka dia dibimbing untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Jadi, berarti proses, dan proses ini perlu diperkuat terus. Dikaji sampai benar-benar melekat dan menjadi penghayatan hidupnya.&lt;br /&gt;Misalnya kita kembali pada zaman Rasulullah SAW, jujur saja semua sahabat itu muallaf. Benar nggak? Tapi permasalahannya bagaimana para sahabat Rasulullah SAW mempunyai keimanan yang demikian tegak, tak tergoyahkan seperti sahabat Bilal bin Rabah.&lt;br /&gt;Nah, apa yang Rasulullah SAW tanamkan kepada Bilal dan juga para sahabat? Jawabannya adalah penanaman akidah tauhid. Tauhid itu kalau sudah tertancap luar biasa nggak bisa digoyang apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman selama ini, bagaimana  pembinaan kepada mereka, apakah sudah yang seperti diharapkan seperti yang dilakukan Rasulullah SAW kepada Bilal dan sahabat?&lt;br /&gt;Saya berbicara dalam kaitan optimalisasi. Sesuai dengan tuntutan agama  bahwa ayat Allah dan hadis menyatakan bahwa kita harus selalu berevolusi dari hari ke hari. Jadikanlah hari ini lebih baik dari pada kemarin. Kalau saat ini bagaimana pembinaan muallaf, saya yakin bahwa apa yang sudah dilakukan oleh para pembina, tentu itu yang terbaik.&lt;br /&gt;(-)&lt;br /&gt;Index Koran&lt;br /&gt;http://www.republika.co.id/koran/0/64434/Hj_Irena_Handono_Pahami_Dunia_Awal_Muallaf&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-5306011767045907309?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/5306011767045907309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/pahami-dunia-awal-muallaf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/5306011767045907309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/5306011767045907309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/pahami-dunia-awal-muallaf.html' title='Pahami Dunia Awal Muallaf'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SmqCGCXn4sI/AAAAAAAAAE0/tHzPapprfHo/s72-c/24_07_2009_155_002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-1110986430924432451</id><published>2009-07-15T19:51:00.000-07:00</published><updated>2009-07-20T19:53:15.424-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fitnah'/><title type='text'>Pengakuan Imam Safari Dalam Bentuk VCD</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/diki-chandra.jpg&amp;h=235&amp;w=355&amp;zc=1"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 355px; height: 235px;" src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/diki-chandra.jpg&amp;h=235&amp;w=355&amp;zc=1" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(voa-islam.com) - Selasa, 14 Jul 2009&lt;br /&gt;Sekilas sebagai gambaran kepada pembaca voa-islam.com, sosok yang mengaku sebagai Imam Safari ini menyatakan dirinya berasal dari Betawi, berlatar belakang Nahdhatul Ulama (NU), berbicara dengan logat betawi, dan mengenakan sarung dan baju koko pada jumpa pers.Imam mengatakan, di kalangan Kristen ia dikenal sebagai aktivis lintas agama, sehingga ia sangat dekat dengan pimpinan Partai Damai Sejahtera (PDS) Ruyandi Hutasoit Bahkan, ia mengaku pernah menjadi jurkam untuk PDS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan keterangan pers, dan dalam pengakuan yang direkam dalam VCD ini, Imam Safari tak menunjukkan bukti-bukti kongkret, seperti foto, rekaman video dan sebagainya, dengan alasan pertemuannya dengan Irena di Singapura adalah by accident alias tidak sengaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Diki Candra (Sekjen Arimatea) membawa seorang yang diperkenalkan dan mengaku sebagai Imam Safari, di hadapan pers. Kenapa kami sebut “mengaku sebagai Imam Safari”, karena dalam jumpa pers tersebut, orang yang mengaku bernama Imam Safari tidak menunjukkan identitas dirinya, dengan alasan identitas diri Imam Safari sudah ada di Arimatea dan sudah diperlihatkan di hadapan Habib Rizieq Syihab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini pengakuan Imam Safari, orang yang mengaku melihat Ustadzah Irena Handono di sebuah gereja di Singapura pada 2008 (seperti tertera dalam surat pernyataanya).VCD rekaman pengakuan ini (tanpa diperlihatkan gambar Imam Safari, hanya suara saja) direkam di suatu tempat, dan disaksikan beberapa orang yang terlihat dalam VCD tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redaksi voa-islam.com mentranskip pernyataan ini dengan sedikit perubahan susunan kata-kata agar lebih mudah dimengerti pembaca, tanpa merubah substansi dari isi pernyataan Imam Safari.&lt;br /&gt;Berikut transkip pernyataanya:&lt;br /&gt;“Saya waktu itu belum saling mengenal dengan  beliau (Irena Handono, red). Kita punya misi sendiri. Namun saat itu, kehebohan yang melanda umat Islam, sudah terperdaya, tertipu, terutama kaum perempuan (dengan keberadaan Irena Handono, red). Sampai akhirnya terjadilah pertemuan yang tak terduga di Singapura. Saya bikin paspor di sana, di Kepulauan Riau, KTP pun di sana, sehingga kalau saya nyebrang dari Batam, kan saya nggak kena fiskal. Saya diundang, kebetulan saya masuk sudah lama di jajaran fungsionaris Kristen, khususnya di Partai Damai Sejahtera, pimpinan Pak Ruyandi Hutasoit. Saya sangat dekat dengan dia. Sampai saya kenal dengan pemimpin-pemimpin (Kristen, red) seperti Nathan Setiabudi, Paul Wijaya dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan saya pernah diundang KKR di Jember dan di Probolinggo, yaitu pengobatan massal ala dia (Kristen), namun orang Islam boleh berobat. Ketika baik (sembuh, red), mereka diwawancarai. Tapi wawancaranya itu tidak di-on, tapi di-off. Mereka disetting di atas panggung, sebut nama Tuhan, haleluya. Nanti rekaman mereka ini perjualbelikan di kalangan Nasrani. Sehingga mereka pada bilang, oh banyak umat Islam yang sudah menyebut nama Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu di Singapura itu saya diundang oleh namanya Mr X (ada kesepakatan antara Pers dengan Imam untuk tidak menyebut nama pendeta yang mengundangnya ke Singapura). Beliau adalah seorang donatur kuat yang membidangi segala yang ada di Indonesia, terutama Pondok Kasih yang ada di Surabaya. Kebetulan oleh yang punya Pondok Kasih ini, saya dianggap anak mereka. Saya masuk lingkungan gereja itu leluasa, saya masuk gereja Bethani, saya masuk gereja yang orang khusus aja yang bisa masuk. Saya juga masuk gereja Gospel yaitu gereja yang khusus pertemuan pengusaha-pengusaha yang menghimpun dana. Mereka menganggap saya Islam yang ke-kristen-kristenan. Saya pelajari Injil, saya pelajari Injil bahasa Arab, saya pelajari Injil bahasa Syiria, milik Maroko dan sebagainya. Ini menjadi senjata saya, untuk sehingga mereka tidak mengetahui keberadaan saya ini apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pertemuan yang rupanya Allah ridhai di Singapura itu saya tidak duga. Saya diundang oleh oleh Mr X, saya dijemput, kemudian dibawa ke rumah Ibu Ningsih, ibu Ningsih ini orang Balikpapan yang punya suami orang Singapura. Hari Jumat saya masuk di Singapura, kemudian dipertemukan dengan pendeta-pendeta. Kemudian saya diajak oleh mereka ke suatu tempat. Saya bawa Injil. Di Singapura itu gerejanya berbentuk ruko, tidak seperti di kita. Sehingga saya kira, oh ini bukan gereja, tapi di dalam tetap ada salibnya. Kemudian saya tanya, ini apa mister? Dia jawab ini tempat perjamuan kudus. Oh, berarti ini gereja, kan!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu saya masuk, ada perempuan besar tinggi dengan pakaian ala biarawati. Begitu ada satu orang yang nyamperin perempuan ini dicolek, lalu nggak disengaja nengoknya ke kita (Imam Safari, red). (Di rekaman VCD pengakuan ini, Diki Candra menyela, kalimat besar tinggi itu jangan sampai imejnya seolah-oleh lebih tinggi. Bilang saja seorang perempuan). Begitu dia nengok, saya kaget, lho ini Irena, oh ini Irena. Karena wajahnya langsung. Karena mata saya masih bagus. (Menurut pengakuan Imam Safari, ia pernah menyampaikan kesaksian ini di hadapan Habib Rizieq Syihab, pimpinan Front Pembela Islam. Dalam pertemuan itu, Habib Rizieq mengajukan berbagai pertanyaan yang intinya, apakah ketika itu Imam dalam keadaan sadar, tidak terganggu penglihatannya, dan sebagainya. Bahkan Habib Rizieq minta Imam Safari mempertimbangkan pernyataan ini, mengingat isu ini sangat sensitif di hadapan umat, red).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala macam pertanyaan Habib Rizieq, saya bilang tidak bib, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, dengan keyakinan saya karena Allah. Dan nggak mungkin saya bicara begini (memberikan pernyataan, red) untuk mencari sensasi, capek. Capek dan nggak menghasilkan apa-apa. Saya bilang ke Mr X, siapa itu? Dia bilang itu Ibu Irena. Saya kaget, kok di Singapura dia menggunakan nama Irena. Mungkin anggapan mereka, hanya segelintir orang di Singapura yang tahu soal Irena di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tanya, “Mister, bukannya dia seorang Muslimah?” Kemudian saya ditarik. Artinya saya ditarik sama beliau menjauh, itu sudahlah tidak usah ada pembicaraan, ini di gereja. Ya sudah kita ikut ibadah, nyanyi-nyanyi. Kemudian ceramah, khutbah (Irena Handono, red). Hanya disayangkan saya tidak punya rekaman. Karena apa? karena di Singapura tidak boleh bawa ini (rekaman, red). Jangankan itu, handphone aja harus dititipkan. Ini kan juga tidak terduga, karena kita tidak tahu akan ketemu dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu terjadi 2008. Saya masuk (Singapura) 28 Februari, keluar tanggal 1 Maret, sekitar tiga hari di sana. Cuma, jangan salah persepsi, oh saya melihat ibu Irena tahun 2007. Ini saya hanya mengaburkan dulu, saya hanya ingin membikin jebakan saja. Kenapa? Orang macam begini (Irena, red) alibinya sangat kuat. Di Singapura, siapapun yang bersalah akan dilindungi, lain di negara kita. Setelah itu saya telepon beliau (Diki Candra, red). Kemudian saya berangkat ke Jakarta, dan bertemu (Diki Candra, red)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya saya belum ngomong soal Irena, tapi beliau (Diki) sedikit mengupas. Dia (Diki) bilang, “iya nih kita lagi mengupas tentang Irena nih.” Kemudian saya buka, dan saya tandatangani di atas materai 6000. Kemudian Habib Rizieq bilang, cabut (pernyataan itu, red). Saya bilang buat apa saya cabut. Saya itu demi Allah, demi Rasulullah, saya siap masuk penjara. Yang terpenting akidah umat Islam terbuka, mengetahui siapa dia (Irena Handono, red). Ini yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu contoh, Luthfia Sungkar pernah ceramah di Merak (Banten). Dia (Luthfia) berkata di depan jamaah ibu-ibu, “Ibu-ibu ini sekarang banyak yang ikut-ikutan, ketika ada biarawati jadi ustadzah-ustadzah hebat, ibu-ibu manggil, akhirnya ustadzah yang dari kecil ditinggalin.” Emang hebatnya dimana sih? Kalau ada mualaf masuk Islam tidak diekspos. Tapi ada biarawati masuk, tiba-tiba ngasih ceramah, dieskspos. (Kalau) Saya tidak begitu, saya telusuri dulu, sejauh mana kebenaran dia masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, saya bertemu di Singapura. Saya beri pernyataan, ustadz tolong jangan diekspose dulu atau dibocorkan, karena investigasi masih berjalan. Nah, ketika beliau (Diki Candra, red) di Australia, saya mulai mendapat teror. Entah dari mana ada yang dapat nomor XL saya. Beliau (Diki Candra) kan tahunya nomor XL saya. Sampai tiap malam teror itu datang dengan bahasa yang macam-macam, sampai akhirnya kartu saya diblokir, hangus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga mengkhawatirkan kebocoran ini, karena penyusupan saya akan selesai. Padahal masih ada satu arsip lagi yang saya harus dapatkan untuk saya serahkan ke Ustadz Diki. Ini saya juga minta sama kawan-kawan yang dengar cerita saya apa adanya, mau disumpah muhabalah (Imam menyebut mubahalah dengan muhabalah, red), sumpah dengan bahasa apa kek, mau sumpah pocong kek, sumpah kijang, saya akan laksanain. Namun, kata Habib Rizieq, nanti dulu melakukan sumpah muhabalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kemudian ada keterangan bahwa mereka ingin ishlah. Baik, kata Habib Rizieq, kalau saya jadi Irena, arimatea minta maaf kepada saya, dan saya minta cabut pernyataan Imam. Apakah Imam mau? Saya katakan, saya tidak mau. Kenapa? Karena mata saya melihat dia hadir di Singapura. Buat apa saya mencabut kalau akhirnya umat Islam terperdaya sekian lama. Bukan berarti saya berani-beranian, tidak. Boleh Habib Rizieq mempunyai laskar FPI yang begitu berani, namun toh  akhirnya ketuanya masuk penjara. (tertawa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang saya lakukan. Memang ada sedikit kekhawatiran dengan peristiwa bocornya ini. Kenapa? Saya khawatir petinggi-petinggi dewan gereja yang sudah sangat saya akrabi, mengetahui. Bahkan saya punya kaset dimana saya bicara, saya khutbah di gereja.&lt;br /&gt;Saya hadir di tempat-tempat natal. Saya hanya ingin membongkar. Apa yang ustadz Diki bongkar dalam kajian-kajian tentang salibis, itu juga saya lakukan. Mungkin ke profesionalan Ustadz Diki luar biasa, kalau saya tidak profesional. Karena saya bergerak menurut hati nurani, menurut keinginan kita membongkar ini semua keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya harus mendapatkan arsip ini. Ketika saya masuk, saya menginap di kantor DPP Partai Damai Sejahtera, saya mendapatkan di ruangnya Ruyandi Hutasoit, saya mendapatkan 10 butir rahasia intelijen-intelijen mereka, bahkan Ruyandi Hutasoit pernah bicara di NTT, Kupang, tepatnya di daerah Manggarai, di hadapan-hadapan biarawati yang sudah lulus. Dia bicara begini, ”jadilah kalian biarawati-biarawati yang lebih terkenal dari biarawati yang sudah terkenal di Indonesia.” Ini acara Oikumene, Ruyandi kan Protestan. Mereka berkumpul. Kemudian saya nalar, siapa yang dimaksud Ruyandi Hutasoit saat itu? Siapa lagi kalau biarawati yang saat ini terkenal di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 butir-butir yang menjadi misi rahasia mereka, disitu ada bahasa mendirikan media-media center, bagi orang-orang yang sudah dilepas oleh pihak Kristen untuk masuk ke dalam Islam, lalu mereka mendirikan media, seperti Irena kan mendirikan Irena Center. Dengan maksud menghantam perempuan, karena kalangan perempuan kan lemah sekali. Irena Center ini mendoktrin perempuan-perempuan muda kaum Muslimin dengan agama-agama tersebut. Di situ memang tidak disebutkan agama Islam. Jadi doktrin mereka begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ada satu kawan yang memiliki bukti yang valid, yang akan saya beberkan. Namun saat ini belum, kita masih terus mengikuti, jangan sampai kita terpancing, jangan sampai bocor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ketetapan saya menulis pernyataan di materai 6000 tidak akan saya cabut.” (art/voa-islam.com).&lt;br /&gt;http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2009/07/14/283/pengakuan-imam-safari-dalam-bentuk-vcd/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-1110986430924432451?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/1110986430924432451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/pengakuan-imam-safari-dalam-bentuk-vcd.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/1110986430924432451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/1110986430924432451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/pengakuan-imam-safari-dalam-bentuk-vcd.html' title='Pengakuan Imam Safari Dalam Bentuk VCD'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-5066963577410586923</id><published>2009-07-15T10:43:00.000-07:00</published><updated>2009-07-15T21:44:07.306-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fitnah'/><title type='text'>Mubahalah Irena dgn Diki</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/C75nIy2IlvE&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/C75nIy2IlvE&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/WJy9MI_5Fss&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/WJy9MI_5Fss&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/vc-10sKPc68&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/vc-10sKPc68&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/y1QsOVk0C9U&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/y1QsOVk0C9U&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Yl3V_73FHzY&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/Yl3V_73FHzY&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/FBGV7kI0MUc&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/FBGV7kI0MUc&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ep.7 : PENGUCAPAN TEKS MUBAHALAH&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/GyfQ1ak_3HE&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/GyfQ1ak_3HE&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-5066963577410586923?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/5066963577410586923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/mubahalah-irena-dgn-diki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/5066963577410586923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/5066963577410586923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/mubahalah-irena-dgn-diki.html' title='Mubahalah Irena dgn Diki'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-6035999406186035972</id><published>2009-07-10T19:42:00.000-07:00</published><updated>2009-07-20T19:45:21.934-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fitnah'/><title type='text'>Ishlah Gagal, Irena dan Diki Candra Akhirnya Mubahalah</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/irene-handono1.jpg&amp;h=235&amp;w=355&amp;zc=1"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 325px; height: 235px;" src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/irene-handono1.jpg&amp;h=235&amp;w=355&amp;zc=1" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 09 Jul 2009&lt;br /&gt;Bandung--Ribuan jama'ah dan ulama yang hadir di masjid Al Fajr, Jalan Cijagra Bandung menjadi saksi mubahalah Irena Handono dan Diki Candra. Upaya ini ditempuh setelah keduanya tidak mencapai titik temu setelah beberapa kali diupayakan jalan ishlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang sholat dhuhur akhirnya kedua pihak membacakan teks mubahalah yang telah disiapkan FUUI selaku pihak yang memfasilitasi. Diki Candra didampingi istrinya membacakan teks tersebut terlebih dahulu, sementara Irena Handono yang didampingi suami, anak, dan cucunya mendapat giliran selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya Diki Candra meminta kepada KH. Athian Ali dari FUUI selaku fasilitator untuk sedikit meralat isi teksnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari mubahalah ini adalah Diki dan keluarganya, begitupun Irena siap menerima laknat Allah jika berdusta. Irena sendiri tidak mengakui atas fitnah yang di lancarkan Diki, sedang Diki membenarkan dan meyakini apa di laporkan Imam Safari, saksi kunci kasus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti telah diketahui, kasus ini bermula saat orang yang bernama Imam Safari melaporkan kepada Arimatea bahwa pertengahan Setember 2008 lalu dia dikabarkan melihat Irena Handono di sebuah gereja di Singapura berpakaian biarawati dan berkalung salib saat keluar dari gereja. Masalah pun terus berkembang dan tak terselesaiakan hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum keduanya membacakan teks mubahalah, KH.Athian Ali membacakan kronologis kejadian dan latar belakang peristiwa ini digelar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir pembacaan KH. Athian meminta orang yang bernama Imam Safari untuk maju ke depan. Anehnya, setelah ditunggu dan dipanggil berulang kali, Imam Safari tak muncul juga. Imam Safari sendiri seharusnya merupakan saksi kunci atas kasus ini dan yang harus mempertanggungkan kesaksiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, seperti pada laporannya kepada pihak Arimatea, Imam Safari mengaku bersedia datang dan mempertanggungjawabakan kepada pihak manapun atas kebenaran laporannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun Imam Safari tak hadir namun tak mengurungkan niat Irena untuk ber-mubahalah. Dan Diki Candra siap ber-mubahalah. Acara sendiri diakhiri dengan takbir sebanyak 3 kali. Atas peristiwa ini Irena mengaku lega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang saya sudah lega," kata Irena sebelum pamitan. Sementara Diki Candra langsung pulang ke Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara saat jumpa pers KH. Athian belum yakin sepenuhnya apakah sosok Imam Safari ini nyata atau fiktif. Walau sebelumnya sosok Imam Safari ini pernah dipertemukan dengan KH. Athian dan pihak FUUI. Namun dalam pertemuan tersebut Imam Safari menyatakan tidak akan datang dalam mubahalah hari ini. Hadir pula Ketua MUI KH.Cholil Ridwan sebagai saksi dari pihak MUI. (dakta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2009/07/09/195/ishlah-gagalirena-dan-diki-candra-akhirnya-mubahalah/"&gt;http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2009/07/09/195/ishlah-gagalirena-dan-diki-candra-akhirnya-mubahalah/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-6035999406186035972?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/6035999406186035972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/ishlah-gagal-irena-dan-diki-candra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/6035999406186035972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/6035999406186035972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/ishlah-gagal-irena-dan-diki-candra.html' title='Ishlah Gagal, Irena dan Diki Candra Akhirnya Mubahalah'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-1175221769817021355</id><published>2009-07-07T14:03:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T15:27:58.057-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dokumentasi'/><title type='text'>Konferensi Pers - KAFALA KOMUNIKA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SlO5DDHLrOI/AAAAAAAAAEM/H8T9OKjBm9U/s1600-h/DSC_0010.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SlO5DDHLrOI/AAAAAAAAAEM/H8T9OKjBm9U/s400/DSC_0010.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355827843899829474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Para Ulama &amp;amp; Tokoh yg hadir (dari kiri) Ust.Kemal Feisal Ferik - Komunitas Cinta Ilahi, Ust.Tengku Dzulkarnain-Imam Masjid Al-Hakim Menteng, KH.Sulaiman Zachawerus-Garda Umat Islam, Muhammad Ichsan,SH - Pengacara, Tengku Mansur Amin - Suami Hj.Irena H, Hj.Irena Handono, Hj.Nurdiyati Akma-Ketua Muslimah Peduli Umat, KH.Cholil Ridwan-Ketua MUI, Muhammad Dive-Indonesia Commercial Jockey&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SlPC_GM9e9I/AAAAAAAAAEc/FQ3Hq2RpAKs/s1600-h/DSC_0016.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SlPC_GM9e9I/AAAAAAAAAEc/FQ3Hq2RpAKs/s400/DSC_0016.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355838771126172626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hj. Irena dalam Konferensi Pers menjelaskan Mubahalah sebagai salah satu perangkat dalam syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SlPDiO7jbxI/AAAAAAAAAEk/gM00iyQ3ZDE/s1600-h/DSC_0019.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SlPDiO7jbxI/AAAAAAAAAEk/gM00iyQ3ZDE/s400/DSC_0019.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355839374764502802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ketua Tim Advokasi Hj.Irena Handono, Muhammad Ichsan, SH&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SlPE4x0SssI/AAAAAAAAAEs/U9BZQAmFjJM/s1600-h/DSC_0023.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SlPE4x0SssI/AAAAAAAAAEs/U9BZQAmFjJM/s400/DSC_0023.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355840861598036674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa tokoh hadir di acara konferensi pers oleh pihak Irena Handono untuk memberikan kesaksian tentang pribadi Irena yang tidak mungkin seperti yang dituduhkan oleh isu tersebut. Di antara mereka Ningrum Maurice dari Daarut Tauhid.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SlPCdimJ9GI/AAAAAAAAAEU/nWNPqJLYU3k/s1600-h/DSC_0011.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SlPCdimJ9GI/AAAAAAAAAEU/nWNPqJLYU3k/s400/DSC_0011.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355838194632488034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;KAFALA KOMUNIKA memfasilitasi Konferensi Pers ”Mengenal Mubahallah sebagai Perangkat Sumpah Tertingi Dalam Islam" dengan Ibu Eka Shanty sebagai Penyelenggara &amp;amp; Moderator acara.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;”Mengenal Mubahalah sebagai Perangkat Sumpah Tertinggi Dalam Islam"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi maraknya pemberitaan di dunia maya yang menjurus kepada fitnah yang menimpa sejumlah public figure terutama tokoh agama, sejumlah ulama dan tokoh muslim di Indonesia berkenan menyampaikan sikap demi menenangkan keresahan ummat muslim di Indonesia yang saat ini, sebagiannya juga turut terjebak polemik di berbagai millis dan blog internet, khususnya terkait tuduhan terhadap Ustadzah Irena Handono yang dituduh terlihat memakai simbol suatu agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini isu-isu negatif seputar keagamaan masih sering terjadi di Indonesia. Untuk itu diperlukan sebuah mekanisme pembelajaran mengenai tata cara bersikap agar informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan tersebut tidak terus menerus bergulir, sehingga pada akhirnya berdampak pada pembunuhan karakter individu yang merugikan nama baik seseorang, keluarga dan kehidupan sosial lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah KAFALA KOMUNIKA memfasilitasi Konferensi Pers ”Mengenal Mubahalah sebagai Perangkat Sumpah Tertingi Dalam Islam", sebuah studi kasus atas fitnah ustadzah Irena Handono” yang telah diselenggarakan pada Rabu, 1 Juli 2009. Pk 10.00–11.30 Wib. Maroush Restaurant, Crown Plaza Hotel. Semanggi Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;humas&gt;(Humas IC-Sally)&lt;br /&gt;&lt;sally&gt;&lt;/sally&gt;&lt;/humas&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-1175221769817021355?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/1175221769817021355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/konferensi-pers-kafala-komunika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/1175221769817021355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/1175221769817021355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/konferensi-pers-kafala-komunika.html' title='Konferensi Pers - KAFALA KOMUNIKA'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SlO5DDHLrOI/AAAAAAAAAEM/H8T9OKjBm9U/s72-c/DSC_0010.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-3139640665009147704</id><published>2009-07-07T12:19:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T15:23:06.600-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dokumentasi'/><title type='text'>HJ Irena Handono Bantah Tuduhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.citraku.com/image/artikel/normal/670480-03155501072009@handono.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 200px;" src="http://www.citraku.com/image/artikel/normal/670480-03155501072009@handono.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="kalender"&gt;Rabu, 01/07/2009, 15:15 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;     &lt;a href="http://www.citraku.com/news.php?id=7518&amp;amp;topik=10&amp;amp;idsub=75" class="judul"&gt;HJ Irena Handono Bantah Tuduhan&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah seratus lima puluh hari diam ,Akhirnya  HJ Irena Handono  ,membuka suara ,karena sudah keterlaluan tuduhan yang ditijukan kepada dirinya ,soal menyimpang dari kepercayaan yang dianutnya sekarang ,Meski begitu  Hj Irena Handono yang dikenal sebagai ketua umum ketua Umum Pimpinan pusat Gerakan Muslimat Indonesia merasa namanya dicemarkan &lt;/p&gt;"Sebenarnya saya tidak tahu orang –orang yang ingin membunuh dengan cara memfitnah itu ,Padahal  jujur saja selama ini tidak pernah berpergian ke Singapura Apalagi  harus mengenakan baju keagamaan lain ,Mungkin itu hanya fitnah saja ,Tapi kenapa ditujukan kepada saya ?,Apa salah saya "kata HJ Irena ditemui di Crowne hotel Jakarta Rabu 1/7.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;"Saya tidak menyangka tiba-tiba sebuah  fitnah  ,bahwa saya adalah  penyusup .Terus terang saya tidak habis  pikir dengan orang –orang tersebut ,yang ingin menjatuhkan saya didepan orang banyak "paparnya &lt;/p&gt;"Bahkan ada terror dan sms  yang mengatakan aku sebagai kafir kok  menjadi mualaf dengan kata-kata kotor Menurutku orang yang menyebarkan fitnah via sms  tidak berpendidikan Dan disetiap acara yang saya hadir ,mereka juga menyebarkan isyu tentang saya  dengan tuduhan  saya sudah kembali  lagi menjadi seorang kafir "tutur Irena&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Meski Irena Handono adalah seorang Da'iyah, disela-sela kesibukannya beliau sering menuangkan pemikiran-pemikirannya dalam tulisan. Tulisan beliau pertama yang cukup mengguncang adalah ISLAM DIHUJAT (2003) buku ini menanggapi pelecehan ajaran Islam yang dilakukan oleh Robert Morey. Kemudian buku yang kedua yang tak kalah mengguncang adalah MENYINGKAP FITNAH &amp;amp; TEROR (2008). Tanpa bermaksud mempromosikan kedua buku tersebut (terlebih buku pertama sudah tidak dicetak kembali), penting kiranya diamati apa yang beliau tulis, mengapa beliau menulisnya.&lt;/p&gt;Tapi sayangnya yang dikemudian hari  bukan dukungan ataupun gayung bersambut, untuk cita-cita HJ Irena ini Namun yang di dapatkan malah sebuah  tuduhan sebagai 'penyusup', tuduhan sebagai orang yang beraqidah bukan Islam. Sms berisikan fitnah tersebut menyebar luas dan bahkan dimuat secara fulgar dalam sebuah blog di internet. Efek yang beliau hindari justru terjadi. Keresahan umat dalam skala luas dan berdampak pada pecahnya ukhuwah umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;"Namun fitnah tersebut ,HJ Irena mau tidak mau harus  mengambil langkah tegas dengan mengajak para pembuat dan penyebar fitnah ini untuk ber MUBAHALAH. Inilah bentuk penjagaan dan , rasa sayang  sebagai seorang Ibu,dengan  kepedulian yang ikhlas karena Allah SWT semata, yang begitu dalam atas keutuhan umat Islam Indonesia.  ingin mengakhiri semua fitnah terhadap umat Islam dan menjawabnya seperti yangditulis dalam ISLAM DIHUJAT, dan  ingin mengakhiri semua fitnah terhadap umat Islam dengan menunjukkan pada umat bagaimana fakta sejarah berbicara dan kepada siapa umat harus waspada yang ditulisnya dalam MENYINGKAP FITNAH &amp;amp; TEROR.&lt;/p&gt;Teror tersebut dilakukan pada 13 September 2008  lewat sms dengan kata -kata caci maki  yang mengatai dengan kata kata kotor dan saya dikatakan sudah kembali menjadi kafir tapi memabawa agama Tapi ketika saya berada di Manado  semua masyarakat disana menganggap saya seoarng ibunya ,mereka terkejut dan mendapat tamparan keras ketika ibunya difitnah dan dicaci maki dengan kata –kata kotor yang tidak berpendidikan dan tidak bertanggung jawab "tukasnya "Saya tetap tenang menghadapi cobaan ini ,walau saya seorang mualaf ,tapi ada jalur hokum yang menanganinya ,Maka hal ini saya juga sudah laporkan ke Mabes polri dan saya tunjuk sebagai kuasa hukum Mohamad Iksan  tentang penyebaran yang katanya sudah dilaporkan sejak 7 Mei 2009 lalu dengan bukti yang cukup kuat "pungkasnya ( Mun )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.citraku.com/news.php?id=7518&amp;amp;topik=10&amp;amp;idsub=75"&gt;http://www.citraku.com/news.php?id=7518&amp;amp;topik=10&amp;amp;idsub=75&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-3139640665009147704?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/3139640665009147704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/hj-irena-handono-bantah-tuduhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/3139640665009147704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/3139640665009147704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/hj-irena-handono-bantah-tuduhan.html' title='HJ Irena Handono Bantah Tuduhan'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-7339810862911000872</id><published>2009-07-07T09:14:00.001-07:00</published><updated>2009-07-07T09:16:23.320-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dokumentasi'/><title type='text'>Mubahalah Irena Handono vs Diki Candra</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/irene-handono1.jpg&amp;h=235&amp;w=355&amp;zc=1"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 325px; height: 235px;" src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/irene-handono1.jpg&amp;h=235&amp;w=355&amp;zc=1" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2009/07/07/154/mubahalah-irena-handono-vs-diki-candra/"&gt;Mubahalah Irena Handono vs Diki Candra&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mubahalah antara Irena Handono dengan Diki Candra difasilitasi oleh Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) yang diketuai KH Athian Ali M Da’i dan disaksikan ratusan umat Islam yang hadir di Masjid Al-Fajri, Cijagra, Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahad, 4 Juli 2009. Ratusan umat Islam dari berbagai wilayah di Bandung, Jawa Barat, tumpah ruah memadati Masjid Al-Fajri, Cijagra. Sejak pagi hari, masjid yang juga markas Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) itu sudah sesak oleh jamaah yang ingin menyaksikan proses mubahalah antara Ustadzah Irena Handono dengan Diki Candra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena Handono adalah mantan biarawati yang sudah menjadi muallaf dan kini memimpin lembaga Irena Center serta aktif sebagai pendakwah. Irena bersyahadat di Masjid Al-Falah Subaraya, di hadapan Ketua MUI Jawa Timur almarhum KH Misbach pada tahun 1983. Sedangkan Diki Candra adalah aktivis Forum ARIMATEA (Advokasi, Rehabilitasi, Imunisasi, Aqidah, Terpadu, Efektif, dan Aktual), sebuah lembaga anti pemurtadan yang namanya kian mencorong belakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus mubahalah ini bermula dari pernyataan seorang bernama Imam Safari yang mengaku melihat Irena Handono berpakaian biarawati dan berkalung salib di sebuah gereja di Singapura pada tahun 2007. Pengakuan Imam Safari ini ditulis dalam sebuah surat pernyataan tertanggal 13 September 2008 di atas materai 6000, dengan saksi-saksi: Diki Candra, Nasrul Soeoed, Djoko Hardjanto, Khairul Ghazi, Dzulkifli Nur, dan Jeffry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat pernyataan tersebut, alamat Imam Safari dan gereja yang dimaksud sengaja ditutup/diblok sehingga tak terlihat. Begitu juga dengan keterangan waktu kapan Imam Safari melihat Irena Handono juga tak disebutkan dalam surat pernyataan tersebut.”Ini yang membuat kami bertanya-tanya. Kenapa ditutup-tutupi. Kenapa sampai saat ini tidak disebutkan di gereja mana, kapan, dia melihat ibu Irena,” ujar Sally  Setianingsih, aktivis Irena Center.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah surat pernyataan itu dibuat, pada tanggal 21 Februari 2009, Diki Candra memposting satu artikel berjudul “Laporan Hasil Investigasi terhadap Hj. Irena Handono” yang dimuat di website http://forum-arimatea.blogspot.com dan ditandatangani oleh Ketua Umum Forum Arimatea, Habib Muhsin Ahmad Alatas Lc dan Sekjen Diki Candra.”Untuk alasan keamanan dan investigasi yang mendalam, sengaja memang sebagian surat pernyataan itu ditutup,” terang Diki Candra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak  Irena menyayangkan langkah Diki Candra yang memposting laporan tersebut tanpa melakukan tabayyun (konfirmasi). Apalagi, blog tersebut dibaca secara luas oleh masyarakat.”Kenapa tidak melakukan tabayyun dulu? Dalam Islam, kalau dapat berita dari orang yang tidak jelas, harus tabayyun. Apalagi, mengutip pernyataan Habib Muhsin Ahmad Alatas di Majalah Sabili edisi 23 th XVI, Imam Safari yang mengaku melihat saya di sebuah gereja di Singapura adalah kader Islam Liberal dari kalangan NU yang sering bersama Ketua Umum PDS Ruyandi Hutasoit,” kata Irena Handono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena yang kini aktif memberikan berbagai ceramah tentang kristologi dan mengkonter gerakan pemurtadan menambahkan,”berdasarkan pernyataan dari Habib Muhsin Ahmad Alatas ini maka dapat kita tarik kesimpulan bahwa Imam Safari ini adalah orang fasik. Kembali kepada QS. Al-Hujurat ayat 6, di sini dijelaskan bahwa bila orang fasik membawa suatu berita, maka harus diperiksa dengan teliti si pembawa berita ini,” terang Irena dalam rilis tertulis yang dibagikan kepada pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena menegaskan, jika Diki mengerti tentang perintah Allah terkait dengan sebuah kesaksian, seharusnya Imam Safari yang mengaku telah melihat dirinya di sebuah gereja di Singapura, dituntut untuk mengajukan tiga orang saksi lainnya yang melihat bersama-sama dan pada waktu bersamaan terkait tuduhan tersebut.”Saya heran dengan sikap Diki. Apalah saya ini yang cuma seorang nenek tua, dituduh sedemikian rupa,” ujar Irena lirih, dalam konferensi Pers di Crowne Plaza, Rabu (1/7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi pernyataan Irena, Diki Candra dalam rilis yang disebarkan kepada media massa mengatakan,”jika Irena cs menyatakan seharusnya ARIMATEA tabayyun langsung ke Irena Handono, maka dalam menghadapi laporan sejenis ini ARIMATEA sudah dan akan melakukan cara tabayyun yang sebenarnya, yaitu menggali dulu informasi, kemudian datang ke Irena Handono untuk meminta klarifikasi atas pengaduan dan data-data yang telah ARIMATEA temukan,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait soal berita di blog ARIMATEA, Diki berkilah,”tidak terpikir oleh Sekjen ARIMATEA bahwa blog tersebut akan dibuka oleh semua pihak, selain oleh teman-teman ARIMATEA daerah. Jadi tidak benar tujuan blog tersebut dengan tujuan yang direncanakan untuk mendiskreditkan/pembunuhan karakter Irena Handono,”terang Diki dalam rilis yang dibagikan pada konferensi Pers di Rumah Makan Handayani, Matraman, Jakarta, Selasa (30/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa apa yang disebarluaskan oleh ARIMATEA sebagai fitnah tanpa bukti-bukti yang jelas, maka pada 7 Mei 2009 dengan didampingi kuasa hukumnya, secara resmi Irena Handono melaporkan Diki Candra dkk ke Mabes Polri atas tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik.”Kita  menempuh jalur hukum, karena fitnah yang disebarkan Diki sudah mengganggu aktivitas dakwah saya,” tegas Irena. Tiga hari setelah Irena mengajukan laporan ke Mabes Polri, artikel Hasil Investigasi terhadap Irena Handono dihapus dari blog ARIMATEA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain soal pernyataan Imam Safari yang tersebar luas, dalam jumpa pers pada Selasa (30/6), Diki Candra juga mengatakan bahwa dirinya mendapat informasi  bahwa Irena Handono memiliki tiga paspor dan tiga Kartu Tanda Penduduk.”Ini sedang kita investigasi terus,” kata Diki yang mengaku akan melakukan investigasi ke imigrasi dan ke gereja di Singapura pada bulan Juli ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah Irena memiliki tiga paspor dan tiga KTP? ”Ini fitnah. Kalau dia mengatakan Irena memiliki tiga paspor, berarti dia telah menuduh pihak imigrasi melakukan pemalsuan. Ini bisa kena kasus hukum lagi,” ujar Muhammad Ihsan, kuasa hukum Irena. “Silakan dibuktikan. Jangan belum benar infonya sudah disebar ke publik! Apa yang dia katakan selalu katanya-katanya, tidak ada faktanya,” tegas Ihsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jumpa pers Irena Center yang dihadiri oleh KH Sulaiman Zachawerus (Garda Umat Islam), KH A Cholil Ridwan (MUI), Nurdiati Akma (Muslimah Peduli Umat), dan tokoh Islam lainnya, Irena Handono menegaskan dirinya sangat heran dengan apa yang dituduhkan oleh Diki Candra. Apalagi, kata Irena, sebelumnya Diki juga pernah bermasalah dengan Tim FAKTA (Forum Anti Pemurtadan) yang dipimpin oleh Abu Deedat Syihabuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mubahalah pun Terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH Athian Ali M Dai bisa jadi orang yang sangat tegang ketika mubahalah antara Irena Handono vs Diki Candra terjadi. Maklum, kiai yang cukup disegani di kalangan umat Islam Bandung ini diminta oleh kedua belah pihak untuk menjadi mediator dalam proses mubahalah.”Sungguh ini sangat berat bagi saya. Selama dakwah saya, baru kali ini saya memimpin dan menyaksikan proses mubahalah. Pertanggungjawabannya di hadapan Allah sangat besar. Karena sebagai mediator, saya harus berlaku seadil-adilnya,” ujar Kiai Athian dengan nada suara bergetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mubahalah berlangsung, dihadapan ratusan jamaah, Kiai Athian menjelaskan kronologis peristiwa, termasuk menelaah setiap informasi terkait kasus ini. Dari kedua belah pihak, Athian mendapatkan data-data persoalan ini. Ia juga sudah mempertemukan Irena dan Diki sebelumnya agar bisa tercapai ishlah.”Saran untuk tercapainya Ishlah sudah kita ajukan. Tapi tidak tercapai. Karena siapa yang salah dan siapa yang benar tidak bisa dibuktikan oleh manusia, maka mubahalah pun menjadi pilihan terakhir,” kata Kiai yang juga pernah menjadi mediator ishlah antara Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dan Ustadz Ja’far Umar Thalib ini.”Mubahalah terjadi agar Allah menunjukan siapa orang munafik di sekeliling kita,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, Kiai Athian menyatakan bahwa mubahalah terjadi antara Irena Handono dengan Imam Safari dan Diki Candra. Namun, sampai acara mubahalah akan dilangsungkan, Imam Safari yang telah menyebarkan berita negatif tentang Irena tak juga menunjukan batang hidungnya.”Karena Imam Safari tidak datang, maka benarlah dugaan selama ini bahwa Imam Safari itu makhluk ghaib,” kata Athian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, baik kepada Athian maupun dihadapan pers, sebelumnya Imam Safari pernah menyatakan bahwa dirinya siap bermubahalah.”Bahkan dia pernah mengatakan, kalau ada sumpah yang lebih di atas mubahalah pun dia siap,” ujar Athian yang terlihat kecewa dengan ketidakhadiran Imam Safari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, beberapa saat sebelum adzan Zuhur, mubahalah pun berlangsung. Jamaah yang sudah semakin sesak larut dalam ketegangan dan haru. Irena Handono duduk di hadapan hadirin dengan membawa anak-anak, suami, menantu, dan cucu.”Sesuai dengan apa yang dilakukan Nabi, saya membawa keluarga saya. Termasuk cucu saya yang baru berumur satu bulan. Saya siap mengundang laknat Allah jika saya berdusta,” tegas Irena sebelum sumpah mubahalah dibacakan. Sedangkan Diki Candra yang juga duduk dihadapan hadirin, hanya membawa satu orang istrinya saja dan beberapa pengurus ARIMATEA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua teks mubahalah pun dibagikan oleh Kiai Athian kepada kedua belah pihak. Diki Candra mendapat kesempatan pertama untuk membacakan. Sebelum teks mubahalah dibacakan, Diki yang dalam pernyataan persnya menyatakan siap bermubahalah terhadap ”apa yang ia ketahui” meminta waktu kepada Kiai Athian untuk mengoreksi teks tersebut. Namun, Kiai Athian tetap meminta Diki membacakan teks tersebut, tanpa koreksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diki membacakan teks mubahalah dengan didahului bersumpah atas nama Allah dan memohon laknat jika dirinya berdusta. Begitupun Irena Handono yang mendapat giliran selanjutnya menyatakan hal serupa. Saat pembacaan mubahalah, suasana hening. Jamaah yang hadir nampak tegang. Usai keduanya membacakan sumpah mubahalah, pekik takbir pun menggema di masjid tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH A Cholil Ridwan yang hadir sebagai utusan Majelis Ulama Indonesia menutup acara dengan doa yang mengharukan. Dengan mata berkaca-kaca dan suara bergetar, Kiai Cholil memanjatkan doa agar Allah SWT menunjukan kebenaran dan menjauhkan umat Islam dari orang-orang munafik. Sebelumnya, Kiai Cholil menyatakan, mubahalah adalah solusi final untuk mengungkap kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mubahalah berasal dari kata bahlah atau buhlah yang bermakna kutukan atau laknat. Mubahalah menurut istilah adalah dua pihak yang saling memohon dan berdoa kepada Allah supaya menurunkan laknat dan membinasakan pihak yang bathil atau mendustai kebenaran. Mubahalah berlangsung antar kedua belah pihak dengan membawa keluarga masing-masing dan disaksikan oleh kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa mubahalah pernah dilakukan oleh Rasulullah saw terhadap pendeta dari Najran pada tahun ke-9 Hijriyah, seperti disebutkan dalam surah Ali-Imran ayat 61.”Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu. Kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita meminta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, pada tahun 1930-an, A Hassan, tokoh Persatuan Islam (Persis) juga pernah menantang kelompok Ahmadiyah untuk bermubahalah. Namun tantangan mubahalah itu tak pernah berani dilakukan oleh Ahmadiyah sampai saat ini. Meski begitu, nabi palsu yang juga pentolan Ahmadiyah Mirza Ghulam Ahmad pernah melakukan mubahalah yang berakibat pada tewasnya Mirza Ghulam Ahmad dalam keadaan sakit parah di tempat buang hajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi kasus Irena Handono vs Diki Candra, sudah seharusnya umat Islam mengambil pelajaran, bahwa setiap tuduhan yang dilakukan terhadap siapa pun, apalagi terhadap aktivis dakwah, harus dibuktikan dengan standar syariat. Jika pembuktian manusia tidak bisa dilakukan, maka mubahalah adalah pilihan terakhir untuk menghilangkan fitnah dan menunjukkan siapa yang berdusta. Wallahu a’lam. (Arta/voa-Islam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2009/07/07/154/mubahalah-irena-handono-vs-diki-candra/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-7339810862911000872?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/7339810862911000872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/mubahalah-irena-handono-vs-diki-candra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/7339810862911000872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/7339810862911000872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/mubahalah-irena-handono-vs-diki-candra.html' title='Mubahalah Irena Handono vs Diki Candra'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-9069492024762291781</id><published>2009-07-07T09:12:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T09:19:34.433-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dokumentasi'/><title type='text'>Siapa Imam Safari?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/hair.jpg&amp;h=235&amp;w=355&amp;zc=1"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 118px;" src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/hair.jpg&amp;h=235&amp;w=355&amp;zc=1" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2009/07/07/162/siapa-imam-safari/"&gt;Siapa Imam Safari?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengaku sebagai aktivis lintas agama. Dekat dengan kalangan Kristen, terutama pimpinan Partai Damai Sejahtera (PDS), Ruyandi Hutasoit. Berawal dari pengakuan Imam, mubahalah antara Irena vs Diki Candra pun terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena Handono tak habis pikir, kiprah dakwahnya selama ini membina para muallaf dan menghadang gerakan Kristenisasi, masih ternodai dengan adanya berita miring yang menyebutkan dirinya berada di sebuah gereja di Singapura. “Fitnah itu begitu menyakitkan buat saya. Banyak jamaah saya yang bertanya-tanya, apa benar berita itu?” kata Irena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Imam Safari, pria muda berkulit legam yang kerap mengenakan sarung dan kopiah putih, yang menjadi awal sengkarut berita miring tentang Irena. Pada tahun 2007, tanpa menyebutkan hari, tanggal, dan tempat yang spesifik, Imam mengaku pernah melihat Irena Handono berada di sebuah gereja di Singpura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan Imam dituangkan dalam sebuah surat pernyataan tertanggal13 September 2008 yang disaksikan oleh beberapa orang saksi, diantaranya Sekjen Forum ARIMATEA, Diki Candra. Pernyataan Imam kemudian muncul diblog resmi ARIMATEA dan menyebar dari mulut ke mulut. Berita tentang Irena pun tersebar luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Imam Safari? Dihadapan pers, pria yang mengaku bernama Imam Safari ini mengatakan dirinya asli dari Betawi. Ia juga mengaku mengaji dengan seorang habib terkenal di bilangan Bukit Duri, Jakarta Selatan. Kegiatannya melakukan investigasi terhadap gerakan kristenisasi diakuinya terinspirasi dari Habib Idrus Jamalulail, seorang habib yang dikenal sangat vokal menyikapi kebijakan pemerintah. Sayang, ketika wartawan meminta menunjukan kartu identitas dirinya, Imam tak memperlihatkan. Hanya Diki Candra yang menjawab bahwa identitas Imam sudah ada di ARIMATEA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melakukan aktivitasnya, Imam mengaku menggunakan dana pribadi. Kepada pers, ia mengaku bisa menyusup ke kalangan Kristen sebagai aktivis lintas agama. “Di kalangan Kristen saya tidak dikenal dengan nama Imam Safari, “ujarnya. Dalam pernyataannya, seperti dikutip Majalah Sabili edisi 23 th XVI, 4 Juni 2009, Ketua Umum ARIMATEA Habib Muhsin Ahmad Alatas mengatakan bahwa Imam adalah kader Islam Liberal dari kalangan NU yang sering ke luar masuk Singapura bersama Ruyandi Hutasoit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dikenal sebagai aktivis lintas agama, Imam mengaku dekat dengan Ketua Umum Partai Damai Sejahtera (PDS) Ruyandi Hutasoit. Bahkan, menurut pengakuannya, pada pemilu legislatif lalu, ia menjadi juru kampanye PDS.”Saya bahkan bisa masuk ke ruangan Pak Ruyandi Hutasoit dengan bebas,” katanya.&lt;br /&gt;Pada tahun 2007, Imam mengaku mendapat undangan dari seorang tokoh Kristen untuk hadir pada sebuah acara Perjamuan Kudus di sebuah gereja di Singapura. Melalui jalur laut via Batam, ia tiba di negeri singa itu. Di luar gereja, Imam mengaku melihat Irena Handono dengan pakaian biarawati dan berkalung salib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar surat pernyataan, kepada pers Imam bahkan mengatakan bahwa dirinya melihat Irena menyampaikan khutbah di dalam gereja tersebut. “Jarak saya sangat dekat, sekitar 3-5 baris,” ujarnya sambil mengatakan bahwa ketika dirinya melihat orang yang ia sebut sebagai Irena Handono sedang berkhutbah, orang itu memalingkan muka dari pandangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hadapan media massa, Imam juga mengaku pernah mendatangani sebuah gereja di Malang, dan disitu tercatat Irena Handono sebagai jemaat gereja tersebut. Ia juga pernah mendengar pernyataan seorang tokoh Kristen bahwa Irena adalah biarawati yang sedang disusupkan ke tengah-tengah umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada media massa, Imam mengaku siap mempertanggungjawaban apa yang ia ucapkan. Bahkan, jika ada sumpah di atas mubahalah pun, katanya, ia siap melakukan. Namun sayang, omongan Imam tak sesuai dengan kenyataan. Sampai hari pelaksanaan mubahalah, ia tak jelas dimana rimbanya. Dalam jumpa pers pun, dengan alasan keamana, Imam tak mau diambil gambar oleh wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, kesaksian Imam sangat lemah, karena tidak berdasarkan saksi-saksi lainnya. Apalagi, ia pun tak bisa menunjukan bukti-bukti primer, seperti foto, rekaman video, dan lain sebagainya. Ironisnya, meski kesaksiannya tak disertai data-data kongkret, ia berani mengumbar berita miring tentang Irena Handono ke depan publik. ”Sebagai orang yang menyebarkan berita tentang kesaksian Imam, sudah seharusnya Diki menghadirkan Imam Safari, bukan begitu saja melepaskannya,” ujar Yudi, kerabat dekat Irena Handono yang hadir dalam mubahalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH Athian Ali M Dai meminta umat Islam hati-hati dalam menyikapi kasus ini. Karena, bisa jadi ada pihak ketiga yang mengambil keuntungan untuk memperlemah perjuangan umat Islam. Apalagi, Imam sebagai orang yang bertanggungjawab menyebarkan berita miring tentang Irena, sampai saat ini masih ghaib alias tak jelas keberadaannya. (Arta/voa-islam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2009/07/07/162/siapa-imam-safari/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-9069492024762291781?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/9069492024762291781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/siapa-imam-safari.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/9069492024762291781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/9069492024762291781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/siapa-imam-safari.html' title='Siapa Imam Safari?'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-1903875426119847349</id><published>2009-07-05T19:41:00.001-07:00</published><updated>2009-07-05T19:45:20.215-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dokumentasi'/><title type='text'>Prosesi Mubahalah Dihadiri Ribuan Umat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SlFlA2Aj9dI/AAAAAAAAADs/D9NW3DNpWow/s1600-h/Scan10010.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 212px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SlFlA2Aj9dI/AAAAAAAAADs/D9NW3DNpWow/s400/Scan10010.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355172497092507090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, 06 Juli 2009 pukul 01:40:00&lt;br /&gt;Prosesi Mubahalah Dihadiri Ribuan Umat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REPUBLIKA-BANDUNG -- Perseteruan antara Ustadzah Irena Handono dengan Ketua Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Akidah Terpadu Efektif dan Aktual (Arimatea), Diki Chandra akhirnya benar-benar diselesaikan melalui mubahalah . Keduanya mengucap sumpah dan meminta kepada Allah SWT untuk menurunkan azab atau laknat bagi pihak yang bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa langka itu digelar di Masjid al-Fajr Cijagra, kota Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (4/7) dan dihadiri ribuan umat Islam. Proses  mubahalah yang difasilitasi Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) itu dipimpin KH Athian Ali Muhammad Dai.  Mubahalah merupakan perangkat sumpah tertinggi dalam Islam yang dapat dilakukan untuk memperoleh kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesi  mubahalah itu dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan dibuka dengan pemaparan kronologi perseteruan yang dialami Irena dan Diki oleh Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI), KH Athian Ali M Dai. Prosesi mubahalah juga disaksikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Ridwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perseteruan antara Diki dan Irena bermula dari surat pernyataan seseorang yang bernama Imam Safari. Pada tanggal 13 September 2008, Imam menandatangani sebuah surat pernyataan yang menyatakan telah melihat Irena pada 2007 di sebuah gereja di Singapura, berbusana biarawati dan berkalung salib. Surat pernyataan itu pun dipublikasikan di laman web Arimatea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya terlibat perseteruan yang tak kunjung selesai. Pihak bersengketa itu akhirnya memutuskan melakukan  mubahalah. . Sebelum mubahalah dimulai, Irena mengatakan membawa serta seluruh keluarganya, termasuk dua cucunya. Sedangkan Diki menyebutkan hanya membawa istri saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sumpahnya, Irena mengatakan dirinya tidak melakukan perbuatan seperti yang dituduhkan. Jika berdusta, dirinya beserta seluruh keluarga siap dilaknat Allah. Sumpah serupa juga diucapkan Diki. Ia mengaku siap diberi Azab oleh Allah SWT jika terbukti berdusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Saya merasa lega. Tinggal berserah diri kepada Allah SWT saja,'' ujar Irena seusai mengucap sumpah. Sementara itu, Diki mengaku dirinya ber- mubahalah bukan karena telah membuat pernyataan yang menuding Irena menggunakan baju biarawati. Tapi, dirinya bermubahalah karena tidak bisa mendatangkan Imam Safari. ''Semuanya saya serahkan pada Allah,'' tutur Diki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua MUI, KH Cholil Ridwan, mengatakan, mubahalah merupakan tingkatan sumpah tertinggi dalam Islam. Secara sunnah, mubahalah pernah dilakukan oleh Rasul. "Terus terang baru sekali ini saya menyaksikannya, meski berat, kami berkewajiban memfasilitasinya," tutur Kiai Athian.  rfa&lt;br /&gt;(-)&lt;br /&gt;Index Koran&lt;br /&gt;http://republika.co.id/koran/14/60304/Prosesi_I_Mubahalah_I_Dihadiri_Ribuan_Umat&lt;a href="http://republika.co.id/koran/14/60304/Prosesi_I_Mubahalah_I_Dihadiri_Ribuan_Umat"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-1903875426119847349?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/1903875426119847349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/prosesi-mubahalah-dihadiri-ribuan-umat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/1903875426119847349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/1903875426119847349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/prosesi-mubahalah-dihadiri-ribuan-umat.html' title='Prosesi Mubahalah Dihadiri Ribuan Umat'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SlFlA2Aj9dI/AAAAAAAAADs/D9NW3DNpWow/s72-c/Scan10010.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-7107847629654465623</id><published>2009-07-05T19:15:00.000-07:00</published><updated>2009-07-05T19:17:28.059-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dokumentasi'/><title type='text'>Kronologi Polemik Diki Candra- Irena Handono</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.alhikmahonline.com/images/stories/berita/diki-irena.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 114px;" src="http://www.alhikmahonline.com/images/stories/berita/diki-irena.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kronologi Polemik Diki Candra- Irena Handono&lt;br /&gt;Ditulis Oleh Administrator   &lt;br /&gt;Saturday, 04 July 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.alhikmahonline.com/content/view/367/15/"&gt;&lt;/a&gt;ALHIKMAHONLINE.COM— Polemik Sekjen Arimatea, Diki Candra dengan Hj. Irena Handono mencuat ke publik sejak awal tahun 2009 lalu. Berikut kronologi kejadian yang dihimpun Alhikmahonline dari berbagai sumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 10 September 2008 sesuai pengakuan Dzulkifli Nur, penanggung jawab Arimatea, bahwa dirinya ketika berada di Wisma Muallaf Bintaro Utama Jaya Sek. 9 Pondok Aren Tanggerang Banten, didatangi oleh seorang tamu bernama Imam Safari yang datang dari Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Safari yang mengaku kenal dekat dengan Diki Candra ini kemudian menginap selama 6 hari di Wisma tersebut. Pada hari kedua, Imam Safari mengemukakan kepada Dzulkifli bahwa saat dirinya diundang oleh gereja di Singapura secara tidak sengaja ia melihat seorang wanita yang diyakini Irena Handono. Ia (Irena Handono_red) berpakaian layaknya biarawati dan mengenakan kalung salib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menguatkan keyakinannya, Imam Safari bertanya ke salah satu jemaat di gereja tentang siapa wanita yang dilihatnya tersebut. Sang Jemaat menjawab bahwa  wanita itu Irena Handono dari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari ketiga, Imam Safari diperintahkan Diki Candra untuk menghadap 7 pengurus Arimatea yang ada saat itu untuk bersumpah atas apa yang telah ia lihat. Tidak hanya sampai di situ, Imam safari pun diminta untuk menulis surat pernyataannya yang ditandatangani di atas materai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi hal tersebut Diki Candra membentuk tim penyelidikan untuk membuktikan kebenaran tersebut dan meminta untuk merahasiakan kasus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, di akhir Desember 2008 saat penyelidikan Arimatea masih berjalan, kasus tersebut bocor kepada seseorang yang bukan dari kelompok tim investigasi Arimatea, dan bukan pula anggota Arimatea. Kebocoran kasus ini diduga terjadi di Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arimatea Bali sekitar bulan Januari 2009 mengundang tim Arimatea pusat untuk menjadi pembicara. Dan di saat yang sama Irena Handono juga turut datang mengisi ceramah di Bali. Pada saat ceramah itulah Irena Handono ditanya salah seorang jamaah tentang kebenaran isu yang menyebutkan Irena menghadiri pertemuan gereja di Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita ini terus membesar laksana buliran salju yang menggelinding, hingga akhirnya Irena melaporkan Diki Candra ke Mabes Polri, tanggal 7 April 2009, dengan laporan pengaduan (LP) tindak pidana Fitnah dan pencemaran nama baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31 Mei 2009 sekitar jam 20.30 WIB, Irena menyambangi KH. Athian Ali di kediamannya, bilangan Cijagra, Bandung, guna menyampaikan laporannya. Keesokan harinya 1 Juni 2009, giliran Diki Candra menghadap KH. Athian Ali untuk menyampaikan hal serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua Minggu kemudian, 11 Juni 2009, Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) yang diketuai KH. Athian Ali, berhasil memfasilitasi pertemuan Irena Handono dengan Diki Candra guna mencari titik temu permasalahan. Dari pertemuan ini kemudian disepakati bahwa Diki Candra menyanggupi permintaan Irena Handono untuk mendatangkan Imam Safari selama seminggu, atau hingga tanggal 18 juni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam rentang waktu yang disepakati Diki Candra berhasil menghadirkan Imam Safari, maka akan diadakan mubahalah antara Irena Handono dengan Imam Safari, sekaligus islah antara Irena Handono dengan Diki Candra.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah seminggu berlalu Diki Candra berhasil menemukan Imam Safari dan mempertemukannya dengan KH. Athian Ali. Maka, pada tanggal 4 Juli 2009, sesuai kesepakatan kedua belah pihak, diadakanlah mubahalah antara Irena Handono dan Imam Safari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, Imam Safari kemudian tidak hadir. Akhirnya, Diki Candra lah yang melakukan Mubahalah dengan Irena Handono, dihadapan KH. Athian Ali M. Da’i, Ketua MUI KH Cholil Ridwan, dengan disaksikan ribuan umat Islam di Masjid Cijagra Bandung, hari ini, Sabtu, 4 Juli 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(M. Yasin/alhikmahonline.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-7107847629654465623?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/7107847629654465623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/kronologi-polemik-diki-candra-irena.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/7107847629654465623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/7107847629654465623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/kronologi-polemik-diki-candra-irena.html' title='Kronologi Polemik Diki Candra- Irena Handono'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-5282416161170945316</id><published>2009-07-05T19:11:00.000-07:00</published><updated>2009-07-05T19:13:03.111-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dokumentasi'/><title type='text'>KH. Cholil Ridwan: Diki Candra Tidak Tsiqah di Mata Saya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.alhikmahonline.com/images/stories/berita/KHALIL.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 247px;" src="http://www.alhikmahonline.com/images/stories/berita/KHALIL.JPG" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.alhikmahonline.com/content/view/365/15/"&gt;&lt;/a&gt;KH. Cholil Ridwan: Diki Candra Tidak Tsiqah di Mata Saya &lt;br /&gt;Ditulis Oleh Administrator   &lt;br /&gt;Saturday, 04 July 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALHIKMAHONLINE.COM— Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Cholil Ridwan, menilai Diki Candra sebagai orang yang tidak Tsiqah (tidak kuat). Hal ini terungkap saat Jumpa Pers KH. Cholil Ridwan, di Mesjid Al-Fajr, Jl. Cijagra, Bandung, usai prosesi Mubahalah antara Irena Handono dan Diki Candra, Sabtu (4/7). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kesaksian mantan pengurus Arimatea  di kantor MUI pusat tentang sifat negatif Diki Candra menyebabkan ia (KH Cholil Ridwan) menilai Diki sebagai orang yang tidak Tsiqah (tidak kuat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH. Cholil Ridwan mengaku pernah bertemu dengan dengan tokoh kristolog senior bernama Abu Yamin Rohan. Yamin bercerita dihadapan Cholil Ridwan, bahwa ia bertemu dengan pemuda bernama Diki Candra, dan sepakat membuat organisasi semacam tempat pelatihan kristologi yang kemudian diberi nama oleh Yamin, Arimatea. Yamin lantas memerintahkan rekan-rekannya untuk ikut bergabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun berjalan, tutur Cholil, Yamin sering terganggu dengan kedatangan Diki Candra ke rumahnya yang selalu meminta dana. Yamin kemudian berkesimpulan bahwa Diki tidak jujur. Yamin menyatakan keluar dari Arimatea dan tidak ingin dikaitkan lagi dengan Arimatea. Keluarnya Yamin dari Arimatea disusul oleh rekan-rekannya yang dulu direkrut Yamin untuk bergabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan Abu Yamin Rohan ini telah direkam dan ditranskip dalam bentuk teks oleh KH. Cholil Ridwan beserta kesaksian lainnya, seperti dari Hamzah dan Joni Sebastian yang mengatakan Diki Candra pembohong dan jarang shalat. Data ini rencananya akan diberikan kepada KH. Athian Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan demikian Diki tidak tsiqah di mata saya, kalau dalam periwayatan hadits itu berarti dhaif,” ungkap KH Cholil Ridwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, tambah Cholil, ia beserta tokoh ulama dan ormas Islam lainnya akan mengeluarkan surat bersama yang menghimbau umat Islam untuk tidak melakukan kontak dengan Arimatea dan Diki Candra, selama proses penyidikan Mabes Polri selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut ditempuh dengan harapan proses penyidikan Mabes Polri tidak terganggu dan tidak ada penyebaran isu yang simpang siur. Penyidikan mabes Polri sendiri dilakukan atas laporan dari Irena Handono terkait dengan kasus pencemaran nama baik. Namun, KH Cholil Ridwan di dalam surat tersebut mengaku tidak akan mengatasnamakan MUI Pusat, melainkan sebagai pimpinan pesantren yang ia pimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(M.Yasin/Alhikmahonline)&lt;br /&gt;http://www.alhikmahonline.com/content/view/365/15/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-5282416161170945316?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/5282416161170945316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/kh-cholil-ridwan-diki-candra-tidak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/5282416161170945316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/5282416161170945316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/kh-cholil-ridwan-diki-candra-tidak.html' title='KH. Cholil Ridwan: Diki Candra Tidak Tsiqah di Mata Saya'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-4798925192762104358</id><published>2009-07-05T19:07:00.000-07:00</published><updated>2009-07-05T19:09:55.374-07:00</updated><title type='text'>Imam Safari tak Datang, Mubahalah tetap Jalan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.alhikmahonline.com/images/stories/berita/P1120129.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 271px; height: 225px;" src="http://www.alhikmahonline.com/images/stories/berita/P1120129.JPG" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.alhikmahonline.com/content/view/364/15/"&gt;Imam Safari tak Datang, Mubahalah tetap Jalan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ditulis Oleh Administrator   &lt;br /&gt;Saturday, 04 July 2009 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALHIKMAHONLINE.COM— Ketidakhadiran Imam Safari sebagai saksi kunci tak membuat prosesi Mubahalah batal. Bertempat di Masjid Al-Fajr, Cijagra, Bandung, Sabtu (4/7), Mubahalah akhirnya dilangsungkan antara Irena Handono dan Diki Candra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana tegang mewarnai seisi masjid Al-Fajr, Jl Cijagra, Bandung, saat detik-detik menjelang mubahalah antara Irena Handono dan Diki Candra berlangsung, Sabtu menjelang siang (4/7). Bahkan KH. Athian Ali M. Da’i yang memfasilitasi mubahalah sempat berkata terbata-bata menjelang mubahalah. “Terus terang saya belum pernah mengambil sebuah keputusan dalam waktu yang lama kecuali dalam urusan yang satu ini,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH. Athian melanjutkan,”Saya lama merenung dan mohon petunjuk Allah. Ini tentu merupakan tugas yang sangat berat, karena saya akan melakukan sesuatu yang sangat menentukan, dan saya harus mempertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT kelak di yaumil akhir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI), KH. Athian Ali M. Da’i dan Sekjen FUUI ustadz Hedi Muhammad sebagai fasilitator, hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH. Cholil Ridwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mubahalah yang sedianya berlangsung antara Irena Handono dengan Imam Safari (saksi mata) ternyata tidak bisa dilaksanakan. Padahal Imam Safari, menurut pengakuan Diki Candra, telah ditemukan dan bersedia bermubahalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diki Candra sendiri mengaku tidak akan menahan dan tidak akan menyuruh Imam Safari untuk hadir dalam mubahalah. Ia beralasan hanya membantu bukan menghadirkan Imam Safari. “Belum termasuk banyaknya manuver Irena bahwa mubahalah akan berlangsung antara Irena dengan Diki,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ketidak hadiran Imam Safari sebagai saksi kunci, maka mubahalah berlangsung antara Irena Handono dengan Diki Candra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mubahalah tersebut Diki Candra hadir beserta salah seorang Istrinya dan tiga pengurus Arimatea. Mereka duduk di kursi sebelah kiri fasilitator, yang terdiri dari ketua FUUI KH. Athian Ali M. Da’i, beserta Sekjen FUUI, Hedi Muhammad dan Ketua MUI pusat KH. Cholil Ridwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pihak Irena Handono hadir beserta suami, tiga anak, dua cucu (yang satu usianya satu bulan) beserta menantunya. Mereka duduk di kursi sebelah kanan fasilitator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diki Candra yang mendapat giliran pertama tidak langsung membacakan mubahalah, tapi terlebih dahulu menuturkan alasannya bermubahalah. Ia menyangkal anggapan Irena bahwa Imam Safari tokoh fiktif. Bahkan Diki mengaku tidak paham di Singapura itu benar atau tidak karena dirinya bukan saksi mata. Kontan saja ungkapan Diki disoraki hadirin dan langsung ditegur KH. Athian Ali Karena dinilai mengulur waktu dalam membacakan sumpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mendapat teguran, Diki langsung membacakan sumpah yang telah disediakan secara tertulis oleh FUUI. “Wallahi, Apa yang saya beritakan yang bersumber dari kesaksian Imam safari tentang Irena Handono itu benar dan bukan fitnah dari saya. Saya memohon kepada Allah SWT untuk menunjukan bahwa saya yang benar, dengan menimpakan laknat kepada Irena Handono dan keluarganya. Dan jika saya yang tidak benar, maka saya dan keluarga saya siap dilaknat oleh Allah SWT. Amin”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena Handono yang mendapat giliran kemudian, dengan suara yang lebih lantang dan menggebu membacakan sumpah serupa.  “Wallahi, apa yang diberitakan Diki candra yang katanya bersumber dari kesaksian Imam Safari itu tidak benar dan fitnah. Saya memohon kepada Allah SWT untuk menunjukan bahwa yang diberitakannya itu tidak benar dengan menimpakan laknatnya kepada Diki Candra dan keluarganya. Dan jika saya tidak benar maka saya dan keluarga saya siap dilaknat Allah SWT.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mubahalah ini diakhiri dengan doa KH Cholil Ridwan yang menyentuh, dan iringan gema takbir KH Athian Ali beserta ribuan umat Islam yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(M.Yasin/alhikmahonline) &lt;br /&gt;http://www.alhikmahonline.com/content/view/364/15/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-4798925192762104358?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/4798925192762104358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/imam-safari-tak-datang-mubahalah-tetap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/4798925192762104358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/4798925192762104358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/imam-safari-tak-datang-mubahalah-tetap.html' title='Imam Safari tak Datang, Mubahalah tetap Jalan'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-2282789416083127696</id><published>2009-07-05T19:02:00.000-07:00</published><updated>2009-07-05T19:06:35.691-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dokumentasi'/><title type='text'>Perang Selebaran Jelang Mubahalah</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.alhikmahonline.com/content/view/363/15/"&gt;Perang Selebaran Jelang Mubahalah &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ditulis Oleh Administrator   &lt;br /&gt;Saturday, 04 July 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALHIKMAHONLINE.COM— Beberapa saat menjelang Mubahalah antara Hj. Irena Handono dan Diki Candra (Sekjen Forum Arimatea) berlangsung di Masjid Al-Fajr, Cijagra, Bandung, Sabtu pagi (4/7), perang selebaran terjadi di antara kedua belah pihak. Ribuan umat Islam hadir dalam perhelatan langka yang difasilitasi Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) Pimpinan KH. Athian Ali M. Da’i ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.alhikmahonline.com/images/stories/berita/P1120088.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 223px;" src="http://www.alhikmahonline.com/images/stories/berita/P1120088.JPG" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diki Candra yang datang lebih awal, beserta keluarga dan beberapa rekannya membagi-bagikan dua buah selebaran dari Arimatea. Satu selebaran berisi pernyataan sikap Arimatea menyangkut ajakan mubahalah dari Irena Handono. Arimatea menganggap apapun alasannya, Irena Handono telah melanggar kesepakatan dengan mengundang wartawan pada Rabu 1 Juli 2009 lalu di Semanggi Jakarta Pusat , dan selalu mengalihkan pandangan ajakan Irena itu Mubahalah dengan Diki Candra, bukan dengan Imam Safari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selebaran lainnya berisi profil singkat perjalanan Arimatea selama 5 tahun (2003-2008), yang memperlihatkan sinergi Arimate dengan berbagai ormas Islam, antara lain: NU, Muhammadiyah, Dewan Da’wah, Ikhwanul Muslimin, Persis, Wahdah Islamiyyah dan Ormas Islam lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.alhikmahonline.com/images/stories/berita/P1120105.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 283px;" src="http://www.alhikmahonline.com/images/stories/berita/P1120105.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di selebaran dari tim Irena Centre tertulis judul tulisan ”Diki Candra Aktor Intelektual Sekaligus Pelaku Fitnah terhadap Hj. Irena Handono”. Tulisan tersebut  diakhiri dengan kalimat, ”Hanya pendusta dan kaum munafik yang menolak mubahalah karena mulutnya penuh fitnah dan dusta.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mubahalah tersebut Irena Handono hadir beserta suami, tiga anaknya, dua cucu (yang satu usianya satu bulan) beserta menantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mubahalah sendiri menurut informasi  yang berhasil alhikmahonline himpun, berasal dari kata bahlah atau buhlah, yang bermakna kutukan atau melaknat. Mubahalah menurut istilah adalah dua pihak yang saling memohon dan berdoa kepada Allah supaya Allah melaknat dan membinasakan pihak yang batil atau menyalahi pihak kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa mubahalah pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw terhadap pendeta Kristen dari Najran pada tahun ke-9 Hijriah, sebagaimana disebutkan dalam Alquran Surat Ali Imron ayat 61.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la'nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta. (QS. Ali Imran/ 3:61)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mubahalah yang pernah diajukan oleh Rasul pada masa itu bukan karena kehabisan kata, tetapi untuk mencari titik puncak penyelesaian semua diskusi. Sebab tidak mungkin Islam mengakui ketuhanan al-Masih yang jelas-jelas manusia biasa dan Rasul Allah sementara kaum kristen Najran yang trinitas itupun tidak mau menerima konsepsi Tauhid Islam dan tetap mempertahankan keberhalaannya. Meskipun dalam hal ini Abu Haritsah bin 'alqamah (satu dari 3 orang pimpinan Najran) sebenarnya mengakui kebenaran Islam dan kenabian Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(M.yasin/alhikmahonline) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.alhikmahonline.com/content/view/363/15/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-2282789416083127696?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/2282789416083127696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/perang-selebaran-jelang-mubahalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/2282789416083127696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/2282789416083127696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/perang-selebaran-jelang-mubahalah.html' title='Perang Selebaran Jelang Mubahalah'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-7693850835936482013</id><published>2009-07-05T18:29:00.000-07:00</published><updated>2009-07-05T18:32:05.031-07:00</updated><title type='text'>KH Kholil Ridwan Bicara Soal Diki Chandra</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sabili.co.id/images/stories/fruit/kholilridwan-fiqisabili.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 176px;" src="http://sabili.co.id/images/stories/fruit/kholilridwan-fiqisabili.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH Kholil Ridwan Bicara Soal Diki Chandra&lt;br /&gt;SABILI Jumat, 03 Juli 2009 14:13 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Menguntungkan Kalau Berhadapan dengan MUI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan antara Diki Chandra dari ARIMATEA dengan Hj Irena Handono menyeret-nyeret MUI sebagai lembaga representasi umat. Diki Chandra menganggap MUI membela Irena Handono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sebenarnya yang terjadi antara MUI dan Diki Chandra?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana hubungan MUI dan ARIMATEA secara lembaga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut petikan wawancara Fiqi Listya dari Sabili dengan KH. Cholil Ridwan salah seorang Ketua MUI yang ditemui setelah acara konferensi pers Irena Handono Rabu, (1/7) di Hotel Crown Semanggi Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ARIMATEA dalam hal ini Diki Chandra, menganggap MUI seolah pilih kasih terhadap kasus Diki Chandra dan Irena Handono. Tanggapan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu kan ada acara seminar lokakarya. Acara itu jauh hari sebelum ada kasus Irena dan Diki Chandra mencuat. MUI rencananya memang mau mengundang ibu Irena sebagai narasumber. Kemudian, Arimatea datang ke acara lokakarya.&lt;br /&gt;Jadi MUI berniat mengklarifikasi dulu dengan beberapa orang yang mengatakan informasi miring dengan Diki Chandra bukan ARIMATEA-nya.&lt;br /&gt;Karena kesibukan masing-masing, rupanya tidak sempat. Tahu-tahu Lokakarya sudah harus jalan. Tapi, sebelum acara dimulai, Diki Chandra menyebar selebaran. Tapi kita tidak mempersalahkan.&lt;br /&gt;Ketika ibu Irena akan menyampaikan materinya, beliau (Irena) meminta waktu untuk menjelaskan kasusnya dengan Diki Chandra. Sekali lagi dengan Diki Chandra, bukan dengan ARIMATEA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti ini masalah Irena Handono dengan ARIMATEA secara lembaga atau Diki Chandra secara pribadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira ini dengan Diki Chandra. Hanya saja Diki Chandra menggunakan nama ARIMATEA. Kop surat yang digunakan untuk surat pernyataan Imam Safari kan kop surat ARIMATEA. Nah saya kok dilibatkan? Seolah-olah saya tidak adil. Kenapa saya tidak tabayun kepada Diki Chandra. Seharusnya kan yang tabayun itu dia dengan Ibu Irena.&lt;br /&gt;Coba Anda bayangkan, MUI sebagai lembaga tertinggi sebagai representasi umat, saya sebagai ketuanya, masa harus tabayun ke dia, kan seharusnya dia datang tabayun, mendengar ada berita tentang Ibu Irena keluar dari gereja dan sebagainya, tidak menulis diblog. Dia datang dong, kalau dia dengar bahwa Ibu Irena dikasih waktu ngomong, dia ya datang ke MUI, minta dikasih ngomong, bilang ‘Ibu Irena dikasih ngomong kok saya tidak’, nah tabayun kan namanya, tidak menyebarkan diblog. Berarti dia kan yang menambah fitnah. Kan tidak menguntungkan dia (Diki Chandra) kalau berhadapan dengan MUI. Kalau dia berada di pihak yang benar, mestinya dia tidak berhadapan dengan MUI. Diki Chandra seharusnya merangkul MUI, ya datanglah, masa saya yang datang ke dia.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan ARIMATEA dengan MUI sampai saat ini bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada apa-apa. Itu kan lembaga. Cuma memang Diki Chandra kemarin sengaja tidak kita undang karena ada informasi miring. Kita mau tabayun dulu. Cuma belum sempat tabayun, acara sudah berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti ini masalah antara Diki Chandra saja, tidak ada hubungannya dengan ARIMATEA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu kan nama ARIMATEA yang memberikan bukan Diki Chandra, pendirinya bukan dia. Jadi pendiri ARIMATEA itu Buya Abujamin Roham. Beliau setelah dua tahun Diki Chandra menjadi Sekjen, melihat Diki Chandra tidak beres, akhirnya beliau mengundurkan diri. Banyak yang mengundurkan diri, termasuk pendiri yayasan tersebut. Yang mendirikan bukan Diki Chandra. Paling tidak Diki Chandra hanya salah seorang, tapi tokohnya Buya Abujamin Roham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://sabili.co.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=245:kh-kholil-ridwan-bicara-soal-diki-chandra&amp;catid=83:wawancara&amp;Itemid=200&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-7693850835936482013?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/7693850835936482013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/kh-kholil-ridwan-bicara-soal-diki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/7693850835936482013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/7693850835936482013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/kh-kholil-ridwan-bicara-soal-diki.html' title='KH Kholil Ridwan Bicara Soal Diki Chandra'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-7597727016467834871</id><published>2009-07-05T18:28:00.000-07:00</published><updated>2009-07-05T18:48:20.115-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dokumentasi'/><title type='text'>FUUI Fasilitasi "Mubahallah" Irena Handono - Diki Chandra</title><content type='html'>Antara - Minggu, Juli 5&lt;br /&gt;Bandung (ANTARA) - Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) memfasilitasi pelaksanaan "Mubahallah" antara Ustadzah Irena Handono dengan Ketua Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif dan Aktual, Diki Chandra, Sabtu.&lt;br /&gt;ADVERTISEMENT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan cara muhaballah yang dipimpin oleh Ketua FUUI KH Athian Ali Muhammad Dai berlangsung di Mesjid Al-Fazri Jalan Cijagra Kota Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mubahallah merupakat perangkat sumpah tertinggi dalam Islam dan pekerjaan dalam syariat Islam yang dapat dilaksanakan untuk memperoleh kebenaran ketika tak satupun bisa membuktikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momen sumpah terberat yang jarang terjadi itu dilakukan atas permintaan Ny Irena yang merasa difitnah oleh Diki Chandra dan Imam Safari yang melaporkan ustadzah itu memakai pakaian lengkap dengan kalung bersimbol agama yang dianut sebelumnya oleh wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya, Ny Irene dan Diki Chandra mengucapkan sumpah "Demi Allah" untuk meminta laknat Allah SWT bila salah satu dari mereka salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Imam Safari yang dianggap menjadi pelapor kasus itu tidak hadir dalam acara mubahallah itu. Meski demikian Ny Irena tetap menyatakan siap "berhadapan" atau mubahallah dengan Diki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadir pada acara pemutusan hukum secara Islam itu Pengurus MUI dan Ketua Dewan Dakwah Islam KH Khalil Ridwan. Peristiwa langka itu disaksikan sekitar seribu jemaah Mesjid Al-Fajri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana mubahallah berlangsung sangat khidmat, hening dan menegangkan, Ny Irena didampingi oleh suami, tiga anak dan dua orang cucunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Diki Chandra didampingi oleh istri dan pengurus Arimatea, tanpa kehadiran anak. Pria itu membacakan sumpahnya lebih awal. Sebelumnya ia meminta perubahan redaksional sumpah terberat dalam hidupnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusul kemudian oleh sumpah oleh Ny Irena Handoyo yang saat itu mengenakan pakaian berwarna coklat muda dengan suara yang lantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan mubahallah itu dilakukan sekitar satu setengah jam mulai pukul 10.30 WIB berakhir pukul 12.15 WIB. Proses Mubahallah itu diakhiri dengan shalat Dzuhur berjamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mubahallah ini merupakan jalan terakhir yang diambil secara Islam untuk menyelesaikan sebuah isu fitnah dimana masing-masing tidak mau mengakui kesalahannya. Ini sumpah terberat namun harus dilakukan untuk menyelamatkan umat," kata KH Athian M Ali Dai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengakui peristiwa mubahallah ini merupakan yang pertama kali ditemuinya selama hidupnya. Ia mengaku terpaksa memfasilitasi mubahallah itu demi ketenangan umat dan menyelesaikan kasus yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami sudah meminta Diki menghadirkan dalam acara Mubahallah ini, namun ternyata tidak ada. Saya tidak yakin Imam Safari itu ada atau tidak ada, semuanya Allah yang maha mengetahui," kata Athian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Ny Irena seusai proses mubahallah itu, Ny Irena menyatakan lega karena bebannya selama ini sudah diselesaikan melalui mubahallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang saya lega," kata Ny Irena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Diki seusai prosesi itu memilih berdiskusi dengan beberapa pengurus Arematea dan bersama jamaah Masji Al Fajri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia, Kholil Ridwan menyebutkan Mubahallah peristiwa langka yang pernah terjadi di tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika ada yang berbohong maka yang bersangkutan dan seluruh keluarganya akan mendapat kutukan dari Allah SWT," kata Kholil Ridwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu, kata Kholil untuk meneguhkan pencarian kebenaran yang hakiki. Namun di lain pihak ia mendukung proses hukum yang tengah ditempuh dalam kasus dugaan fitnah dan pembunuhan karakter itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mubahallah adalah cara sesuai Islam, silakan saja proses hukum dilanjutkan karena itu hak masing-masing pihak," kata Kholil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Ketua FUUI, KH Athian berharap peristiwa langka mubahallah ini dilakukan hanya untuk mencari kebenaran hakiki dan hanya dilakukan untuk masalah-masalah berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus terang baru sekali ini saya menyaksikannya, meski berat kami berkewajiban memfasilitasi mubahallah ini," kata KH Athian menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.news.id.finroll.com/news/81751-____fuui-fasilitasi-"&gt;http://www.news.id.finroll.com/news/81751-____fuui-fasilitasi-&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/ext/share.php?sid=117618075515&amp;h=WRzPu&amp;u=-CA4V"&gt;http://www.facebook.com/ext/share.php?sid=117618075515&amp;h=WRzPu&amp;u=-CA4V&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-7597727016467834871?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/7597727016467834871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/fuui-fasilitasi-mubahallah-irena.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/7597727016467834871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/7597727016467834871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/fuui-fasilitasi-mubahallah-irena.html' title='FUUI Fasilitasi &quot;Mubahallah&quot; Irena Handono - Diki Chandra'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-6340726509069247212</id><published>2009-07-05T18:26:00.000-07:00</published><updated>2009-07-05T18:27:57.103-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dokumentasi'/><title type='text'>Irena Handono : Saya Siap Mubahallah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sabili.co.id/images/stories/image/irena-swarmuslim.net.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 89px;" src="http://sabili.co.id/images/stories/image/irena-swarmuslim.net.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena Handono : Saya Siap Mubahallah&lt;br /&gt;Rabu, 01 Juli 2009 10:27&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SABILI&lt;br /&gt;Maraknya pemberitaan yang mengatakan bahwa Irena Handono -mantan biarawati yang kini aktif dalam pembinaan mualaf- terlihat keluar dari gereja di Singapura, berpakaian lengkap bak biarawati, maka digelarlah konferensi pers untuk mengklarifikasi tuduhan tersebut. Acara yang diprakarsai oleh Kafala Komunika ini berlangsung Rabu (1/7) di Maroush Restaurant, Hotel Crown Semanggi Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini dihadiri oleh sejumlah ulama dan perwakilan organisasi dakwah seperti Ketua MUI KH.Cholil Ridwan, Ketua Garda Umat Islam KH. Sulaiman Zachawerus, Tokoh Daarut Tauhid Hj. Ningrum Maurice, Pimpinan Komunitas Cinta Illahi Ust. Kemal Faisal Ferik, Indonesian Comercial Jockey M. Dive Novio, dan ketua Tim Advokasi Irena Handono M. Ichsan, SH serta sejumlah ulama lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara bertajuk “Mengenal Mubahallah sebagai Perangkat Sumpah Tertinggi Dalam Islam, sebuah studi kasus atas fitnah ustadzah Hj. Irena Handono” ini digelar sebagai bentuk upaya penolakan Irena Handono atas fitnah yang menimpa dirinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selama ini, saya diam saja selama 150 hari”, ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga mengatakan siap bermubahallah kepada pihak-pihak yang memfitnah dirinya. “Ishlah hanya untuk orang-orang mukmin, jika kepada orang fasik kita dituntut untuk bermubahallah, itu kata Allah”, lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas saran dari beberapa ulama, ia juga mengajukan tuntutan ke pengadilan atas tuduhan pencemaran nama baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mubahallah tersebut direncanakan akan digelar di Sekretariat Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) di Bandung pada Sabtu, 4 Juli 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena Handono merupakan muslimah mantan biarawati yang kini aktif membina para muallaf melalui yayasannya Irena Center. Ia juga aktif menulis buku-buku mengenai upaya kristenisasi dan fitnah-fitnah yang menimpa Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena dituduh oleh Diki Chandra, sekretaris jenderal forum ARIMATEA sebagai ‘penyusup’. Tuduhan ini bermula dari pernyataan Imam Safari yang mengaku melihat Irena Handono keluar dari salah satu gereja di Singapura. Tanpa mengklarifikasi masalah ini kepada Irena Handono, Diki Chandra lalu mempublikasikan berita tersebut melalui weblog atas nama Forum ARIMATEA. (Fiqi Listya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://sabili.co.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=236:irena-handono--saya-siap-mubahallah&amp;catid=82:inkit&amp;Itemid=199&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-6340726509069247212?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/6340726509069247212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/irena-handono-saya-siap-mubahallah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/6340726509069247212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/6340726509069247212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/irena-handono-saya-siap-mubahallah.html' title='Irena Handono : Saya Siap Mubahallah'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-5401265113625668604</id><published>2009-07-05T18:12:00.000-07:00</published><updated>2009-07-05T18:18:21.696-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dokumentasi'/><title type='text'>Irena Handono Mengajak Diki Candra Mubahalah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/tokoh/irena-handono-edit.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 427px;" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/tokoh/irena-handono-edit.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ERAMUSLIM&lt;br /&gt;Rabu, 01/07/2009 15:20 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik antara Diki Candra dari lembaga Arimatea dengan Irena Handono sepertinya tak lagi bisa dibendung. Setelah kemarin kubu Diki melangsungkan konfrensi pers, hari ini (Rabu 1/7) kubu Irena yang mengundang wartawan untuk menyampaikan klarifikasi sekaligus penegasan soal langkah Irena untuk mengajak kubu Diki melakukan mubahalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mubahalah, menurut KH Khalil Ridwan yang turut hadir di acara ini, merupakan salah satu sunnah Rasulullah saw. ketika dua pihak yang berseteru ingin menentukan siapa yang benar. Dan masing-masing pihak menyertakan keluarga mereka untuk siap mendapat murka Allah berupa adzabNya jika ternyata berada di pihak yang salah. “Ini pernah dilakukan Rasulullah terhadap dua orang nashara dari Najran yang merasa bahwa Rasul salah dalam soal agama. Ternyata, dua orang Najran itu mengundurkan diri karena takut,” jelas Ustadz Khalil yang juga salah seorang ketua Majelis Ulama Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pihak Diki, seperti yang tergambar dalam rekaman video yang diputar di acara Irena ini, ajakan mubahalah ini siap untuk ia ikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedianya, mubahalah akan dilangsungkan pada tanggal 4 Juli mendatang di salah satu masjid di Bandung. Siap sebagai pengarah acara mubahalah ini adalah Ustadz Athian Ali yang sudah dikonfirmasi oleh pihak Irena Handono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kronologi konflik antara Diki Candra dengan Irena Handono yang keduanya sama-sama bergerak dalam lembaga kristologi dengan istitusi yang berbeda bermula dari surat pernyataan seseorang yang bernama Imam Safari. Pada tanggal 13 September 2008, Imam menandatangani sebuah surat pernyataan yang menyatakan bahwa ia melihat Irena Handono keluar dari sebuah gereja di Singapura dan mengenakan busana layaknya seorang biarawati. Dan surat pernyataan ini pun dipublikasi di website Arimatea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, berbagai pihak termasuk salah seorang pengurus Majelis Ulama Indonesia melakukan konfirmasi kepada Irena. Apa benar Irena murtad? Bahkan, tuduhan tidak sekedar itu, malah berkembang menjadi intrik-intrik. Bahwa, Irena dituduh sebagai penyusup dan mempunyai sebuah misi untuk sengaja dimasukkan ke dalam kelompok Islam oleh pihak-pihak tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat isu ini, beberapa mualaf yang memang sangat gandrung dengan ceramah-ceramah Irena Handono mulai mengalami goncangan. Bahkan, dua orang remaja yang baru masuk Islam, karena menemukan isu ini, dilaporkan kembali ke agama lama mereka alias murtad. “Akibat isu ini, saya dapat kabar bahwa dua remaja kembali ke agama lama mereka,” ujar Irena dengan nada miris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah seratus lima puluh hari pihak Irena diam terhadap tuduhan dan isu ini, akhirnya pada Mei lalu, tim pengacara Irena mengadukan Diki Candra selaku Sekjen Lembaga Arimatea dan seseorang yang bernama Imam Safari ke pihak polisi atas tuduhan pencemaran nama baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, beberapa pihak dari lembaga dakwah Islam juga melakukan tabayun dan ishlah terhadap kedua belah pihak. Sayangnya, upaya ini mengalami jalan buntu. Atas nasihat dari beberapa ustadz, di antaranya KH Khalil Ridwan dan Athian Ali, akhirnya jalan mubahalah ini diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tokoh hadir di acara konferensi pers oleh pihak Irena Handono untuk memberikan kesaksian tentang pribadi Irena yang tidak mungkin seperti yang dituduhkan oleh isu tersebut. Di antara mereka Ningrum Maurice dari Daarut Tauhid, Nurdiyati Akma dari Muslimah Peduli Umat, Ratna Zuhry dari Komunitas Muslimah untuk Kajian Islam, Kemal Faisal Ferik dari Komunitas Cinta Ilahi, dan KH Sulaiman Zachawerus dari Garda Umat Islam. mnh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;foto: islamdigest.net&lt;br /&gt;http://www.eramuslim.com/berita/nasional/irena-handono-mengajak-diki-candra-mubahalah.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-5401265113625668604?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/5401265113625668604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/irena-handono-mengajak-diki-candra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/5401265113625668604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/5401265113625668604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/irena-handono-mengajak-diki-candra.html' title='Irena Handono Mengajak Diki Candra Mubahalah'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-7846646437935465636</id><published>2009-07-02T20:16:00.000-07:00</published><updated>2009-07-05T21:34:36.626-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dokumentasi'/><title type='text'>Ulama Dukung Mubahalah Selesaikan Kasus Irena</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SlF-odmkK7I/AAAAAAAAAEE/rQDFSb7hC_8/s1600-h/Ulama+dukung+mubahalah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 103px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SlF-odmkK7I/AAAAAAAAAEE/rQDFSb7hC_8/s400/Ulama+dukung+mubahalah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355200665526479794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 02 Juli 2009 pukul 01:30:00&lt;br /&gt;Ulama Dukung Mubahalah Selesaikan Kasus Irena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-- Perseteruan antara Sekjen Forum Arimatea, Diki Candra, dan Hj Irena Handono--keduanya pegiat kristologi yang bergulir sejak lama dan tak kunjung selesai, akan diselesaikan lewat mubahalah pada Sabtu (4/7) di Kota Bandung. Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejumlah ormas Islam mendukung Irena untuk melakukan  mubahalah , guna menyelesaikan perseteruan yang dialaminya dengan Diki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik antara Diki dan Irena bermula dari surat pernyataan seseorang yang bernama Imam Safari. Pada tanggal 13 September 2008, Imam menandatangani sebuah surat pernyataan yang menyatakan telah melihat Irena pada 2007 di sebuah gereja di Singapura, berbusana biarawati dan berkalung salib. Surat pernyataan itu pun dipublikasikan di laman  web Arimatea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dipublikasikannya surat itu, sejumlah pihak termasuk pengurus MUI melakukan konfirmasi kepada Irena. Sebagian umat Islam mempertanyakan kebenaran surat yang dimuat di lawan  http: forum-arimatea.blogspot.com itu. Bahkan, kemudian muncul tudingan Irena sebagai penyusup. Irena pun tak terima dengan tuduhan tersebut.Untuk membuktikan siapa yang benar, baik Irena dan Diki siap untuk melakukan  mubahalah . Menurut Ketua MUI, KH Cholil Ridwan,   mubahalah berasal dari kata  bahlah atau  buhlah yang bermakna kutukan atau melaknat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Mubahalah menurut istilah adalah dua pihak yang saling memohon dan berdoa kepada Allah SWT, supaya Allah SWT melaknat dan membinasakan pihak yang bathil,'' tutur Kiai Cholil. Kiai Cholil menuturkan,  mubahalah merupakan salah satu sunah Rasulullah SAW, ketika dua pihak yang berseteru ingin menentukan siapa yang benar. Menurut Kiai Cholil,  mubahalah pernah dilakukan Rasulullah SAW terhadap dua orang  nashara dari Najran yang merasa bahwa Rasul salah dalam soal agama. ''Ternyata, dua orang Najran itu mengundurkan diri karena takut,'' papar Kiai Cholil. Ajakan Irena untuk ber- mubahalah telah diterima pihak Diki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Diki juga akan melakukan ini bersama saya di Bandung pada 4 Juli 2009 ini. Saya juga mengajak Imam Safari untuk melakukan  mubahalah . Kalau memang ia benar dan berani, seharusnya mereka (Diki dan Imam--Red) tidak takut melakukan  mubahalah ,'' tutur Irena yang menjadi mualaf beberapa tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena menilai surat yang dipublikasikan di situs arimatea itu sebagai fitnah. ''Bagaimana mungkin, saya tidak pernah ke Singapura,'' papar Irena sembari memperlihatkan paspornya. Menurut Kiai Cholil,  mubahalah perlu dilakukan apabila tidak lagi terdapat titik temu antara pihak yang berseteru, karena keduanya merasa yakin dan benar. osa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-)&lt;br /&gt;Index Koran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://republika.co.id/koran/14/59722/Ulama_Dukung_I_Mubahalah_I_Selesaikan_Kasus_Irena&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-7846646437935465636?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/7846646437935465636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/ulama-dukung-mubahalah-selesaikan-kasus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/7846646437935465636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/7846646437935465636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/ulama-dukung-mubahalah-selesaikan-kasus.html' title='Ulama Dukung Mubahalah Selesaikan Kasus Irena'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SlF-odmkK7I/AAAAAAAAAEE/rQDFSb7hC_8/s72-c/Ulama+dukung+mubahalah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-5305358613404170264</id><published>2009-07-02T18:34:00.000-07:00</published><updated>2009-07-05T18:41:34.313-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dokumentasi'/><title type='text'>Hj Irena Handono Setelah 150 hari diam atas Fitnah FORUM ARIMATEA(FA)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://profile.ak.facebook.com/v223/1219/9/n719693362_6643.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://profile.ak.facebook.com/v223/1219/9/n719693362_6643.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hj Irena Handono Setelah 150 hari diam atas Fitnah FORUM ARIMATEA(FA)&lt;br /&gt;01 Juli 2009 jam 19:37&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.facebook.com/photo.php?pid=30238211&amp;id=1156683597&amp;saved#/note.php?note_id=215234515520&amp;id=719693362&amp;ref=share&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini tanggal 1 juli 2009 jam 10.30 am saya menghadiri Press Conference yang diselenggarakan oleh Kafala Komunika, di Moroush Cafe Crown Hotel, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat ter-iris mendengar kronologis yang dipaparkan dengan slide atas Fitnah dan Teror terhadap ibu Hj Irena Handono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Fitnah yang digelar dalam press conference ini adalah Fitnah terhadap Hj Irena Handono oleh Diki Candra (Sekjen Arimatea).&lt;br /&gt;Berawal dengan adanya pengakuan seseorang yang bernama Imam Safari:menyatakan telah melihat Hj Irena Handono berpakaian biarawati,berkalung salib dan mengenakan asessoris pakaian biarawati katolik disebuah gereja di Singapura pada tahun 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertanggal 13 September 2008 Pernyataan tersebut dituangkan dalam bentuk surat oleh Imam Safari yang juga ditandatangani oleh ; Diki Candra (Sekjen);Khairul Ghozi,Nasrul Soeoed,Djoko Hardjanto,Dzulkifli Nur dan Jefrfy.&lt;br /&gt;Tanggal 21 Feb 2009,Diki Candra memposting satu artikel berjudul Laporan Hasil Investigasi terhadap Irena Handono di weblog (FA)http://forum-arimatea.blogspot.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitnah terus berkembang dan bahkan,bahkan saya menghubungi langsung pd sdr Diki Candra agar mengklarifikasi dahulu kepada Ibu Hj Irena Handono, dijawab karena dalam tahap investigasi dan penyelidikan justru tidak ditanyakan pada ybs.(maksudnya pd Hj Irena Handono).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Imam Safari ? dan Siapakah Diki Candra yang begitu bernafsu nya menyebarkan fitnah atas diri ibu Hj Irena Handono tanpa mengklarifikasi terlebih dahulu ternyata hal ini bukan hal pertama yang srd Diki Candra lakukan (ada beberapa bukti dan kesaksian al.oleh KH Cholil Ridwan yang hadir dalam press conference hari ini )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 150 hari atas fitnah terhadap ibu Hj Irena Handono, maka saat nya ibu Hj Irena menjawab dan Melakukan MUBAHALAH yang di fasilitasi oleh Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) bapak Athian Ali Muhammad akan diselenggarakan pada&lt;br /&gt;Hari/tanggal : Sabtu 4 Juli 2009&lt;br /&gt;Jam : 10.30 - dzuhur&lt;br /&gt;tempat : Masjid Al Fajr , Jalan Situsari VI/no2,Cijagra Buah Batu Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menghimbau kepada teman-teman semua melalui FB ini untuk dapat hadir ,melihat dan mendengar langsung MUBAHALAH antara Hj Irena Handono dan Sdr. Diki Candra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SISTEM MUBAHALAH DILAKUKAN APABILA TIDAK LAGI TERDAPAT TITIK TEMU ANTARA PIHAK KEBENARAN DENGAN PIHAK YANG BATIL , SEMENTARA PIHAK YANG BATIL INI MASIH BERSIKERAS MENYEBARKAN PEMAHAMANYA YANG BATIL ITU DITENGAH UMAT ISLAM YANG HAQ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Informasi lebih lanjut Hub : Ibu Eka Shanty (Fasilitator dari Kafala Komunika ~ Hp 081513480888)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih,&lt;br /&gt;Vitri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-5305358613404170264?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/5305358613404170264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/hj-irena-handono-setelah-150-hari-diam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/5305358613404170264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/5305358613404170264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/hj-irena-handono-setelah-150-hari-diam.html' title='Hj Irena Handono Setelah 150 hari diam atas Fitnah FORUM ARIMATEA(FA)'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-7954110315008072725</id><published>2009-06-24T20:45:00.000-07:00</published><updated>2009-06-24T20:50:22.348-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dokumentasi'/><title type='text'>Irene Handono: Menyaksikan ‘Film’ Dirinya Saat Masih Non-Muslim</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SkLzne6yKkI/AAAAAAAAADk/EuapXPvffaU/s1600-h/Irena+Handono+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 356px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SkLzne6yKkI/AAAAAAAAADk/EuapXPvffaU/s400/Irena+Handono+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5351107166909639234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irene Handono: Menyaksikan ‘Film’ Dirinya Saat Masih Non-Muslim&lt;br /&gt;By Republika Newsroom&lt;br /&gt;Kamis, 14 Mei 2009 pukul 16:05:00 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Itu bukan sebuah pikiran. Tapi sebuah film di depan mata saya tentang hidup saya sendiri. Semua lengkap, sangat jelas.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menjadi mualaf pada 1983 lalu, mantan biarawati Irene Handono, menyimpan perasaan bahwa Allah tidak adil terhadap dirinya. Ia terus bertanya dan berusaha mencari jawaban mengapa ia dilahirkan sebagai non-Muslim. ‘’Kenapa saya tidak dilahirkan dari keluarga Muslim yang taat. Apa alasan Allah menjadikan saya sebagai mantan kafir,’‘ kata pemilik nama asli Han Hoo Lie ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga 1991, pertanyaan itu belum juga terjawab. Jawaban akan kegelisihan hatinya baru muncul ketika menunaikan ibadah haji pada 1992. Wanita berdarah Cina ini berangkat haji bersama 400 orang jamaah reguler lainnya yang tergabung dalam kloter 18 dari Embarkasi Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Tanah Haram, jawaban dari Allah itu didapatkannya. ‘’Ternyata Allah sayang kepada saya. Allah memilih saya menjadi salah satu hamba pilihan,’‘ ujar Irene saat ditemui di kediamannya, di Bekasi, beberapa waktu lalu. Ketika berada di Tanah Haram, Irene kerap mengalami peristiwa yang dinilainya luar biasa. Ia berkisah, ketika berada di depan Ka’bah, dirinya mengambil tempat garis lurus sejajar dengan letak Hajar Aswad. Ia sempat menggigit lidahnya untuk membuktikan jika dirinya tidak sedang bermimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendiri Irene Center ini menuturkan, selama melakukan ibadah di Masjidil Haram, ia kerap diperlihatkan gambaran seperti sebuah film ten - tang kronologi hidupnya dari kecil hingga dewasa. Bungsu dari lima bersaudara ini tak kuasa membendung tangis. Ia bersedih melihat gambaran tentang dirinya ketika masih menjadi non-muslim. ‘’Itu bukan sebuah pikiran. Tapi sebuah film di depan mata saya tentang hidup saya sendiri. Semua lengkap, sangat jelas,’‘ ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat diperlihatkan Allah tentang jalan hidupnya di masa lalu, putri pengusaha ini pun ber - sujud dan melakukan muhasabah. Dari instro - peksinya, Irene mengikrarkan diri ingin me - wadahi para mualaf agar terus eksis di jalan Allah. Menurutnya, selama ini, tak sedikit mualaf yang dibiarkan dan tidak dibimbing hing - ga keimanan dan keislamannya tetap dangkal. Bahkan ada yang kembali menjadi murtad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Tanah Suci, mantan mahasiswi Institut Ilmu Filsafat Theologi ini juga mengalami peristiwa luar biasa. Menurutnya, dari Muzdalifah menuju Mina, kelompoknya terpecah menjadi dua. Ada yang naik bus, ada yang harus jalan kaki. Ia pun mengalah memberi kesempatan pada jamaah tua untuk naik bus. Akhirnya ia berjalan kaki bersama rombongan yang dipimpin seorang ustadz dari kloternya. Namun tiba-tiba, jalan yang dilewatinya dipenuhi lautan manusia. Ia pun terpisah dari kelompoknya. Di tengah kebingung - annya, ia mencoba mencari jalan sendiri menuju pemondokannya di Mina sambil terus berdoa, dan bertawakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menutupi rasa haus dan lapar, wanita kelahiran Surabaya 30 Juni 1954 ini hanya meminum air zamzam yang ternyata mampu membuatnya sangat kenyang. Di tengah upayanya dan terus berdoa, tiba-tiba ia merasa ada yang menuntunnya menuju sebuah masjid. Setelah menunaikan shalat di masjid tersebut, ia pun bertekad akan melanjutkan pencariannya. Namun begitu keluar dari masjid, di pintu gerbang ia melihat pemimpin rombongannya. Ia pun akhirnya menuju pemondokan dan ternyata rombongan yang menggunakan bus belum tiba. ‘’Ini sungguh di luar nalar, tapi itulah kenyataannya. Saat kelompok yang menggunakan bus tiba, justru banyak yang sakit,’‘ ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air matanya kembali berurai ketika esok harinya, ia menggunakan bus dan melewati jalur yang ditempuh ketika ia tersesat. Ternyata selama ketika tersesat, ia mengitari Kota Mina. ‘’Tapi ketika saya berjalan kaki cuma setengah jam. Bayangkan mengitari sebuah kota hanya setengah jam, Masya Allah,’‘ ujarnya. Wanita yang sudah tiga kali menunaikan ibadah haji ini mengaku, ada banyak hal ghaib yang sulit dianalisisnya selama di Tanah Suci. Hal itu membuatnya kembali merenung dan menyimpulkan bahwa Allah Maha Kuasa atas segala hal.c68/kem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.republika.co.id/berita/51024/Irene_Handono_Menyaksikan_Film_Dirinya_Saat_Masih_Non_Muslim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-7954110315008072725?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/7954110315008072725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/06/irene-handono-menyaksikan-film-dirinya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/7954110315008072725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/7954110315008072725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/06/irene-handono-menyaksikan-film-dirinya.html' title='Irene Handono: Menyaksikan ‘Film’ Dirinya Saat Masih Non-Muslim'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SkLzne6yKkI/AAAAAAAAADk/EuapXPvffaU/s72-c/Irena+Handono+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-7019155628300605019</id><published>2009-06-23T21:59:00.000-07:00</published><updated>2009-06-23T22:03:21.109-07:00</updated><title type='text'>Irena Center dalam 12 Komunitas Islam bersama Axis Salam</title><content type='html'>Axis Gandeng Komunitas Islam&lt;br /&gt;By Republika Newsroom&lt;br /&gt;Sabtu, 08 November 2008 pukul 19:31:00 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Axis meluncurkan kartu perdana Axis Salam untuk komunitas Islam. Pada edisi khusus ini, kartu perdana Axis akan memiliki logo komunitas yang dicetak di kemasan kartu Axis Salam. Dengan kartu ini, pelanggan bisa  menikmati layanan tausyiah gratis dari pimpinan komunitas dan update informasi terbaru atau agenda kegiatan dari komunitas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjasama ini diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Axis dengan 10 komunitas Islam pertama yang bergabung dalam layanan ini. Komunitas tersebut antara lain Majelis Az Zikra (Komunitas Zikir Arifin Ilham), Daarut Tauhid (komunitas Aa Gym), Tazkia (komunitas Syafii Antonio), Radix Training Center (komunitas Tasawuf Ustz. Wahfiuddin), Irena Center (komunitas muallaf pimpinan ustadzah Irene Handono), komunitas Cinta Rasulullah (Hadad Alwi), Kelompok Super Memori Asmaul Husna (SMASH) dan Klub Majalah Noor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penandatangan tersebut dilakukan oleh pimpinan komunitas yang disaksikan oleh Presiden Direktur dan CEO Axis, Erick Aas di Balai kartini, Sabtu (8/11). Untuk tergabung dalam komunitas Axis Salam, setiap komunitas disyaratkan minimal memiliki 1.000 anggota. Kartu Axis Salam edisi khusus ini, dapat dimanfaatkan sebagai media penyebaran informasi kegiatan komunitas, penyambung tali silaturahmi dan membangun networking. Kartu perdana Axis ini dipasarkan dengan harga normal Rp 6.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Ini merupakan upaya Axis untuk membantu untuk menyediakan sarana dakwah bagi komunitas Islam. Mereka dapat menggunakan media seluler untuk menyebarkan tausiyah maupun informasi komunitas,'' ungkap VP Sales &amp; Distribution Axis, Paras M. Nasution.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat layanan ini juga dibenarkan oleh Irena Handono, pimpinan Irena Center yang berkecimpung dalam pembentengan akidah dan pembinaan mualaf. ''Melalui Axis Salam, nantinya kami akan menyebarkan kajian peradaban dan informasi faktual yang mungkin tidak ada di media namun penting bagi umat Islam dan agenda komunitas,'' paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjasama ini juga diharapkan bisa mewujudkan pemberdayaan ekonomi umat melalui akses permodalan dan kewirausahaan komunitas Islam. Dimana komunitas ini dapat menjadi mitra distribusi untuk Axis Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Dengan sistem ini, Insya allah dapat menjadi alternatif lokomotif usaha yang mandiri bagi masjid, pesantren maupun majelis dakwah untuk mengembangkan dakwah Islam diluar zakat infaq dan sadaqah. Hal ini sekaligus menjadi bagian apresiasi kami kepada mereka yang selama ini telah berusaha maksimal dalam pembinaan akhlak masyarakat tanpa pamrih walau di tengah keterbatasan adana,'' ujar Paras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Direktur Marketing dan Chief Marketing Officer Axis, Johan Buse menambahkan, peluncuran kartu perdana edisi komunitas Islam ini merupakan salah satu strategi yang dijalankan Axis untuk menghadapi ketatnya persaingan di industri telekomunikasi. ''Komunitas di Indonesia sudah menjadi budaya. Karena itu, Axis ingin menjadi bagian dari komunitas tersebut,'' katanya. mth&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://74.125.153.132/search?q=cache:NPtyLegp5zkJ:www.republika.co.id/berita/12678+irena+handono+axis&amp;cd=1&amp;hl=id&amp;ct=clnk&amp;gl=id&amp;client=firefox-a&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-7019155628300605019?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/7019155628300605019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/06/irena-center-dalam-12-komunitas-islam.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/7019155628300605019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/7019155628300605019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/06/irena-center-dalam-12-komunitas-islam.html' title='Irena Center dalam 12 Komunitas Islam bersama Axis Salam'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-9010961689763486654</id><published>2009-06-23T21:56:00.000-07:00</published><updated>2009-06-23T21:59:12.712-07:00</updated><title type='text'>Membangun Dakwah, Irena Center &amp; Axis Salam</title><content type='html'>AXIS Salam, Bentuk Sinergi dalam Membangun Dakwah&lt;br /&gt;Rabu, 12 November 2008 17:20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.tabloid-ponsel.com/news-rss/43-news-pilihan/850-axis-salam-bentuk-sinergi-dalam-membangun-dakwah-"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;AXIS Salam, Bentuk Sinergi dalam Membangun Dakwah.&lt;br /&gt;Komitmen Axis Salam dalam mendukung dakwah umat Islam terus dibuktikan dengan dikeluarkannya kartu perdana AXIS Salam edisi komunitas Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartu Axis Salam edisi komunitas ini, memiliki beragam keistimewaan seperti, logo komunitas yang tercetak di kemasan kartu Axis Salam, layanan tausiyah gratis dari para pimpinan komunitas, serta agenda kegiatan dari komunitas yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di era globalisasi ini, teknologi bisa diterapkan hampir dalam segala sektor kehidupan, termasuk sebagai media dakwah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Axis Salam dirancang khusus untuk menjadi media informasi guna mempermudah penyebaran informasi dalam menjalankan dakwah dan syiar Islam," ujar Vice President Sales &amp; Distribution AXIS Paras M. Nasution, melalui keterangan resmi yang diterima Okezone, Senin (10/11/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Axis Salam edisi komunitas yang diluncurkan sejak 28 Agustus lalu, telah tergabung sedikitnya sepuluh komunitas. Di antaranya, Majelis Az Zikraa (Komunitas Zikir Arifin Ilham), Daarut Tauhiid (komunitas Abdullah Gymanastiar atau Aa Gym), Tazkia (komunitas Dr. M. Syafii Antonio), Radix Training Center (komunitas Tasawuf Ustadz Wahfiuddin), Irena Centre (komunitas muallaf pimpinan ustadzah Irena Handono), Komunitas Cinta Rasulullah (Hadad Alwi), Kelompok Super Memory Asmaul Husna (SMASH), dan Klub Majalah Noor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjasama Axis Salam dengan beberapa komunitas Islam ini merupakan wujud pemberdayaan ekonomi umat dimana melalui akses permodalan dan kewirausahaan komunitas Islam ini bisa menjadi mitra distribusi Axis Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan sistem ini, Insya Allah dapat menjadi alternatif lokomotif usaha yang mandiri bagi masjid, pesantren maupun majelis dakwah untuk mengembangkan dakwah Islam diluar zakat infaq dan sadaqah. Hal ini sekaligus menjadi bagian apresiasi kami kepada mereka yang selama ini telah berusaha maksimal dalam pembinaan akhlak masyarakat tanpa pamrih walau ditengah keterbatasan dana," jelas Paras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Axis Salam ini sendiri menyediakan layanan SMS Tausiyah gratis yang berlaku selama kartu dalam kondisi aktif. Axis Salam juga dapat digunakan sebagai media penyebaran informasi kegiatan komunitas, penyambung tali silaturahmi dan membangun jaringan di sesama anggota komunitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara peluncuran tersebut, selain itu diadakan gelar tausiyah yang dibawakan oleh Ustadz dan pakar ekonomi syariah, M Syafii Antonio, serta Irena Handono. Sebagai bukti bakti sosial Axis juga mengadakan pengobatan gratis secara Islami bersama Komunitas Cinta Illahi pimpinan Ustadz Kemal Faisal Ferik dari Bandung. Dikutip dari: techno.okezone.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tabloid-ponsel.com/news-rss/43-news-pilihan/850-axis-salam-bentuk-sinergi-dalam-membangun-dakwah-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-9010961689763486654?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/9010961689763486654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/06/membangun-dakwah-irena-center-axis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/9010961689763486654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/9010961689763486654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/06/membangun-dakwah-irena-center-axis.html' title='Membangun Dakwah, Irena Center &amp; Axis Salam'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-4261291240552008651</id><published>2009-06-18T02:18:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T11:52:43.469-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fitnah'/><title type='text'>Fitnah Diki</title><content type='html'>&lt;a title="View Fitnah-Diki on Scribd" href="http://www.scribd.com/doc/16556338/FitnahDiki" style="margin: 12px auto 6px auto; font-family: Helvetica,Arial,Sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none; display: block; text-decoration: underline;"&gt;Fitnah-Diki&lt;/a&gt; &lt;object codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=9,0,0,0" id="doc_34289350540634" name="doc_34289350540634" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" align="middle" height="500" width="100%" rel="media:presentation" resource="http://d.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=16556338&amp;access_key=key-c8kropkmwbjkpyytcjw&amp;page=1&amp;version=1&amp;viewMode=" xmlns:media="http://search.yahoo.com/searchmonkey/media/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/terms/" &gt;  &lt;param name="movie" value="http://d.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=16556338&amp;access_key=key-c8kropkmwbjkpyytcjw&amp;page=1&amp;version=1&amp;viewMode="&gt;   &lt;param name="quality" value="high"&gt;   &lt;param name="play" value="true"&gt;  &lt;param name="loop" value="true"&gt;   &lt;param name="scale" value="showall"&gt;  &lt;param name="wmode" value="opaque"&gt;   &lt;param name="devicefont" value="false"&gt;  &lt;param name="bgcolor" value="#ffffff"&gt;   &lt;param name="menu" value="true"&gt;  &lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;   &lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;   &lt;param name="salign" value=""&gt;        &lt;embed src="http://d.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=16556338&amp;access_key=key-c8kropkmwbjkpyytcjw&amp;page=1&amp;version=1&amp;viewMode=" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" play="true" loop="true" scale="showall" wmode="opaque" devicefont="false" bgcolor="#ffffff" name="doc_34289350540634_object" menu="true" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" salign="" type="application/x-shockwave-flash" align="middle"  height="500" width="100%"&gt;&lt;/embed&gt; &lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-4261291240552008651?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/4261291240552008651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/06/fitnah-diki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/4261291240552008651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/4261291240552008651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/06/fitnah-diki.html' title='Fitnah Diki'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-3940813812242379191</id><published>2009-05-25T23:24:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T01:24:04.178-07:00</updated><title type='text'>Irena vs Arimatea, Sudahlah</title><content type='html'>Irena vs Arimatea, Sudahlah&lt;br /&gt;Sabili, No.23 Th.XVI 4 Juni 2009&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabili.co.id/index.php/200905261783/Liputan/Irena-vs-Arimatea-Sudahlah.htm"&gt;http://sabili.co.id/index.php/200905261783/Liputan/Irena-vs-Arimatea-Sudahlah.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/ShulvMzp0ZI/AAAAAAAAADU/pmNE6MHWqVM/s1600-h/Scan10012.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340044013488165266" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 291px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/ShulvMzp0ZI/AAAAAAAAADU/pmNE6MHWqVM/s400/Scan10012.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340044856986651650" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 291px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/ShumgTFXTAI/AAAAAAAAADc/LniEgg9CGWE/s400/Scan10013.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Sebagai umat Islam, seharusnya Diki Candra melakukan tabayyun. Untuk itu, saya tantang Diki Candra bermubahalah.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Oleh Abidah Wafaa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Siang itu 7 Mei 2009, pukul 13.30 WIB, Hj Irena Handono beserta tim pengacaranya keluar dari ruang Bareskrim Polri. Dia dan tim pengacaranya yang diketuai Moh Ikhsan, melaporkan perbuatan mencemarkan nama baik, menebar kebencian, dan perbuatan memfitnah atas dirinya yang dilakukan oleh Sekjen Arimatea Diki Candra, Ketua Umum Arimatea Habib Muhsin Ahmad Alatas, dan seseorang yang bernama Imam Safari.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Melalui surat kepada Dewan Pembina Arimatea Pusat, tertanggal 17 Februari 2009, Diki Candra dan Habib Muhsin Ahmad Alatas menyebutkan Imam Safari memergoki Irena Handono berpakaian biarawati dan memakai kalung salib dalam pertemuan tertutup di sebuah gereja di Singapura. Surat dalam bentuk fotocopy itu, ternyata beredar luas di masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Upaya hukum yang ditempuh Hj Irena Handono pun terpaksa dilakukan. Semula, Irena tak ingin menanggapi fitnah, pencemaran nama baik, upaya penyebaran kebencian, dan pembunuhan karakter ini. Namun karena banyaknya umat yang terusik–bahkan terguncang sehingga menimbulkan kegelisahan, pro dan kontra–maka langkah hukum terpaksa ditempuh agar tidak memecah-belah dan mengadu domba umat Islam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;“Sebenarnya saya ingin mendiamkan masalah ini. Karena suatu saat akan terlihat yang hak dan batil. Namun karena melihat kegelisahan umat, di antaranya dari Pacitan, Jayapura, Australia, dan banyak lagi yang menanyakan tuduhan itu, terpaksa saya menempuh jalur hukum,” terang Irena. Menurut pengakuannya, Irena tak mengenal Imam Safari, seseorang yang melakukan tuduhan pada dirinya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tapi, Irena sangat menyesalkan tindakan Diki Candra yang telah menyebarkan tuduhan dan fitnah ke berbagai pihak. Akibatnya, terjadilah keresahan di kalangan umat. “Saya sangat menyesalkan. Sebagai sesama Muslim, mengapa Diki Candra sebelumnya tidak melakukan tabayyun sesuai tatanan hukum Islam,” lanjutnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ketika Diki Candra dikonfirmasi masalah ini, ia tak berada di tempat. Menurut pengakuan istrinya, Diki sedang melakukan safari dakwah di Australia hingga 26 Mei.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Akhirnya, Sabili pun diberi nomor handphone Diki di Australia. Sayangnya, hingga naskah ini diturunkan, nomor tersebut tidak dapat dihubungi. Akhirnya, Sabili pun melakukan konfirmasi ke Arimatea. Melalui telepon, Sabili mewawancarai seorang yang mengaku sebagai penanggung jawab Wisma Muallaf Arimatea, Amar Din. Ia mengaku, baru sepuluh hari mendapat amanah sebagai penanggung jawab Wisma Muallaf itu. Tapi dari pengakuannya, ia juga mengetahui jika Diki Candra telah dilaporkan ke kepolisian. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Amar Din mengaku, dirinya mengetahui hal itu setelah diberitahu Pak Khairul, salah satu pengurus Arimatea. Ia menanggapi hal ini, sebagai hal yang biasa saja. “Saya diberitahu hal ini, agar tak takut jika sewaktu-waktu didatangi polisi. Tapi, saya tidak boleh mengekspos ke luar persoalan ini. Saya juga tidak tahu, apakah Arimatea akan menggugat balik atau tidak,” jelasnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ketika Sabili melakukan penelusuran kasus ini. Tiba-tiba Sabili memperoleh kesaksian dari seorang muallaf dan pengurus yang pernah bergabung dengan Arimatea. Sumber Sabili ini menceritakan bahwa ia tidak pernah melihat Diki Candra, baik selama di rumah maupun di sekretariat Arimatea melakukan shalat wajib atau shalat Jumat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;“Diki Candra adalah orang munafik. Ketika di rumah atau di sekretariat Arimatea, saya tidak pernah melihat Diki Candra menjalankan ibadah shalat wajib. Apalagi shalat berjamaah di rumah, masjid, atau shalat Jumat,” tegasnya melalui surat kesaksian bermaterai. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kepada Sabili, Habib Muhsin Ahmad Alatas sebagai Ketua Umum Arimatea mengaku jika ia mengetahui bahwa Diki Candra dilaporkan ke aparat kepolisian. “Awalnya saya tak percaya begitu saja bahwa Irena Handono memakai kalung salib dan baju biarawati. Untuk itu, saya menantang Imam Safari untuk melakukan kesaksian di atas materai,” aku Habib.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sayangnya, lanjut Habib, mengapa sampai bocor ke publik sebelum ada tabayyun tentang masalah ini. Ia sendiri tak mengetahui siapa yang membocorkan masalah ini pada publik. “Awalnya, kita hanya menyampaikan kesaksian Imam Safari secara internal. Tapi kenapa hal ini bisa bocor ke publik? Saya juga tak mengetahui siapa yang membocorkannya? Saya pun terpaksa menyampaikan hal ini pada Anda, karena sudah bocor,” terangnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Habib Muhsin juga menjelaskan bahwa Gus Imam Safari adalah kader Islam liberal dari kalangan NU. Ia sangat akrab dengan orang-orang Kristen, liberal dan sekuler. Gaya hidupnya juga sangat glamour. Bahkan, Habib menuturkan jika Imam sering keluar masuk Singapura bersama Ketua Umum PDS Ruyandi Hutasoit. “Saya pernah bertemu dengan dia,” tegasnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Soal laporan Irena ke kepolisian, Habib mengaku siap jika dirinya dilaporkan ke kepolisian. Namun ia berharap, hal ini bisa diselesaikan dengan negosiasi. “Saya berharap ada negosiasi, tapi jika dtindaklanjuti secara hukum, kita siap menghadapi,” ujarnya. Sementara itu, meski Irena telah menempuh jalur hukum, ia mengaku tak menutup kemungkinan untuk melakukan mubahalah. “Sebagai warga negara yang baik, saya melaporkan hal ini ke kepolisian. Tapi upaya ini tak berhenti di sini saja. Saya menantang Diki Candra untuk bermubahalah atas penghinaan, fitnah dan pencemaran nama baik yang dituduhkan pada saya,” tandasnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ketua MUI KH Kholil Ridwan mengaku telah mendengar kasus ini. Tentang siapa yang benar? MUI tak dapat menilainya. “MUI pernah mengundang Irena Handono, namun saya tidak dapat menilai siapa yang benar dalam kasus ini,” ujarnya di kantor MUI Jl Proklamasi, Jakarta Pusat. Karenanya, MUI pun tak bisa berbuat apa-apa, karena kasus ini telah diajukan ke kepolisian. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Meski begitu, ia menyarankan, lebih baik jika kedua pihak melakukan mubahalah (kesaksian kebenaran). Dalam mubahalah, kesaksiannya ditujukan pada Allah SWT. Karenanya, jika bohong ia akan menanggung akibatnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bagaimana? Apakah Diki dan Irena siap bermubahalah? Kita tunggu saja. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-3940813812242379191?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/3940813812242379191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/05/irena-vs-arimatea-sudahlah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/3940813812242379191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/3940813812242379191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/05/irena-vs-arimatea-sudahlah.html' title='Irena vs Arimatea, Sudahlah'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/ShulvMzp0ZI/AAAAAAAAADU/pmNE6MHWqVM/s72-c/Scan10012.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-5328810960728988195</id><published>2009-05-25T23:12:00.001-07:00</published><updated>2009-05-25T23:24:05.163-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Irena'/><title type='text'>Irena Handono Laporkan Diki Candra Cs ke Mabes Polri</title><content type='html'>Irena Handono Laporkan Diki Candra Cs ke Mabes Polri&lt;br /&gt;Tabloid Suara Islam edisi 67, tanggal 15 Mei-5Juni 2009M&lt;br /&gt;&lt;a href="http://suara-islam.com/index.php/Nasional/Irena-Handono-Laporkan-Diki-Candra-Cs-ke-Mabes-Polri.html"&gt;http://suara-islam.com/index.php/Nasional/Irena-Handono-Laporkan-Diki-Candra-Cs-ke-Mabes-Polri.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/ShuJhbUNfDI/AAAAAAAAADM/aiTsnjsBe7I/s1600-h/Scan10010.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340012990539070514" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 163px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/ShuJhbUNfDI/AAAAAAAAADM/aiTsnjsBe7I/s400/Scan10010.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Irena Handono didampingi Tim Pembela hukumnya mengajukan laporan pengaduan (LP) tindak pidana Fitnah yang dilakukan oleh Diki Candra Cs. Di rencanakan Irena bersama pengacaranya akan melapor ke mabes Polri siang nanti (7/4) Pukul 13.00 WIB.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Diki akan di tuntut dengan beberapa pasal tentang Menista dan Mencemarkan nama baik, sebagaimana dikualifisir melanggar Pasal 310 Ayat (1), Ayat (2) KUHP Jo. Pasal 311 KUHP Jo. Pasal 335 KUHP Jo. Pasal 55 KUHP Jo. Pasal 27 Ayat (3), Pasal 28 Ayat (2) UU No.11 Tahun 2008, tentang informasi dan transaksi elektronik. Tindakan-tindakan fitnah ini patut diduga dilakukan bersama-sama secara sistematis oleh Imam Safari, Diki Candra, Nasrul S, Djoko Hardjanto, Khairul G, Dzulkifli M, Jeffry dan Habib Muchsin Ahmad Alatas dari lembaga ARIMATEA.Fitnah tersebut di buat dengan kalimat, "Bahwa saya telah melihat Ustazah Irene Handono di suatu gereja di Singapura dengan berpakaian biarawati dan mengenakan kalung salib serta asesoris pakaian biarawati Katholik. Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa dia adalah ibu Irene Handono" dalam surat pernyataan Imam Safari tertanggal 13 September 2008 yang dipersaksikan dan ditanda-tangani oleh enam orang dari Arimatea, yakni: Diki Candra, Nasrul S, Djoko Hardjanto, Khairul G, Dzulkifli M, Jeffry.Menurut Irene, Perbuatan-perbuatan fitnah tersebut berakibat merusak kepercayaan dan menghancurkan, reputasi dan nama baik. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tindakan ini juga bertendensi mengadu domba dan memfitnah para aktifis dan tokoh Islam lainnya sehingga berpotensi memecah belah ukhuwah Islam yang sangat merugikan umat Islam. Tindakan ini mirip tindakan Snouch Hurgronje yang menyusup dan mengkhianati masyarakat Islam Aceh di zaman penjajahan Belanda dulu. (mj/www.suara-islam.com) &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-5328810960728988195?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/5328810960728988195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/05/irena-handono-laporkan-diki-candra-cs.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/5328810960728988195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/5328810960728988195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/05/irena-handono-laporkan-diki-candra-cs.html' title='Irena Handono Laporkan Diki Candra Cs ke Mabes Polri'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/ShuJhbUNfDI/AAAAAAAAADM/aiTsnjsBe7I/s72-c/Scan10010.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-741390247236674367</id><published>2009-05-08T01:41:00.000-07:00</published><updated>2009-05-08T02:03:40.485-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Irena'/><title type='text'>IRENA HANDONO POLISIKAN DIKI CANDRA</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SgPx8YS1n6I/AAAAAAAAACc/58YfjQktBzc/s1600-h/101_0630.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333372403352706978" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SgPx8YS1n6I/AAAAAAAAACc/58YfjQktBzc/s400/101_0630.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Hj.Irena Handono didampingi ketua Tim Pembela Irena Handono, Muhammad Ihsan, SH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;IRENA HANDONO POLISIKAN DIKI CANDRA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hajjah Irena Handono melaporkan Diki Candra, Habib Muhsin Ahmad Alatas dan Imam Safari ke Mabes Polri karena memfitnah dan mencemarkan nama baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ini, Kamis 7 Mei 2009, Hajjah Irena Handono dan tim pengacaranya mendatangi Mabes Polri untuk melaporkan perbuatan mencemarkan nama baik, menebar kebencian dan perbuatan memfitnah atas dirinya yang dilakukan oleh Diki Candra, Sekjen Lembaga Arimatea, Habib Muhsin Ahmad Alatas, Ketua Umum Lembaga Arimatea dan seseorang yang bernama Imam Safari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui surat kepada Dewan Pembina Arimatea Pusat, tertanggal 17 Februari 2009, Diki Candra dan Habib Muhsin Ahmad Alatas menyebutkan Imam Safari memergoki Irene Handono berpakaian biarawati dan memakai kalung salib dalam pertemuan tertutup di sebuah gereja di Singapura. Surat itu dalam bentuk fotocopy, ternyata beredar luas di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat yang mengandung fitnah, pencemaran nama baik serta penyebaran kebencian juga diedarkan melalui situs internet &lt;a href="http://forum-arimatea.blogspot.com/"&gt;http://forum-arimatea.blogspot.com/&lt;/a&gt;. Penyebaran melalui situs internet tersebut patut diduga telah melanggar pasal 27 ayat 3 dan pasal 28 ayat 2 UU RI No.11 tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selebaran itu melampirkan surat pernyataan Imam Safari yang ditandatangani diatas segel Rp.6000 dan dibuat di depan enam orang tim Arimatea. Enam orang Tim Arimatea itu juga menandatangani sebagai saksi yang mendengarkan pernyataan Imam Safari tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat yang ditandatangani oleh Diki Candra dan Habib Muhsin Ahmad Alatas itu menambah fitnah, pencemaran nama baik serta penyebaran kebencian dengan menyatakan kesaksian panitia penjemput acara Tabligh di Jakarta melihat Irene menggunakan kalung salib di balik baju rumahan yang tidak sengaja tersingkap. Juga kesaksian jemaah lain yang melihat dibalik baju Irene ada salib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diki Candra dan Habib Muhsin Ahmad Alatas menyatakan bahwa Irene itu adalah seorang penyusup maka jangan dimanfaatkan untuk berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula Hajjah Irena Handono tidak ingin menaggapi fitnah, pencemaran nama baik serta upaya penyebaran kebencian dan pembunuhan karakter, namun karena banyaknya ummat yang terusik dan bahkan terguncang sehingga menimbulkan kegelisahan, pro dan kontra, maka langkah hukum secara fomal akhirnya terpaksa ditempuh agar tidak memecah-belah dan mengadu domba umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hajjah Irena Handono menyatakan, dahulu dia menggapai hidayah Islam dengan difitnah dan dicaci maki. Dan sekarang yang paling menyakitkan, fitnah itu dilontarkan oleh orang yang mengaku beragama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dengan sangat prihatin saya mempertimbangkan antara manfaat dan mudharatnya, maka langkah hukum ini harus saya tempuh untuk menyatakan yang benar adalah benar dan yang bathil adalah bathil,” kata Hajjah Irena Handono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekasi, 6 Mei 2009&lt;br /&gt;Humas Irena Center&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sally Setianingsih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Informasi lebih lanjut menghubungi Humas Irena Center,&lt;br /&gt;Sally Setianingsih (085888282418). Kantor Irena Center – 02188855562.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-3c01d5695f24c09d" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v16.nonxt8.googlevideo.com/videoplayback?id%3D3c01d5695f24c09d%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1332229100%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D437EBF9E902FADEEC31D33F5E162776DC062B5B.45E80A0DEE81D1CBE975E0C33E4ADA1AB31F3297%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D3c01d5695f24c09d%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3D36eiUAkrEwsTlKSTghbJuL6kyvo&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v16.nonxt8.googlevideo.com/videoplayback?id%3D3c01d5695f24c09d%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1332229100%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D437EBF9E902FADEEC31D33F5E162776DC062B5B.45E80A0DEE81D1CBE975E0C33E4ADA1AB31F3297%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D3c01d5695f24c09d%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3D36eiUAkrEwsTlKSTghbJuL6kyvo&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-741390247236674367?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=3c01d5695f24c09d&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/741390247236674367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/05/irena-handono-polisikan-diki-candra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/741390247236674367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/741390247236674367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/05/irena-handono-polisikan-diki-candra.html' title='IRENA HANDONO POLISIKAN DIKI CANDRA'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SgPx8YS1n6I/AAAAAAAAACc/58YfjQktBzc/s72-c/101_0630.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-8533091090967978102</id><published>2009-05-08T01:38:00.000-07:00</published><updated>2009-05-08T01:41:08.282-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Irena'/><title type='text'>Menyingkap Fitnah &amp; Penyusupan ke dalam Umat Islam</title><content type='html'>&lt;em&gt;Penjelasan Tambahan&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Bismillahirrahmanirahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Menyingkap Fitnah &amp;amp; Penyusupan ke dalam Umat Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ini Kamis, 7 Mei 2009 Saya, Hajjah Irena Handono dengan didampingi Tim Pembela Irena Handono mengajukan laporan pengaduan (LP) tindak pidana Fitnah, Menista dan Mencemarkan nama baik terhadap sebagaimana dikualifisir melanggar Pasal 310 Ayat (1), Ayat (2) KUHP Jo. Pasal 311 KUHP Jo. Pasal 335 KUHP Jo. Pasal 55 KUHP Jo. Pasal 27 Ayat (3), Pasal 28 Ayat (2) UU No.11 Tahun 2008, tentang informasi dan transaksi elektronik. Tindakan-tindakan fitnah ini patut diduga dilakukan bersama-sama secara sistematis oleh Imam Safari, Diki Candra, Nasrul S, Djoko Hardjanto, Khairul G, Dzulkifli M, Jeffry dan Habib Muchsin Ahmad Alatas dari lembaga ARIMATEA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitnah, Menista dan mencemarkan nama baik tersebut ada dalam kalimat, "Bahwa saya telah melihat Ustazah Irene Handono di suatu gereja di Singapura dengan berpakaian biarawati dan mengenakan kalung salib serta asesoris pakaian biarawati Katholik. Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa dia adalah ibu Irene Handono" dalam surat pernyataan Imam Safari tertanggal 13 September 2008 yang dipersaksikan dan ditanda-tangani oleh enam orang dari Arimatea, yakni: Diki Candra, Nasrul S, Djoko Hardjanto, Khairul G, Dzulkifli M, Jeffry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya surat pernyataan ini dengan sengaja disebarluaskan dengan menambah fitnah, nista, pencemaran nama baik lainnya dalam ”Surat Hasil Investigasi Terhadap Irene Handono”, tertanggal 17 Februari 2009 oleh Arimatea. Fitnah tambahan ini termaktub jelas dalam kalimat surat tsb sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pada tgl 13 Februari 2009, kita mendapat informasi bahwa ada seorang Ustadz telah mendapat laporan dari dua orang jamaah yang berbeda, yang melihat bahwa ;&lt;br /&gt;• Kesaksian pertama; Ybs adalah panitia acara taklim, yang bertugas sebagai penjemput Irene. Disaat kedatangan ke rumahnya, ybs melihat Irene menggunakan kalung salib dibalik baju rumahan yang dikenakan Irene, yang tidak sengaja tersingkap. Saat dijemput tsb kondisi Irene belum siap, sehingga masih menggunakan baju rumahan.&lt;br /&gt;• Kesaksian dari yang lain; Dalam sebuah pertemuan/acara, ybs melihat dibalik baju Irene terlihat ada salib&lt;br /&gt;Semua keterangan fitnah ini disebar-luaskan secara tertulis melalui selebaran, sms dan internet kepada masyarakat luas oleh pihak Arimatea yang diketuai oleh Habib Muhsin Ahmad Alatas dan Diki Candra. Rilis fitnah ini secara terbuka dimuat dalam situs internet Arimatea (&lt;a href="http://forum-arimatea.blogspot.com/"&gt;http://forum-arimatea.blogspot.com/&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://forum-arimatea.blogspot.com/2009/02/hasil-investigasi-terhadap-irene.html"&gt;http://forum-arimatea.blogspot.com/2009/02/hasil-investigasi-terhadap-irene.html&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan-perbuatan fitnah tersebut berakibat merusak kepercayaan dan menghancurkan, reputasi dan nama baik saya sebagai ustazah. Semua tindakan fitnah ini menyebabkan kegelisahan dan kegalauan umat serta jamaah saya di seluruh penjuru Indonesia dan di luar negeri. Tindakan ini juga bertendensi mengadu domba dan memfitnah para aktifis dan tokoh Islam lainnya sehingga berpotensi memecah belah ukhuwah Islam yang sangat merugikan umat Islam. Tindakan ini mirip tindakan Snouch Hurgronje yang menyusup dan mengkhianati masyarakat Islam Aceh di zaman penjajahan Belanda dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Demi Allah, saya tidak pernah melakukan hal-hal seperti apa yang dituduhkan oleh oknum-oknum Arimatea dan jaringannya.&lt;/strong&gt; Saudara-saudari kaum muslimin dan muslimat serta khalayak luas dapat mencari tahu tentang saya kepada para aktifis Islam yang pernah kenal dengan saya, majelis-majelis yang pernah saya hadiri atau menyimpulkan sendiri dari buku saya, ”MENYINGKAP FITNAH &amp;amp; TEROR” dan ”ISLAM DIHUJAT”. Insya Allah, Allah Yang Maha Kuasa akan memberikan hidayah kepada saudara dan saudari untuk mengungkap siapa sebenarnya yang ”Snouch Hurgronje” dalam masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula saya tidak ingin menanggapi fitnah, pencemaran nama baik serta upaya penyebaran kebencian dan pembunuhan karakter tersebut. Selama ini tindakan-tindakan fitnah, cacimaki dan teror yang tidak henti-hentinya saya hadapi semenjak saya menjadi Muslimah pada tahun 1983. Semua itu lebih banyak saya hadapi dengan sabar dan menyerahkan sepenuhnya kepada balasan Allah Yang Maha Adil. Namun karena banyaknya desakan umat dan tokoh Islam yang terusik bahkan terguncang oleh berita fitnah tersebut, maka dengan terpaksa saya menempuh langkah hukum formal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya dapat berdo’a, semoga Allah menerangi jiwa dan memberikan hidayahNya kepada para penegak hukum, tokoh &amp;amp; aktifis muslim dan masyarakat luas untuk dapat melihat dan mengungkap dengan jelas siapa sebenarnya ”Snouch Hurgronje”nya. Saya sangat yakin bahwa Allah akan mengabulkan do’a orang-orang yang dizalimi (QS.2:186).&lt;br /&gt;InsyaAllah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hj.Irena Handono)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-8533091090967978102?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/8533091090967978102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/05/menyingkap-fitnah-penyusupan-ke-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/8533091090967978102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/8533091090967978102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/05/menyingkap-fitnah-penyusupan-ke-dalam.html' title='Menyingkap Fitnah &amp; Penyusupan ke dalam Umat Islam'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-413806567236761730</id><published>2009-05-08T01:27:00.000-07:00</published><updated>2009-05-08T01:35:32.724-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Irena'/><title type='text'>KRONOLOGIS PERISTIWA</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;KRONOLOGIS PERISTIWA&lt;br /&gt;Fitnah Diki Candra atas Irena Handono&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;November 2008&lt;/strong&gt;, MUI Bali melalui Ustad Hasan Basri yang disampaikan kepada Bpk.Didiet, menyampaikan keinginan untuk mengundang Hajjah Irena Handono sebagai penceramah dalam Tabligh Akbar di Bali. Kemudian Bpk. Didiet menghubungi Manajemen Hajjah Irena Handono untuk mengagendakan waktu kegiatan yang ditetapkan tanggal 9 dan 10 Januari 2009. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Desember 2008,&lt;/strong&gt; Diki Candra datang ke Bali bertemu dengan Ustad Hasan Basri dirumahnya yang disaksikan oleh Bpk. Didiet. Diki Candra menunjukkan Surat Pernyataan yang dibuat oleh Imam Safari tentang Irena Handono melalui Laptopnya.&lt;br /&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Isi Surat Pernyataan:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Imam Safari Menyaksikan Irena Handono keluar dari Gereja di Singapore memakai pakaian Biarawati dan Salib.&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ustad Hasan Basri dan Bpk. Didiet bertanya kepada Diki Candra: “Apa sudah tabayyun dengan Ibu Irena Handono supaya tidak menjadi fitnah?” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jawaban Diki Candra:  “Jangan Tabayyun, kita khan orang pergerakan, jadi harus main sedikit inteligen. Kasus  Irena Handono tidak bisa diselesaikan dengan tabayyun tapi Irena Handono harus diinvestigasi!” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9 Januari 2009,&lt;/strong&gt; Hajjah Irena Handono datang ke Bali dengan didampingi suami dan anaknya. Dijemput oleh panitia Bali dan Bpk Didiet, siang tersebut Hajjah Irena Handono berjumpa dengan Ustad Hasan Basri untuk makan siang sekaligus klarifikasi (tabayyun) mengenai fitnah yang beredar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Siang&lt;/strong&gt;, setelah makan siang, Hajjah Irena Handono berceramah di Masjid An-Nuur.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Malam&lt;/strong&gt;, berceramah di rumah Ketua PITI Bali, Bpk Wahyuda Gowantara.&lt;br /&gt;Ketika sesi tanya jawab, ada peserta yang bertanya: &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Umi saya mendengar berita bahwa ada yang melihat umi keluar dari gereja di Singapore dengan memakai pakaian Biarawati dan bersalib. Bagaimana Umi membuktikan kepada kami bahwa Umi bukan penyusup?”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hajjah Irena Handono menjawab: &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Kalau saya harus membuktikan…! Baiklah saya mengajak MUBAHALLAH kepada Diki Candra yang menyampaikan berita dan Imam Safari yang membuat Pernyataan. Silahkan sampaikan kepada yang bersangkutan. Bahwa saya datang bersama Suami dan anak-anak dan kami menginap! Silahkan besok datang bersama istri-istri dan anak-anak! Kita bermubahallah disaksikan MUI dan diliput Pers.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Februari 2009&lt;/strong&gt;, Menyebar surat ke berbagai penjuru tanah air, melalui internet dan foto copy dengan Kop Surat Arimatea tertanggal 17 Februari 2009, yang ditujukan kepada Dewan Pembina Arimatea Pusat. (&lt;a href="http://lampiran.multiply.com/photos/album/9/Lampiran1"&gt;lihat lampiran:1&lt;/a&gt;) &lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;**(Komentar: Surat yang ditujukan kepada Dewan Pembina Arimatea juga dibagi-bagikan ke khalayak ramai. Apa maksudnya?)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;21 Februari 2009&lt;/strong&gt;,  Hajjah Irena Handono menerima copy surat tersebut dari jamaah yang hadir pada tanggal 21 Februari 2009 sebagai peserta di Pengajian Arimatea di Wisma Muallaf, Bintaro Sektor 9. Fotocopy surat tersebut didapatkan langsung dari Diki Candra yang juga dibagikan ke seluruh jamaah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;17 Maret 2009&lt;/strong&gt;, Hajjah Irena Handono menerima copy surat tersebut dari Guru Agama SMAN 86 Jakarta, setelah tanggal 16 Maret 2009 memberikan ceramah di Masjid Jami’ Bintaro Jaya untuk siswa-siswi dan staf SMAN 86 Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Diki Candra menyebarkan surat tersebut melalui internet (&lt;a href="http://forum-arimatea.blogspot.com/2009/02/hasil-investigasi-terhadap-irene.html" target="_blank"&gt;http://forum-arimatea.blogspot.com/2009/02/hasil-investigasi-terhadap-irene.html&lt;/a&gt;) yang dilengkapi kolom komentar sehingga mengundang banyak komentar (&lt;a href="http://lampiran.multiply.com/photos/album/8/Lampiran2"&gt;lihat lampiran:2&lt;/a&gt;).  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun seluruh komentar yang berjumlah 53 komentar pro dan kontra tersebut dihapus setelah lebih banyak bernada mendukung Hajjah Irena Handono. Sehingga hanya bersisa surat yang berisikan fitnah terhadap Hajjah Irena Handono.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fitnah lewat SMS juga beredar dimasyarakat Umum (&lt;a href="http://lampiran.multiply.com/photos/album/7/Lampiran3"&gt;lihat lampiran:3&lt;/a&gt;) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;21 Maret 2009&lt;/strong&gt;, Diki Candra atas nama Forum Arimatea menampilkan berita di internet (&lt;a href="http://forum-arimatea.blogspot.com/2009/04/5-tahun-diam-kini-saatnya-bicara-bag2.html" target="_blank"&gt;http://forum-arimatea.blogspot.com/2009/04/5-tahun-diam-kini-saatnya-bicara-bag2.html&lt;/a&gt;) lihat &lt;a href="http://lampiran.multiply.com/photos/album/6/Lampiran4"&gt;lampiran:4&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Juga lihat selanjutnya &lt;a href="http://lampiran.multiply.com/photos/album/5/Lampiran5"&gt;lampiran:5&lt;/a&gt; yang berisi fitnah. Dalam tulisan ini bukan saja Hajjah Irena Handono yang dipersoalkan tetapi juga Ketua MUI Pusat KH. Cholil Ridwan, Ustad Insan LS Mokoginta, Bpk. Mowo Purwito R (Muhammad Yusuf Muttaqien) serta menyebut nama lembaga lain yakni DDII (Dewan Dakwah Islam Indonesia), MMI (Majlis Mujahidin Indonesia).&lt;br /&gt;April 2009, Hajjah Irena Handono mendapatkan kiriman foto copy data tentang Diki Candra dan Arimatea (&lt;a href="http://lampiran.multiply.com/photos/album/4/Lampiran6"&gt;lihat lampiran:6&lt;/a&gt;) juga fotocopy tulisan yang berjudul MAKLUMAT ARIMATEA I s/d V. (&lt;a href="http://lampiran.multiply.com/photos/album/3/Lampiran7"&gt;lihat lampiran:7&lt;/a&gt;) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-413806567236761730?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/413806567236761730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/05/kronologis-peristiwa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/413806567236761730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/413806567236761730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/05/kronologis-peristiwa.html' title='KRONOLOGIS PERISTIWA'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-1482418094958255433</id><published>2009-04-06T10:19:00.000-07:00</published><updated>2009-04-29T10:25:01.732-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Kristenisasi Lewat Jalur Politik, Hadapi dengan POROS MASJID!</title><content type='html'>&lt;a href="http://aqse1.files.wordpress.com/2009/04/calegpdsdalam.jpg?w=150&amp;amp;h=219"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 219px" alt="" src="http://aqse1.files.wordpress.com/2009/04/calegpdsdalam.jpg?w=150&amp;amp;h=219" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Oleh: Hj.Irena Handono&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;“Salib itu kan perlambang hablumminallah dan hablumminannas seperti di Islam. Dan salib itu juga lambang berserah diri, yang juga menjadi salah satu hakikat ajaran Islam,” jelas Asrianty Puwantini, caleg ’kontroversial’ PDS dari Jawa Timur.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini heboh beredar di internet, televisi swasta, berita tentang caleg wanita Partai Damai Sejahtera (PDS) yang memakai jilbab. Kemudian pertanyaan yang mencuat adalah apakah ini merupakan salah satu dari upaya kristenisasi yang mana mereka saat ini menempuh jalur partai politik?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengarlah apa yang disampaikan ahli etika Kristen Pendeta Dr.Verkuil yang berujar bahwa berpolitik bagi warga gereja merupakan pengabdian kepada Kristus Kepala Gereja. Dengan kata lain, kehadiran Kristen di panggung politik adalah suatu panggilan yang wajib ditunaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban iman.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pecah belah suara umat Islam&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Terbukanya kesempatan untuk membuat partai-partai baru di era reformasi, membuat suara umat islam yang dahulu terkerucut pada satu partai yakni PPP (Partai Persatuan Pembangunan) menjadi terpecah belah kepada sekian banyak partai. Kondisi ini sejenak terasa bagaikan angin segar bagi perpolitikan di Indonesia namun sesungguhnya justru sebaliknya. Disaat umat Islam sibuk dibingungkan dengan berbagai partai, di iming-iming seolah-olah setiap orang bisa duduk di kursi legeslatif. Sementara disisi lain umat kristen merapatkan diri hanya mendukung satu partai. Ketika partai kristen ini melampaui jauh batas minimum suara untuk dapatkan kursi legeslatif, maka partai-partai umat islam hanya mendapatkan suara yang tidak memenuhi kuota, dan akhirnya tidak mampu menyaingi partai kristen untuk berkuasa dalam parlemen. Kita lihat saja, perimbangan keterwakilan kaum muslimin di parlemen sampai sekarang ini masih jauh dari proporsional dibandingkan dengan kristen. Kalau jumlah non muslim di negeri ini tidak lebih dari 20% maka semestinya jumlah mereka di parlemen tidak lebih dari 20% pula. Tetapi kenyataan proses dan hasil pemilu beberapa kali di negeri ini, kalangan kristen dapat masuk ke senayan bahkan dengan menaiki kendaraan partai yang beraroma Islam. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Politik Kristen&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;”Berpolitik bagi warga gereja merupakan pengabdian kepada Kristus”, Pendeta Dr.Verkuil. Perlu diketahui bahwa Politik Kristen tidak menyangkut PDS saja. Di awal lahirnya negara ini, ada Parkindo (Partai Kristen Indonesia), yang kemudian dimasa rezim Orde Baru, Parkindo meleburkan diri dalam PDI (Partai Demokrasi Indonesia).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika memasuki Era Reformasi diberikan kesempatan seluas-luasnya kepada warga negara membentuk partai-partai politik, orang-orang Kristen pun tidak ketinggalan menyambutnya. Mereka merasa berhak dan berkewajiban membentuk partai dengan nilai-nilai kekristenan. Maka lahirlah belasan partai kristen, walau dalam Pemilu hanya PDKB (Partai Demokrasi Kasih Bangsa) (1999) dan PDS (Partai Damai Sejahtera) (2004) yang berhasil mengikutinya. Keduanya berhasil mendudukkan wakil-wakilnya di DPR-RI. Kristen secara politik mengenal sistem bipolar. Yang terdiri atas kutub konsentrasi dan kutub polarisasi. Kutub konsentrasi, adalah dengan maksud bahwa supaya ummat kristen punya perwakilan, mempunyai suara di legeslatif sehingga berangkat dari pemikiran ini umat kristen harus punya partai. Umat kristen di konsentrasikan untuk memilih PDS dengan tujuan agar PDS punya suara cukup besar hingga memiliki kursi di parlemen. Kutub polarisasi, adalah bahwa tidak semua tokoh kristen harus masuk PDS. Semua tokoh kristen harus menyebar ke partai-partai yang ada untuk mewarnai, mempengaruhi partai-partai yg lain. Partai-partai yang menjadi target ini adalah partai-partai terbuka yang bisa menerima orang kristen. Hal inilah yang tidak diketahui oleh umat Islam. Kedua kutub tersebut bermuara pada sebuah lembaga yang disebut FKKI (Forum Komunikasi Kristen Indonesia), lembaga tempat bersatunya seluruh kristen apapun partainya. Jadi bukanlah mustahil jika dikatakan sesungguhnya partai kristen mengetahui apa rahasia di partai-partai yang lain. Maka sesungguhnya program kristenisasi yang berbahaya adalah program kristenisasi secara tidak langsung. Partai kristen menyadari bahwa mereka secara jumlah adalah minoritas, maka mustahil untuk meraih massa namun target mereka adalah ”Tidak kuasai massa tapi kuasai sistem”. Sehingga cara yang diambil adalah bagaimana masuk dalam partai-partai yang ada dan menguasai partai-partai tersebut. Jika sistem mereka pegang maka mereka juga akan kuasai hal-hal yang lain dan otomatis massa itu sendiri akan terkendalikan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Caleg PDS berjilbab&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Partai Damai Sejahtera (PDS) walaupun secara jelas menunjukkan identitasnya dengan tanda gambar salib, namun terdaftar sebagai partai terbuka. Mereka membuka diri bagi orang Islam dengan memberikan porsi 20% kepada kalangan muslim. Dan justru yang dibidik adalah caleg dari kalangan muslimah. Mengapa demikian? Ketika umat kristen akan menjalankan misinya ’mencari domba-domba tersesat’ dengan jalan antara lain mendirikan gereja, mengadakan bakti sosial, dll, seringkali mendapat ganjalan dari umat Islam dan terbentur dengan perundang-undangan yang berlaku. Namun jika yang mewakili umat kristen ini adalah seorang muslim untuk berhadapan dengan umat islam dan aparat pemerintah, maka hasilnya tentu akan lain. Maka kita tidak heran jika di suatu daerah ada pendirian gereja ilegal namun didukung mati-matian oleh tokoh muslim yang notabene dia ustad atau pimpinan pondok pesantren. Artinya, ada kesengajaan partai kristen dalam merekrut caleg muslim dengan tujuan agar mereka menjadi ujung tombak untuk menentang syariat islam. Maka bukan orang kristen sendiri yang harus berhadapan dengan para aparat pemerintah tapi orang-orang muslim dalam partai kristen yg akan berhadapan. Lalu apakah mungkin menyuarakan kepentingan umat Islam melalui partai kristen? Ini adalah hal yang mustahil. Ketika seorang muslim menjadi caleg PDS maka mustahil dia akan mampu memperjuangkan kebijakan-kebijakan demi kebaikan umat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Segala perundangan yang berbau syariah secara tegas ditolak oleh partai kristen. Contoh, Perbankan Syariah dan UU Anti Pornografi dan Pornoaksi. Walaupun keduanya membawa kemaslahatan bagi masyarakat secara umum, namun ditolak dengan alasan ’menggelikan’ bahwa NKRI bukan negara agama.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;PDI-P sebagai partai sekuler dan PDS yang mengatakan sebagai partai kristen secara konsisten mereka menolak syariah Islam untuk diterapkan oleh negara. Itu semua mereka sampaikan secara terbuka dan tegas. Setiap UU yang melanggar prinsip sekulerisme dan berbau syariah mereka tolak dengan gigih. Sekulerisme harga mati, syariah Islam wajib ditolak! Sementara sikap politisi Islam masih terlihat segan dan tidak tegas untuk katakan akan memperjuangkan syariah Islam. Bahkan terkadang bicara syariah Islampun enggan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Potensi umat Islam Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jumlah pemilih di Indonesia pada tahun 2009 diperkirakan akan sebesar 171 juta suara. Dari jumlah tersebut pemilih muslim adalah 88 persen yang berarti sekitar 150 juta suara.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam Pemilu 1955 suara partai Islam yang diwakili Masyumi dan NU mencapai 55 persen melebihi partai Nasionalis (PNI) dan komunis (PKI) yang hanya 45 persen. Tapi di Pemilu 1999 turun menjadi 38 persen, sementara di Pemilu 2004 makin turun lagi menjadi tinggal 34 persen. Perkiraan perolehan suara di Pemilu 2009 oleh berbagai lembaga survei, - PPP hanya akan dapatkan 4,15 persen - PKS hanya 4,07 persen (turun dari 7 persen di Pemilu 2004) - PKB akan turun dan memperolah 5 persen (dari 12 persen di pemilu yang lalu) - PAN kehilangan suara dan tinggal 4,7 persen (Survei oleh LP3ES pada Maret 2009) Maka total suara muslim dalam Pemilu 2009 hanya 17,29 persen. Lalu kemana jumlah 55 persen jika mengikuti hasil pemilu 1955? Greg Fealy, peneliti dari Australia National University (ANU) mengatakan, suara partai Islam pada Pemilu 2009 tidak akan sampai 20 persen. Hasil ini juga diperkuat oleh hasil survei LSI pada September 2008, suara partai Islam hanya 17 persen. Masih menurut hasil penelitian para lembaga survei, maka diperkirakan suara umat Islam akan masuk pada partai-partai terbuka / partai-partai nasionalis seperti Golkar, Partai Demokrat dan PDI-P yang akan mendapatkan peningkatan perolehan suara dibanding pemilu tahun lalu. Jika umat Islam bekerja dengan baik, mengambil hikmah masa lampau di masa yang sulit ini karena perpecahan akibat banyaknya partai, sebenarnya umat Islam masih mempunyai peluang untuk menangkan Pemilu Pilpres. Karena jumlah pemilih muslim sesungguhnya adalah 88 persen. Sebagai partai pendukung syariah, maka partai islam memiliki prospek cerah untuk didukung mayoritas rakyat Indonesia. Sebab ada kencenderungan nyata dikalangan umat Islam yang semakin teguh pilihannya untuk kembali pada syariah Islam. Sejumlah survei memperlihatkan bahwa dukungan masyarakat pada penerapan syariah Islam dari hari ke hari makin menguat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Survei PPIM UIN Syarif Hidayatullah tahun 2001 menunjukkan, 57,8% responden berpendapat bahwa pemerintahan yang berdasarkan syariah Islam adalah yang terbaik bagi Indonesia. Survey tahun 2002 menunjukkan sebanyak 67% (naik sekitar 10%) berpendapat yang sama (Majalah Tempo, edisi 23-29 Desember 2002). Survey tahun 2003 menunjukkan sebanyak 75% setuju dengan pendapat tersebut. Sebanyak 80% mahasiswa memilih syariah sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara (Hasil survey aktivis gerakan nasionalis pada 2006 di Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya, Kompas, 4/3/’08). Survey Roy Morgan Research yang dirilis Juni 2008 memperlihatkan, sebanyak 52% orang Indonesia mengatakan, syariah Islam harus diterapkan di wilayah mereka. (The Jakarta Post, 24/6/’08).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Survey terbaru yang dilakukan oleh SEM Institute juga menunjukkan sekitar 72% masyarakat Indonesia setuju dengan penerapan syariah Islam. Poros Masjid Porsi pemilih muslim diperebutkan sedemikian rupa. Partai-partai berbasis Islam makin banyak. Partai-partai nasionalis dan sekuler tapi membungkus diri dengan asesoris-asesoris muslim juga makin banyak. Sementara seperti slogan mereka ”menjadi garam dunia”, tokoh-tokoh kristen sudah menyebar di setiap partai untuk berperan menentukan kebijakan masing-masing partai yang dimasukinya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan terjadi pada muslim di Indonesia hingga lima tahun kedepan kelak? Akankah ada kesempatan memenangkan syariat Islam jika sistem dikuasai oleh mereka? Mustahil! Namun kita masih mempunyai kesempatan jika mau merubahnya sekarang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan koalisi partai-partai berbasis Islam sepertinya kecil kemungkinan untuk berhasil menyelamatkan suara pemilih Islam yang terebut oleh partai-partai non islam. Dan perlu diingat bahwa jumlah pemilih Golput juga cukup signifikan. Untuk menyelamatkan ini semua (88 persen suara umat Islam) perlu ditempuh suatu upaya, sebuah gerakan nyata dari ummat Islam, lepas dari jalur partai. Sebelum memasuki pemilu, untuk memilih presiden dan wakil presiden, umat Islam harus terlebih dahulu menentukan calon Presiden dan wakil presiden yang diinginkan. Dengan cara demikian suara umat Islam akan utuh dan kemenangan bisa diraih. Bagaimana teknis penentuan, siapa penyelenggaranya dan dimana dilaksanakan? Bisa dilakukan melalui masjid-masjid dengan membentuk POROS MASJID.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Sikap umat Islam di Pemilu 2009&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Islam dengan seluruh ajarannya, mengatur semua aspek kehidupan umat manusia. Tidak hanya sebatas mengatur ‘ibadah, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan sesamanya (mu’amalah), termasuk pengaturan sistem pemerintahan dan ketatanegaraan. Tujuannya mewujudkan kemaslahatan umat, tegaknya nilai-nilai keadilan di bumi. Jika nilai-nilai kemaslahatan dan keadilan itu diabaikan, maka sungguh akan terjadi berbagai bentuk diskriminasi, penindasan dan kezaliman. Maka, satu-satunya jalan untuk memperbaiki kondisi Indonesia, mewujudkan kemaslahatan bagi umat : Pada pemilu legeslatif, jangan memilih partai yang membuka diri pada caleg kristen. Tapi partai yang berjuang teguh menegakkan syariat Islam! Bentuk POROS MASJID untuk tentukan calon pres dan wapres yang benar-benar diinginkan oleh umat Islam. Melalui POROS MASJID, ummat bersatu untuk pilih hanya satu pasangan. InsyaAllah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-1482418094958255433?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/1482418094958255433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/04/kristenisasi-lewat-jalur-politik-hadapi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/1482418094958255433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/1482418094958255433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/04/kristenisasi-lewat-jalur-politik-hadapi.html' title='Kristenisasi Lewat Jalur Politik, Hadapi dengan POROS MASJID!'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-7937308119675808070</id><published>2009-02-15T10:45:00.000-08:00</published><updated>2009-04-29T11:00:41.383-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Irena Handono : Hidup Kian Indah dengan Islam</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SfiTXWCFBCI/AAAAAAAAABk/aWaGWktbAUs/s1600-h/Irene1_darmawan.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330172188253553698" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 160px; CURSOR: hand; HEIGHT: 222px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SfiTXWCFBCI/AAAAAAAAABk/aWaGWktbAUs/s200/Irene1_darmawan.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Allah selalu memberi petunjuk kepada siapa saja yang mencari kebenaran, di mana pun hamba-Nya berada. Di biara sekali pun. Itulah yang terjadi pada Irena Handono yang mendapat hidayah justru saat mencari kelemahan Islam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketertarikan Irena terhadap Islam bermula ketika ia memutuskan untuk mengikuti kata hatinya menjadi biarawati. Selain mengenyam pendidikan di biara, secara bersamaan Irena juga menekuni pendidikan di Institut Filsafat Teologia. Ia mengambil studi perbandingan agama. Dari sanalah, awal mula ia bersentuhan dengan Islam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika mempelajari Islamologi, para dosen yang mengajarinya memberikan pengantar. Sang dosen berkata, ''Kalau saya mau mempelajari Islam, lihat saja umat Islam di Indonesia, mereka bagaimana.'' Dari situ, pengajar itu menyimpulkan bahwa umat Islam identik dengan kemiskinan, kebodohan, teroris, dan semua hal yang jelek.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mendengar penjelasan itu, Irena berpikir keras. Ia tidak serta-merta mengiyakan. Ia berpikir kritis dan berkata, ''Justru simpulan itu perlu diuji karena Islam tidak hanya di Indonesia. Sama halnya dengan Kristen dan Katolik. Kita lihat di Filipina dan Meksiko yang jadi maling, penipu, dan pemabuk itu bukan orang Islam, tapi mereka yang Katolik.''&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari perdebatan kecil ini, Irena menjadi tertarik mempelajari Islam. Ia pun mengusulkan dan meminta izin kepada dosennya untuk mempelajari Islam langsung dari sumbernya, yaitu Alquran. Usulan itu diterima. Tapi, dengan catatan, ia harus mencari kelemahan Islam. ''Di situlah, untuk pertama kali, saya memegang Alquran,'' ucapnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Reaksi yang muncul pertama kali ketika Irena memegang kitab suci Alquran adalah sebuah kebingungan. Ia tidak tahu harus membuka kitab itu dari mana. Huruf-hurufnya pun tidak dikenalnya. Akhirnya, ia memutuskan untuk mencari Alquran yang ada terjemahannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika mempelajari terjemahan, ia masih sempat bingung. Kebingungan itu karena ia tidak mengerti bahwa membaca Alquran dimulai dari kiri. Ia justru terbalik dengan membukanya dari kanan. Alhasil, yang ia pelajari lebih dulu surat-surat yang letaknya di belakang. Yang pertama kali ia pandang adalah surat Al-Ikhlas. Surat inilah yang memperkenalkan Irena kepada ketauhidan dalam Islam. Pada saat bersamaan, ia sedang menekuni teologia (konsep Tuhan dalam Katolik).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 1973. Setelah membacanya, suara hati Irena membenarkan bahwa Allah itu satu, Allah tidak beranak, tidak diperanakkan, dan tidak sesuatu pun yang menyamai Dia. ''Ini logis, ini benar, dan bisa diterima serta dipahami,'' ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apa yang ia temukan dalam surat Al-Ikhlas berbeda sekali dengan konsep Tuhan yang dipelajarinya saat kuliah teologia. Dalam teologi Katolik dan Kristen, kata dia, secara keseluruhan konsep Tuhan itu trinitas, yaitu Tuhan Bapak, Tuhan Putra, dan Tuhan Roh Kudus.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akhirnya, terjadilah diskusi antara Irena dengan dosennya mengenai konsep ketuhanan hingga mengerucut kepada sejarah gereja. Dari diskusi tersebut, Irena menarik simpulan bahwa Yesus yang selama ini ia yakini sebagai Tuhan hanyalah seorang manusia yang dipertuhankan oleh manusia. Kesimpulan ini menuai kritik dari sang dosen dan menganggap apa yang Irena sampaikan sebagai pemikiran yang sesat dan anti-Kristus.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Tiap malam&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kebiasaan mengkaji Alquran ia teruskan setiap malam. ''Dari awalnya sekadar meneliti, kemudian membenarkan, dan akhirnya saya semakin kagum,'' ungkapnya. Ia pun memutuskan keluar dari biara.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekeluarnya dari biara, Irena mencari ustaz yang dianggap bisa membimbingnya untuk mempelajari Islam lebih jauh lagi sebelum memutuskan masuk Islam. Kala itu, tahun 1983, ia mendapat bimbingan dari KH Ahmad Sujai (Alm) dan KH Misbach (Alm), ketua MUI Jawa Timur.Dari penjelasan sederhana mengenai Islam yang diperolehnya dari kedua ustaz tersebut, dengan mantap akhirnya Irena memutuskan menjadi Muslim. Bertepatan satu hari sebelum bulan Ramadhan, ia mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan KH Misbach (Alm) di Masjid Al-Falah, Surabaya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Konsekuensi dari keputusannya ini, Irena menerima makian hingga teror dari sang suami yang tetap bersikukuh memeluk agama Katolik. Dihadapkan pada pilihan itu, ia memutuskan mengakhiri biduk rumah tangganya yang sudah berjalan selama enam tahun. Meskipun demikian, toh Irena tetap mensyukuri karena ketiga buah hatinya berhasil ia selamatkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kini, keislamannya sudah berjalan selama 26 tahun. Namun, hingga saat ini, ia masih kerap menerima ancaman teror dan fitnah. Ancaman teror dan fitnah, ungkapnya, tidak hanya datang dari kalangan di luar Islam, tetapi juga dari orang yang menganut Islam. Pengalaman tidak menyenangkan itu ia paparkan dalam bukunya berjudul &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Menyingkap Fitnah dan Teror&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di buku itu, Irena mengungkapkan ada 31 macam teror yang pernah ia terima. Teror dan fitnah tersebut, kata dia, mulai dari menyebarkan hasutan bahwa ia seorang penyusup hingga menunjukkan surat pernyataan palsu bermaterai yang menyebutkan bahwa pada 15 November si pembuat pernyataan melihat dirinya keluar dari Katedral di Singapura dengan masih lengkap memakai salib.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bukannya balik menyerang, justru Irena minta dipertemukan dengan si pembuat surat pernyataan. ''Yang menyebarkan surat pernyataan tadi silakan datang dengan istri dan anak-anaknya. Di sinilah, kita mubahalah (melakukan sumpah) dan disaksikan oleh MUI setempat dan diliput oleh seluruh pers.''&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berbagai teror dan fitnah yang dilancarkan terhadap dirinya ini tidak lantas membuat Irena berhenti untuk menyerukan ajaran Islam. Bahkan, hal tersebut membuatnya terpacu untuk terus melakukan dakwah, baik melalui lisan maupun tulisan. ''Saya anggap itu semua untuk mengurangi dosa saya,'' ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dengan berbagai macam ujian dan peristiwa yang dialaminya semenjak memutuskan menerima Islam, justru ia merasakan hidup yang dijalaninya semakin indah, semakin mulia, dan semakin ia mensyukuri. Ia akhirnya sampai pada suatu simpulan, ''Kalau ingin menjadi manusia seutuhnya, dia bisa melaksanakan fungsi kemanusiaannya dengan baik. Satu-satunya cara adalah menjadi Islam.''&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam pandangannya, manusia tanpa Alquran belumlah sempurna. Kesempurnaan itu akan terjadi ketika hamba Allah ini menjadikan Alquran sebagai panduan hidup. ''Yang kita lihat di Tanah Air kita, banyak yang sudah ber-KTP Islam, tapi Alquran belum sebagai panduan hidupnya,'' ucapnya. (nidia zuraya)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;-----&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;BiodataNama : Irena HandonoNama Kecil : Han Hoo LieTempat/tanggal lahir: Surabaya, 30 Juli 1954&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Lembaga Katolik yang pernah digelutinya: Biarawati, Seminari Agung (Institut Filsafat Teologia Katolik), Ketua Legio Maria, dan Universitas Katolik Atmajaya Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Berkiprah di beberapa lembaga, di antaranya ICMI, PITI, Al-Ma'wa (Pembina Mualaf) Surabaya, Pengasuh Majelis Taklim Al-Muhtadin, Forum Komunikasi Lembaga Pembina Mualaf (FKLPM), Forum Gerakan Anti-Pornografi dan Pornoaksi (FORGAPP), Lembaga Advokasi Muslim (LAM), Gerakan Muslimat Indonesia (GMI), Majlis Ilmuwan Muslimah se-Dunia Cabang Indonesia (MAAI), Muslimah Peduli Umat (MPU), dan Irena Center.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/koran/153/31651/Irena_Handono_Hidup_Kian_Indah_dengan_Islam"&gt;http://www.republika.co.id/koran/153/31651/Irena_Handono_Hidup_Kian_Indah_dengan_Islam&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://islam-digest.blogspot.com/2009/02/irena-handono.html"&gt;http://islam-digest.blogspot.com/2009/02/irena-handono.html&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-7937308119675808070?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/7937308119675808070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/04/irena-handono-hidup-kian-indah-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/7937308119675808070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/7937308119675808070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/04/irena-handono-hidup-kian-indah-dengan.html' title='Irena Handono : Hidup Kian Indah dengan Islam'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SfiTXWCFBCI/AAAAAAAAABk/aWaGWktbAUs/s72-c/Irene1_darmawan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-2415592589582810695</id><published>2008-12-22T10:27:00.000-08:00</published><updated>2009-04-29T10:42:16.825-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Wawancara Hj.Irene Handono : Kenapa Pada Diam?</title><content type='html'>&lt;a href="http://i37.tinypic.com/19nt3t.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 512px; CURSOR: hand; HEIGHT: 346px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://i37.tinypic.com/19nt3t.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://i37.tinypic.com/19nt3t.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bekasi Berbagi Bahagia, kegiatan ini menuai protes umat Islam. Dengan berkedok bantuan social mereka justru melakukan pembaptisan. Begitulah yang terungkap dari wawancara Abidah Wafaa (Sabili) dengan Ustadzah Irena Handono (Kristlog)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa beda Pembaptisan dan Pemberkatan?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dahulu Gus Dur diisukan dibaptis, saya akan mendudukkan bahwa Gusdur itu bukan dibaptis tapi di berkati. Pemberkatan diberikan Oleh gereja yang dianggap sevisi dan semisi. Gus Dur sudah dibaptis atau belum itu diluar konteks tapi yang terjadi saat itu adalah diberkati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang dilakukan Yayasan Mahanaim sendiri?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nah sekarang yang dilakukan Yayasan Mahanain adalah pembaptisan bukan pemberkatan. Dengan kedok bantuan sosial. Berarti ini dapat disebut pembaptisan atau upaya kristenisasi?Jadi bagaimana pembaptisan tersebut berlangsung, mereka melakukan pembaptisan secara terselubung, atau kristenisasi terselubung. Karena mereka tidak memasang spanduk kristenisasi tapi Bekasi berbagi Bahagia. Lengkap dengan hadiah-hadiahnya. Orang yang datang diberi souvenir salib. Untuk mendapatkan hadiah itu prosesnya satu, mereka didata terlebih dahulu, masuk daftar identitas mereka. Kemudian masuklah proses selanjutnya, dibaptis.Apa artinya baptisBaptis, dalam Islam disebut ikrar dua pengucapan kalimat syahadat. Jadi Baptis adalah gerbang memasuki dunia hidup sebagai umat Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Meskipun mereka tidak sadar, apakah dapat disebut Mahanaim telah melakukan penipuan?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nah, sadar berarti pembaptisan itu sah, tidak sadar berarti pembaptisan tidak sah. Sadar atau tidak merupakan hal kedua. Tapi yang dilakukan oleh Mahanain, mereka tidak sadar berarti penipuan dong. Ini yang namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Coba kita lihat proses pembaptisan (penipuan) ini?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat foto ini ekspresi dari yang dibaptis dan siapa yang dibaptis. Ibu ini dijeburin masuk bak dalam air, trus dia memakai jilbab. Jilbab muslimah ini, coba lihat mereka ketakutan. Umurnya paling sudah tua, dan Ibu ini tidak tahu menahu. Coba lihat Muslimah ini. Dia dirayu, dikasih hadiah lewat bak ini dahulu, kemudian dia dituntun, maukah dia dituntun? Coba lihat tangannya, dia berontak. Dia mengatakan “ngga mau,” tapi panitia tetap memaksa. Kemudian jilbabnya dibasahkan. Kena air baptis. Meskipun hanya sebagian tetapi tetap pembaptisan. Coba lihat tanpa keikhlasan. Mereka sedang bingung. Mereka tidak mengerti. Berarti yang dilakukan Mahanain adalah penipuan, pemaksaan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia. Di Indonesia orang beragama dijamin kebebasan memilih agama. Mereka kan tau ini muslimah melalui jilbab mereka. Sebodoh apapun mereka tahu ini muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berarti Mahanaim telah melanggar HAM?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ini kan sudah pelecehan, ini harus ditindak oleh aparat hukum mereka. Sebenarnya dengan kejadian ini Polisi sudah menangkap mereka, menyidik mereka. Tidak perlu menunggu laporan. Komnas HAM harus bergerak. Kenapa pada diam? Nah itu dia, ini kan jelas. Apakah HAM itu untuk menyudutkan umat Islam? Hal ini pelecehan, penodaan sebuah agama, pelanggaran Hak Asasi Manusia. Penipuan yang mereka lakukan, sebenarnya berlapis yang dikenai mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dengan data seperti ini, sebenarnya aparat hukum sudah dapat bertindak dong?&lt;/strong&gt; Mungkin dahulu ormas tidak punya data, nah sekarang ini jelas sekali fotonya. Coba aja kegelisahannya. Terus bagaimana dampak psikologisnya. Coba aja lihat Ibu tua, remaja. Mereka sudah dibaptis. Mereka tidak mengerti arti pembaptisan. “Engkau sudah dibaptis, engkau sudah masuk dalam Kristen, engkau sudah menerima Yesus, maka dalam benak mereka, Ya Allah saya sudah kafir, si Ibu tadi, bagaimana kalau saya mati? Ini kan kerugian psikologis. Si remaja, menyadari wah kalau gitu kan saya sudah murtad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerugian-kerugian ini yang perlu kita perhatikan juga. Jadi yang dilakukan Mahanaim bukan main-main. Seharusnya penegak hukum memahami hal ini. Dan demi kerukunan umat beragama. Hal ini kan jelas-jelas perbuatan mereka tidak toleran. Ini pelanggaran hukum. Dan jangan hal ini kejadian seperti ini lagi dong. Insya Allah banyak pengacara yang mau melakukan penuntutan hukum seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seharusnya penegak hukum bertindak tanpa menunggu laporan untuk menangkap mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengatasi Beban psikologis, para korban?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Korban ada yang tidak tahu ia merasa tertipu. Tapi yang sangat disayangkan, ia tidak tahu tapi tertipu kemudian putus asa. Korban harus disadarkan bahwa mereka adalah korban penipuan. Perbuatan pembaptisan itu dilakukan perbuatan tanpa sadar. Andaikan dijelaskan pembaptisan. Kalau seperti itu mereka tidak dijelaskan. Kalau ibu tadi tidak mencintai Islam tidak mungkin Ibu tersebut berjilbab. Banyak orang alergi dengan jilbab.Yang dilakukan orang Mahanaim adalah perbuatan yang tidak sah dan itu merupakan pelanggaran hukum. Harus menuntut ganti rugi. Walaupun kerugian spiritual juga besar. Mereka tetap muslimah karena hal tersebut tanpa seizin, tanpa kesadaran, dan melanggar hukum. Ajaklah kembali mengucapkan dua kalimat syahadat, kuatkanlah kembali sehingga yang bersangkutan kembali kepada Islam. &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengapa harus mengatakan syahadat, bukankah mereka sebenarnya sudah Islam?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sadar kan dilakukan setiap hari. Dalam setiap sholat kita. Maka ajaklah sholat kembali. Bagi seseorang (kasus seperti ini) syahadat adalah suatu tindakan konkret yang dilakukan ketika dia sudah tertipu, dan dia balik ke Islam untuk meyakinkan dia balik. Ajaklah dia mengucapkan dua kalimat syahadat. Hal tersebut akan lebih memperkokoh dan memperkuat keyakinannya. Ucapan Baptis itu seperti apa? ”Aku Baptis engkau atas nama Tuhan Bapak, putra dan Tuhan Ruh Kudus. Jadi Tuhannya tiga. Ini yang disebut syirik. Yang bersangkutan dibaptis tidak perlu mengucapkan apa-apa. Cukup mengatakan Amin. Selesai. Jadi tidak perlu menirukan. Hal yang di situ cukup mengatakan Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penipuan ini terkesan kejar target?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mereka kejar target, karena peristiwa oini banyak terjadi ditempat lain. Cari korban, cari mangsa. Setahun dua kali. Hal ini ada miripnya, umat Islam terkena musibah. Gempa bumi, tsunami dll. Banyak sekali mereka meraih keuntungan. Mereka membagi-bagi hadiah. Di buat proposal. Kirim ke negara donor. Tapi mereka biasanya Negara donor yang besar Amerika. Dan grup Negara donor. Andaikan sertiap tempat 200 juta. Padahal nilai yang keluar 20 juta, 10 juta. Ini bisnis kaum Gereja. Katakanlah 180 juta untuk hidup selama 6 bulan. Lebih untung dari pengusaha kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana tentang dana tersebut berasal dari dana prajurit?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja dana prajurit tersebut sebagai dana sementara. Dengan dana tersebut mereka dapat mengirim proposal, untuk mengirim dana sementara tersebut. Untungkan. Kalau dikembalikan. Kalau tidak namanya korupsi. Kalau sudah tahu seperti itu dilacak saja secara hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah Ibu mengetahui nama yayasan itu?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lembaga di Indonesia biasanya berasal dari, ini adalah mata pencaharian mereka. Ford Foundation, Rotary club, Lion club. Banyak nama. Seperti yang masuk di Aceh.Tidak mustahil, memakai nama samaran Islam. Seperti Yayasan Mahanaim. Kegiatan mereka Bekasi Berbagi Bahagia. Sepertinya kan yayasan ini nasionalis. Bahtera, Lentera, Yayasan Kasih, Anugerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dari Irena Center sendiri bagaimana melakukan pengawalan terhadap korban ini?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Irene Center adalah thik thank, lembaga pemikiran menghimpun, mencari, dan mengumpulkan data. Irene Center melontarkan konsep-konsep, baik mereka buat ataupun kalangan umat Islam. Bagaimana untuk mengantisipasi. Untuk bergerak seperti ini, inilah pentingnya ormas. Alhamdulillah ormas di Indonesia memiliki visi dan misi untyuk membentengi akidah umat dari bahaya pemurtadan. Yaitu Gerakan Muslimat Indonesia. Ketua Umum saya sendiri (Irena Handono).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kita harus berjamaah.Sebenarnya target apa yang ingin mereka capai?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ada gula ada semut. Orang yang membutuhkan bantuan akan datang. Mereka akan mendata, nama, alamat, tempat tanggal lahir. Dari data tersebut mereka dapat mengklaim umat Islam 500 rb telah beralih ke Kristen. Dengan cara tersebut mereka akan mendongkrak naik persentase Kristen di Indonesia. Kemudian secara bertahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mereka mengklaim bahwa, umat Islam di Indonesia terbesar sudah tidak ada?Apakah ada target (khusus) tahun?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mereka sudah sering kali buat target, tahun 2000, 2005, 2010, tapi Alhamdulilah gagal. Mudah-mudahan. Dengan demikian saya mengajak para pejuang seluruhnya para pejuang seiman, seakidah, ayo kita berjuang. Sebab kalau perimbangan mereka sudah hampir menyamai. 40 persen saja. Terjadi di Indonesia bagian timur. Tidak mustahil seperti Manokwari sebagai kota Injil. Kalau itu terjadi umat Islam tertindas. Kita tahu dari sejarah bagaimana arogansi mereka. Terjadi di Ambon dan Maluku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah ini merupakan target global?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa tidak NKRI pecah. Dikerat, dikerat. Sekarang Propinsi yang ingin memerdekakan diri apa modelnya? Ikut mereka, Millah (tatacara-red)mereka dulu. Pengikisan iman dan akidah dulu. Kemudian Umat Islam akan kembali tenggelam dalam penjajahan. Hanya penjajahan sekarang, penjajahan sistem. Program global. Karena mereka (Negara adidaya) tahu dengan persis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang menghalangi mereka siapa?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Islam dan Konfusian. Yang dihabisi terlebih dahulu Islam. Bagaimana cara menghabisi Islam?Dengan adu domba, mencitrakan opini jelek tentang Islam. Dan yang paling menjadi sasaran Rasulullah dan Kitab suci Al Quran. Ini sudah tersistem. Seperti kasus Syeh Puji. Setelah selesai itu apa? Target akhir Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berarti saat ini kita sedang perang?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Makanya saya menyatakan Sekarang kita sudah perang, tidak dar der dor. Perang sekarang perang pemikiran, perang peradaban, budaya. Negara adidaya memilih perang millennium ini dengan perang peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Solusi yang harus dilakukan?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam harus tahu siapa mereka (sebagai muslim). Visi Misi mereka (sejarah umat muslim/salafus Sholih). Makanya suatu kemutlakan mereka mengetahui visi dan misi mereka. Makanya al-Quran banyak membahas Yahudi dan Nasrani. Tapi umat kita salah memandang tentang diri siapa mereka. Umat kita hanya tahu diri mereka sendiri. Itupun tidak lengkap. Sebagian umat kita hanya mengetahui sebagian dari dirinya. Tidak utuh. Apalagi mengenal mereka (akal bulus umat Nasrani-red)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana supaya mereka mengenal dirinya sendiri?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Itulah kewajiban kita. Banyak cara, sekarang ini kita banyak literature. Umat Islam sendiri meninggalkan Iqra. Jujur saja minat baca Indonesia terendah di Asia. Umat Muslim terbesar. Iqra tidak cukup. Untuk itu saya gencar dakwah secara lisan dan tulisan. Saya membuat vcd, saya buat untuk yang tidak mampu membaca buku lama-lama. Saya geram karena pelecehan terhadap Nabi kita Rasulullah dan Allah. Saya membuat buku menyingkap fitnah dan terror. Karena mereka sendiri sebenarnya terror. Cuma umat kita tidak sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa yang terjadi apabila umat Islam sendiri tidak mengetahui tentang sejarah mereka?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di bab pendahuluan ini mengungkap siapa mereka sebenarnya. Dewi konsultasi kepada saya (Irene). Menyesal dengan keislaman. Apa yang terjadi kesalapahaman berangkat ketidaktahuan tentang mereka. Tidak bangga tentang Islam mereka. Mau bukti, coba kita lihat remaja yang lebih barat dibandingkan barat sendiri. Remaja yang lebih Amerika dibandingkan Amerika sendiri. Ada anak tokoh, anaknya dikirim ke Negara yang dibanggakan. Bapaknya Infak shadaqoh tidak perlu dipertanyakan. Ketika bapaknya meninggal memasang pohon natal. Ketika ditanya “just happy”. Tokoh Islam mengatakan perayaan natal merupakan bagian dari kita umat manusia seluruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana mereka mengikis keimanan umat Islam?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mengikis Iman dan akidah lewat budaya. Seperti di Bekasi. Diiming-imingi dahulu. Mengikis remaja, tidak langsung. Dibuat nyaman dengan budaya mereka. Budaya mereka kan fun, food, fashion. ( &lt;a href="http://sabili.co.id/index.php/20081212366/Wawancara/Kenapa-Pada-Diam.htm" target="_blank"&gt;sabili&lt;/a&gt; ) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-2415592589582810695?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/2415592589582810695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2008/12/wawancara-hjirene-handono-kenapa-pada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/2415592589582810695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/2415592589582810695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2008/12/wawancara-hjirene-handono-kenapa-pada.html' title='Wawancara Hj.Irene Handono : Kenapa Pada Diam?'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i37.tinypic.com/19nt3t_th.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-7551902678740836419</id><published>2008-11-14T09:28:00.000-08:00</published><updated>2009-04-29T09:37:48.324-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><title type='text'>Kenyang Teror - Irena Handono (Republika)</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SfiAkDIa7AI/AAAAAAAAAAc/YAoYrTIXsys/s1600-h/Scan3+web.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330151515797253122" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 232px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SfiAkDIa7AI/AAAAAAAAAAc/YAoYrTIXsys/s400/Scan3+web.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="4457648481271179379"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-7551902678740836419?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/7551902678740836419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/04/kenyang-teror-irena-handono-republika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/7551902678740836419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/7551902678740836419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/04/kenyang-teror-irena-handono-republika.html' title='Kenyang Teror - Irena Handono (Republika)'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SfiAkDIa7AI/AAAAAAAAAAc/YAoYrTIXsys/s72-c/Scan3+web.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-4330965052660345048</id><published>2008-11-14T09:26:00.000-08:00</published><updated>2009-04-29T09:36:41.118-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><title type='text'>Resensi MFT - Republika</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SfiANB-w1PI/AAAAAAAAAAU/3qHBPVLoFNg/s1600-h/Scan+2web.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330151120351319282" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 249px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SfiANB-w1PI/AAAAAAAAAAU/3qHBPVLoFNg/s400/Scan+2web.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="2629607301383152127"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-4330965052660345048?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/4330965052660345048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/04/resensi-mft-republika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/4330965052660345048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/4330965052660345048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/04/resensi-mft-republika.html' title='Resensi MFT - Republika'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SfiANB-w1PI/AAAAAAAAAAU/3qHBPVLoFNg/s72-c/Scan+2web.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-929168431073724646</id><published>2008-11-14T09:19:00.000-08:00</published><updated>2009-04-29T09:37:04.761-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><title type='text'>Resensi MFT - Suara Muslim</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/Sfh_n2ohAvI/AAAAAAAAAAM/WZQOoJQlMQs/s1600-h/scan+koran+1web.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330150481650057970" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 303px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/Sfh_n2ohAvI/AAAAAAAAAAM/WZQOoJQlMQs/s400/scan+koran+1web.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name="4206406529092212598"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-929168431073724646?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/929168431073724646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/04/resensi-mft-suara-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/929168431073724646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/929168431073724646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/04/resensi-mft-suara-muslim.html' title='Resensi MFT - Suara Muslim'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/Sfh_n2ohAvI/AAAAAAAAAAM/WZQOoJQlMQs/s72-c/scan+koran+1web.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-5889245866112120238</id><published>2008-09-07T09:43:00.000-07:00</published><updated>2009-04-29T09:54:16.023-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dokumentasi'/><title type='text'>MFT : 6 September 2008</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Peluncuran Buku &lt;strong&gt;"Menyingkap FITNAH &amp;amp; TEROR",&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;6 September 2008, Pk.08.30-12.30WIB&lt;br /&gt;Auditorium Lt. 3 Universitas Al-Azhar Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330155316924852450" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SfiEBTb3KOI/AAAAAAAAAAs/OGw5PXZJwNM/s400/Prensentasi-Ummi-Irena.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;Presentasi Umi Irena Handono&lt;br /&gt;&lt;a href="http://images.nchiedive.multiply.com/image/6:islammenjawab/photos/61/500x500/6/Moderator-Peluncuran-Buku.jpg?et=bEV%2B8kPoT4BAfMxhYtmvlw&amp;amp;nmid=114217360"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://images.nchiedive.multiply.com/image/6:islammenjawab/photos/61/500x500/5/KH.-A.-Cholil-Ridwan-Uda-Dive.jpg?et=HjGK6JUAzLDijsoFbRWAxg&amp;amp;nmid=114217360"&gt;&lt;/a&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330155790438101986" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SfiEc3aN8-I/AAAAAAAAAA0/VARbyGi5fD4/s400/Moderator-Peluncuran-Buku.jpg" border="0" /&gt;Moderator Peluncuran Buku, Bpk.Muhammad Dive Novio. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330156036082075650" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SfiErKgTiAI/AAAAAAAAAA8/ioOF8T5cCBk/s400/KH.-A.-Cholil-Ridwan-Uda-Dive.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;Ust. Fadzlan Garamatan. (Ulama Papua)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://images.nchiedive.multiply.com/image/6:islammenjawab/photos/61/500x500/3/Bpk-Hilmi-Ali-Putra-Prof.-Ali-Yafie.jpg?et=QoOzWrKP5tDyK64wI1TTLQ&amp;amp;nmid=114217360"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://images.nchiedive.multiply.com/image/6:islammenjawab/photos/61/500x500/2/Bapak-tri-Sutrisno.jpg?et=zo922JzT3nItnHjuNrpL3Q&amp;amp;nmid=114217360"&gt;&lt;/a&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330156205008354114" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SfiE0_zd-0I/AAAAAAAAABE/BUoPzRBChds/s400/Bpk-Hilmi-Ali-Putra-Prof.-Ali-Yafie.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://images.nchiedive.multiply.com/image/6:islammenjawab/photos/61/500x500/4/Bpk.-H.-Subagyo-H.S.jpg?et=NyRhJ2XgZZWhIO7OxwJGXg&amp;amp;nmid=114217360"&gt;&lt;/a&gt;Bpk. Hilmy Ali Yafie (putra Prof.KH.Ali Yafie) mewakili. &lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330156312283917746" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SfiE7Pb9LbI/AAAAAAAAABM/QyggenLS8ho/s400/Bapak-tri-Sutrisno.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;Bpk. Jend.Purn. H. Tri Sutrisno &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330156402634098658" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SfiFAgBHh-I/AAAAAAAAABU/1b6sKLuqUmQ/s400/Bpk.-H.-Subagyo-H.S.jpg" border="0" /&gt;Bpk.Jend.Purn. H. Subagyo HS (penasihat Irena Center)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-5889245866112120238?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/5889245866112120238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2008/09/mft-6-september-2008.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/5889245866112120238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/5889245866112120238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2008/09/mft-6-september-2008.html' title='MFT : 6 September 2008'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SfiEBTb3KOI/AAAAAAAAAAs/OGw5PXZJwNM/s72-c/Prensentasi-Ummi-Irena.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-257194971785162328</id><published>2008-09-07T09:10:00.000-07:00</published><updated>2009-04-29T09:34:50.998-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><title type='text'>Resensi Buku Menyingkap FITNAH &amp; TEROR</title><content type='html'>RESENSI BUKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul : Menyingkap FITNAH &amp;amp; TEROR&lt;br /&gt;Penulis : Hj.Irena Handono&lt;br /&gt;Penerbit : Gerbang Publishing&lt;br /&gt;Tebal : 320 halamanHarga : Rp.65.000&lt;br /&gt;Cetakan : Agustus 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stereotip bahwa Islam adalah agama yang penuh kekerasan, disebarkan dengan peperangan serta agama terbelakang melekat kuat pada pikiran orang-orang barat. Hal ini dikarenakan mereka tidak memahami Islam secara benar. Sejarah tentang Islam dipenuhi oleh pendapat-pendapat para orientalis yang tendensius. Pemberitaan terhadap Islam pun penuh dengan propaganda negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Padahal jika barat memahami Islam langsung dari sumbernya, tidak terpengaruh oleh segala opini negatif yang ada saat ini serta jujur terhadap sejarah maka merekapun akan menyadari bahwa segala prasangka mereka kepada Islam adalah salah.” (Karen Armstrong)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku "Menyingkap FITNAH &amp;amp; TEROR" yang ditulis Hj.Irena Handono ini merupakan karya besar beliau yang kedua setelah buku ISLAM DIHUJAT yang mencapai best seller pada pertengahan tahun 2003 hingga 2005. Hanya dalam kurun waktu yang demikian singkat, buku ISLAM DIHUJAT mampu menembus angka 14 kali naik cetak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini dalam buku "Menyingkap FITNAH &amp;amp; TEROR", Hj.Irena berusaha menggali kembali sejarah Islam yang terpendam, termasuk mengungkap apa alasan dari kebencian kaum musyrikin (Kristen dan Yahudi) pada Islam hingga Allah SWT mencantumkan secara khusus dalam Al Quran, surah Al-Baqarah ayat 120 yang merupakan peringatan bagi ummat Islam sepanjang zaman untuk waspada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal tulisan bab pertama, beliau kutip disana Pidato Paus Urbanus II yang membakar semangat rakyat masa itu untuk merebut Yerusalem dari tangan muslim. Kalau kita simak, ternyata apa yang disampaikan Paus Urbanus II memang sangat provokatif, penuh dengan nada kebencian terhadap muslim dan penuh fitnah. Sama sekali tidak ada niatan religius. Yang justru ada adalah kalimat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Negeri kalian telah padat penduduknya, ...... Tak banyak kekayaan di sini, dan tanahnya jarang membuahkan hasil pangan yang cukup buat kalian.....Bergegaslah menuju Makam Kudus, rebutlah kembali negeri itu dari orang-orang jahat, dan jadikan milik kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu Paus Urabanus II memberangkatkan 300.000 agresor salib dengan semboyan “Deus le Volt” (begitulah perintah Tuhan) menuju Yerusalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya itulah esensi sesungguhnya dari "Perang Suci" yang dikobarkan oleh Paus Urbanus II. Penguasaan kekayaan atas suatu wilayah. Dan ide ini di kloning oleh GW.Bush ketika keceplosan mengatakan, "Crusade!" sesaat setelah tragedi 911.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini juga dibahas oleh beliau perang demi perang yang mana Amerika Serikat terlibat didalamya, bisa dikatakan hampir dalam semua perang, AS ikut campur. Yang kemudian diikuti oleh sejumlah kepentingan politik dan penguasaan sumber alam suatu negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data-data akurat, fakta-fakta yang terabaikan beliau susun kembali secara runut dan dipaparkan gamblang, sehingga ketika awal membaca ada kesan buku ini 'keras'. Namun berikutnya dikupas bagaimana keagungan Islam, bagaimana Islam masa Rasulullah menghadapi FITNAH &amp;amp; TEROR. Dan akhirnya tentang bagaimana FITNAH &amp;amp; TEROR abad milenium yang sedang kita rasakan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini patut dibaca bagi ummat Islam maupun non Islam, karena disinilah sejarah berusaha didudukkan sebagaimana mestinya tanpa di tutup-tutupi oleh opini yang menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sally sety)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-257194971785162328?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/257194971785162328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/04/resensi-buku-menyingkap-fitnah-teror.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/257194971785162328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/257194971785162328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2009/04/resensi-buku-menyingkap-fitnah-teror.html' title='Resensi Buku Menyingkap FITNAH &amp; TEROR'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-3004007479496702341</id><published>2008-08-05T10:06:00.000-07:00</published><updated>2009-04-29T10:11:02.202-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><title type='text'>Menghapus debu opini barat</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Menyingkap FITNAH &amp;amp; TEROR&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Menghapus debu opini barat dari wajah Islam&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya wajah Islam tidak buram, tapi hanya tertutup oleh debu opini Barat. Debu ini yang mau kita hapus!&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allah SWT menurunkan Islam sebagai agama penyempurna dari segala ajaran Ilahiah. Ajaran dan peraturan Islam telah terbukti membawa kedamaian dan keadilan bagi umat manusia, Rahmatan lil 'Alamin, tanpa kecuali. Namun, keberhasilan Islam ini tidak membuat sebagian orang berhenti mengingkari keagungannya. Sejarah mencatat dengan tinta emas bahwa perang yang dilakukan oleh umat Islam jauh lebih elegan dari perang yang dilakukan oleh bangsa-bangsa Barat. Umat Islam masa lalu mampu membuktikan kepada dunia bahwa Islam adalah agama Rahmat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat ini, banyak ulama, masyarakat Islam terjebak dalam pemahaman bahwa 'wajah rahmat' Islam babak-belur akibat ulah segelintir kelompok Islam yang melakukan aksi-aksi kekerasan dan terorisme atas nama jihad. Yang oleh masyarakat Barat makna jihad diidentikkan dengan terorisme. Lalu tumbuh opini-opini, anjuran-anjuran, himbauan juga gerakan dari dalam masyarakat Islam sendiri yang menekankan pentingnya memunculkan citra Islam yang teduh, sejuk, lembut, penuh toleran. Yang kemudian segala bentuk gerakan ummat Islam yang mengarah pada penegakan kembali ajaran-ajaran Islam dalam masyarakat maka dengan serta merta direspon secara negatif dan buru-buru di kategorikan sebagai gerakan fundamentalis / ekstrimis / radikal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pernahkah di telaah secara lebih dalam bahwa ajaran Islam sama sekali menolak segala bentuk kekerasan yang bersifat mendzalimi manusia. Sehingga penerapan nilai-nilai Islam dalam masyarakat secara seutuhnya secara otomatis akan menjamin hak-hak manusia sesuai fitrahnya. Yang artinya, aksi-aksi terorisme adalah bukan merepresentasikan wajah penerapan syariat Islam. Atau bisa dikatakan telah terjadi kesalahan memahami konsep Islam sebagai Rahmatan lil A'lamin. Adalah sangat tidak adil jika memandang seluruh ajaran Islam dari apa yang ditampilkan oleh pelaku-pelaku ’teror’ tersebut.Buku ”Menyingkap Fitnah dan Teror” antara lain membahas bahwa ada konspirasi Barat dalam menghambat kebangkitan Islam, disini kami akan membahas apa alasan dan bagaimana kebencian masyarakat Barat terhadap Islam sebagaimana yang sudah diperingatkan Allah SWT dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 120.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Buku ini sangat penting bagi kita ummat Islam untuk memahami kebencian Barat terhadap Islam yang ternyata sudah ada bahkan sebelum Rasulullah Muhammad saw diutus. Yang mereka benci adalah Islam, yang diterjemahkan sebagai agama yang Tauhid, sebagai agama yang mengajarkan penyerahan diri total pada aturan Allah yang dijabarkan dalam Al-Quran dan Sunnah Rasulullah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Harapan dari penulisan buku ini, ummat Islam tidak terperosok dalam agenda mereka. Semakin kokoh dan tak ragu-ragu menjunjung dan menegakkan nilai-nilai Islam. Tidak minder, ciut bahkan gentar dengan hujatan Barat terhadap konsep Islam tapi justru menemukan wajah Islam sesungguhnya yang pernah dipancarkan beberapa abad yang lalu. Sesungguhnya wajah Islam tidak buram, tapi hanya tertutup oleh debu opini Barat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Debu ini yang mau kita hapus!&lt;/div&gt;.&lt;br /&gt;(Sally Sety-Irena Center)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-3004007479496702341?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/3004007479496702341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2008/08/menghapus-debu-opini-barat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/3004007479496702341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/3004007479496702341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2008/08/menghapus-debu-opini-barat.html' title='Menghapus debu opini barat'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-7540059640198669783</id><published>2008-08-05T09:38:00.000-07:00</published><updated>2009-04-29T09:41:15.194-07:00</updated><title type='text'>FITNAH &amp; TEROR</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SfiC2fbKNcI/AAAAAAAAAAk/RokTzcKZQaE/s1600-h/cover-e.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330154031652943298" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 250px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SfiC2fbKNcI/AAAAAAAAAAk/RokTzcKZQaE/s400/cover-e.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-7540059640198669783?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/7540059640198669783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2008/08/fitnah-teror.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/7540059640198669783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/7540059640198669783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2008/08/fitnah-teror.html' title='FITNAH &amp; TEROR'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SfiC2fbKNcI/AAAAAAAAAAk/RokTzcKZQaE/s72-c/cover-e.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-994059166940713784</id><published>2005-09-07T11:08:00.000-07:00</published><updated>2009-04-29T11:12:29.963-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Pemfitnah Ibu Irena Handono Di proses di Polres Bekasi</title><content type='html'>Rekan-rekan terhormat,&lt;br /&gt;Saat ini saya menangani kasus ibu IRENA HANDONO yang dituduh/diftnah berpikiran sesat, batil dan membohongi publik. Tuduhan tersebut disebarkanke 30 lembaga Islam seperti Mesjid al Azhar, PP Muhammadiyah, DDI, HabibRIZIEQ dll. Penuduhnya tidak lain adalah orang Islam berinisial M (A. U. N) juga yang kebetulan aktif di media TABLIGH milik Muhammadiyah. Karena menyebarkan fitnah ke berbagai lembaga maka sdr M dijerat dengan Pasal 310KUHP tentang Penghinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya sdr M tidak punya kerjaan sehingga menyebarkan fitnah sedemikianrupa sehingga banyak SMS yang masuk baik dalam maupun luar negeri  ke HP ibuIRENA yang nadanya menghina bahkan merusak nama baik ibu IRENA selakuMUBALIGHOH sehingga dengan sangat terpaksa saya proses di Polres Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak data yang dimiliki oleh IRENA CENTER yang menjelaskan begitubanyaknya pemurtadan yang dilakukan oleh misionaris dengan berbagai jalantermasuk menjadi santri di beberapa pesantren. Contoh yang paling kelihatandi Jampang Kulon Sukabumi, pada tahun 1998 hanya ada satu keluarga yangkristen tapi sekarang sudah mencapai 100 keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modus yang digunakan santri-santri palsu tersebut dengan menjatuhkan parakiai yang sedang berceramah di lingkungan pesantrennya atau di daerahsekitarnya dengan pertanyaan simple dan gampang dipahami oleh orang awam,misalnya:" Pak Kiai jangan-jangan agama Kristen yang benar karena semua umatKristen diselamatkan oleh juru selamat dan kita tidak selamat dan tidak bisamasuk surga karena nabinya aja tidak selamat, buktinya masih didoakan agarselamat?:"  Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang sifatnya untukmengaburkan ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membentengi kristenisasi di daerah tersebut, para kiai telahmendatangkan Kristolog yang dulunya Pendeta atau biarawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita memilukan, seorang puteri mantan pimpinan DPP PKB Pusat telah masukPuteri tersebut mempertaruhkan keyakinanya akan kembali ke Islam jika IRENAHANDONO mampu mematahkan keyakinan Kristennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, marilah kita berjuang sesuai dengan kemampuan kitasebagaimana firman Allah "KULLU SYAIIN YA\'MALU \'ALA SYAKILATIH".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai umat Islam menghabiskan energi hanya berkutat pada masalahdapur kita. Jangan sampai kita hanya berghibah (ngrasani/membicarakankejelakan) sesama Muslim yang malah memperbanyak dosa-dosa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;Muh. Muslih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mail-archive.com/media-dakwah@yahoogroups.com/msg01485.html"&gt;http://www.mail-archive.com/media-dakwah@yahoogroups.com/msg01485.html&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-994059166940713784?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/994059166940713784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2005/09/pemfitnah-ibu-irena-handono-di-proses.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/994059166940713784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/994059166940713784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2005/09/pemfitnah-ibu-irena-handono-di-proses.html' title='Pemfitnah Ibu Irena Handono Di proses di Polres Bekasi'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-8136526701513374265</id><published>2005-06-03T11:14:00.000-07:00</published><updated>2009-04-29T11:16:15.118-07:00</updated><title type='text'>Kontes 'Ratu-Ratuan' di Mata Hj. Irena Handono</title><content type='html'>Keikutsertaan Indonesia dalam ajang Miss Universe masih menimbulkan pro dan kontra. Namun, ternyata untuk pertama kalinya, Indonesia akhirnya ikut dalam ajang pemilihan ratu sejagad itu dan untuk pertama kalinya, kita melihat seorang Muslimah Indonesia tampil di muka umum dengan menggunakan pakaian renang! Jadilah Artika Sari Dewi, wakil Indonesia di ajang itu dijuluki 'Miss Kontroversi'. Irena Handono, mantan biarawati, yang kini menjadi ustadzah terkenal dengan tegas mengatakan, ajang tersebut merupakan bentuk penghinaan terhadap martabat perempuan. Bagaimana pandangan-pandangannya tentang hal itu? Berikut petikan wawancara dengan Ustadzah Hj. Irena Handono, yang ditemui saat aksi massa menentang eksploitasi perempuan di gedung MPR/DPR, Selasa (31/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana ibu mencermati penyelenggaraan kontes 'ratu-ratuan' seperti Miss Universe ini, yang juga banyak diselenggarakan di Indonesia?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dilakukan ini bukan suatu modernisasi, tapi kembali ke belakang ke zaman jahiliah. Zaman jahiliah itu masyarakat tidak menggunakan pemikiran atau kebijakan, tapi yang digunakan adalah standar tubuh, fisik. Persis seperti yang dilakukan di Miss Universe kemarin. Kita lihat saja, apakah orang cantik itu mampu membuat bangsa menjadi sejahtera? Konkritnya, ketika ada orang sakit misalnya, apakah orang sakit itu tersembuhkan karena wajah cantik atau karena dokter? Kalau kita bicara secara medis ini ya. Begitu juga dengan menata suatu negara, apakah suatu negara itu akan adil makmur, dipimpin oleh menteri-menteri yang cantik ataukah menteri- menteri yang tepat pada bidangnya. Jadi ukuran kecantikan sekarang ini adalah ukuran jaman dulu. Ini adalah, maaf, kalau saya anggap sebagai suatu rekayasa terselubung untuk membuat bangsa ini mundur kembali, terutama kaum perempuannya. Mengapa yang dibidik kaum perempuan, tuntunan agama Islam mengatakan, baik buruk perempuan adalah baik buruk negara itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Alasan keikutsertaan Indonesia dalam kontes ratu sejagad itu, katanya untuk meningkatkan citra bangsa di mata dunia dan pariwisata Indonesia, komentar ibu?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat dulu siapa yang ngomong, ilmuwankah atau pebisnis. Kalau ilmuwan, maka dia akan mencari alasan keilmuwan, tapi kalau yang bicara adalah kelompok bisnis maka orientasinya adalah market, bagaimana agar barangnya laku. Jadi bukan untuk kepentingan negara, bukan untuk memajukan harkat perempuan. Tidak. Tapi kepentingannya adalah mengeksploitasi untuk kepentingan bisnisnya itu. Saya mengatakan seperti ini, kita lihat saja sejarahnya, tahun 1952 saat itu di California pertama kalinya diadakan kontes-kontes seperti ini. Pada waktu itu ada sebuah perusahaan pakaian ingin memperkenalkan mode baru, bikini. Tapi ketika bikini itu dibuat, masyarakat menganggap negatif pakaian bikini itu. Bagaimana untuk memasyarakat itu, maka caranya adalah dengan mengadakan kontes, kontes bikini. Ternyata setelah dikonteskan, laris bikininya. Nah, itu berkelanjutan sampai hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana melakukan pendekatan pada masyarakat agar menyadari bahwa kontes ratu-ratuan seperti ini tidak sesuai dengan aqidah Islam?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman bahwa yang paling mulia di sisi Allah itu adalah orang yang bertaqwa, bukan orang cantik, bukan seperti ukuran para juri dalam kontes- kontes semacam itu, dada diukur, pinggul diukur, bukan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah perlu dikeluarkan aturan tegas yang menyatakan, bahwa Indonesia tidak boleh mengirim perwakilan dalam kontes semacam Miss Universe itu?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah bersikap lunak, itu yang kita sayangkan. Padahal MUI sudah mengeluarkan fatwanya, kalau saya tidak salah dan aturan pemerintah tentang itu juga masih ada, belum dicabut. Keputusan pemerintah nomor 237/U/84 pasal 4 dan 6, saat itu masih zaman presiden Soeharto. Beliau melarang, perempuan Indonesia mengikuti kontes-kontes kecantikan sejagad dan aturan ini belum dicabut sampai sekarang. Kami tetap memperjuangkan persoalan ini, bahwa kita menolak kontes-kontes seperti itu karena menghinakan martabat perempuan.(ln/nov)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.dudung.net/artikel-islami/kontes-ratu-ratuan-di-mata-hj-irena-handono.html"&gt;http://www.dudung.net/artikel-islami/kontes-ratu-ratuan-di-mata-hj-irena-handono.html&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-8136526701513374265?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/8136526701513374265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2005/06/kontes-ratu-ratuan-di-mata-hj-irena.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/8136526701513374265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/8136526701513374265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2005/06/kontes-ratu-ratuan-di-mata-hj-irena.html' title='Kontes &apos;Ratu-Ratuan&apos; di Mata Hj. Irena Handono'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6348641459663367153.post-1383354598277149498</id><published>2003-10-23T11:18:00.000-07:00</published><updated>2009-04-29T11:29:20.197-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Bahaya Pemurtadan Buku-buku Kristen</title><content type='html'>&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330179673018686450" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 243px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SfiaLA9JW_I/AAAAAAAAAB0/yxi3bIntiM8/s320/wanita3.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Ceramah Semarak Ramadhan Metropolitan&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; Kamis 23 Oktober 2003&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/Sfiax_Gq-hI/AAAAAAAAACM/Sw9pC4EYEeY/s1600-h/wanita5.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330180342536665618" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 274px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/Sfiax_Gq-hI/AAAAAAAAACM/Sw9pC4EYEeY/s320/wanita5.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Bahaya Pemurtadan lewat buku-buku Kristen (Islamic Invasion-Robert Morey)&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/Sfiaqc21jzI/AAAAAAAAACE/cBtVkFqnSjQ/s1600-h/wanita6.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330180213084360498" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 270px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/Sfiaqc21jzI/AAAAAAAAACE/cBtVkFqnSjQ/s320/wanita6.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Brosur-brosur pendidikan dari Institute Teologi Kalimatullah&lt;br /&gt;Yayasan Pendidikan Kristen yang berkedok dengan nama Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SfiaVlNzFqI/AAAAAAAAAB8/H5zEelUlpLY/s1600-h/wanita7.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330179854550898338" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 287px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SfiaVlNzFqI/AAAAAAAAAB8/H5zEelUlpLY/s320/wanita7.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Membedah kebohongan Natal dalam buku Natal: Antara Dogma &amp;amp; Toleransi&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SfiaENxQyOI/AAAAAAAAABs/Ti5FbyTuJTU/s1600-h/wanita2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330179556199418082" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 242px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SfiaENxQyOI/AAAAAAAAABs/Ti5FbyTuJTU/s320/wanita2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hj.Irena Handono, Sebagai Pembicara Utama&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6348641459663367153-1383354598277149498?l=irena-handono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irena-handono.blogspot.com/feeds/1383354598277149498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2003/10/bahaya-pemurtadan-buku-buku-kristen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/1383354598277149498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6348641459663367153/posts/default/1383354598277149498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irena-handono.blogspot.com/2003/10/bahaya-pemurtadan-buku-buku-kristen.html' title='Bahaya Pemurtadan Buku-buku Kristen'/><author><name>Hj.Irena Handono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661814548317202216</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t2NvhseLn2s/SfiaLA9JW_I/AAAAAAAAAB0/yxi3bIntiM8/s72-c/wanita3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
